Friday, July 31, 2020

Persahabatan dengan Yang Maha Benar


"Bersama dengan membaca, jangan lupa ingat Tuhan"
Dear pembelajar,
Hari ini, poin pelajaran Tuhan yang ingin saya bagi adalah “Persahabatan dengan Yang Maha Benar”. Dahulu saya mengira ini adalah hal yang mustahil, sampai akhirnya pengalaman membuat saya yakin bahwa hal ini bisa terjadi.


Kata orang, manusia tempatnya salah, tetapi Tuhan ingin kita tidak terus menerus jatuh dalam kesalahan. Itulah gunanya Tuhan mendidik kita melalui ayat-ayat luhur Beliau, agar kita bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Nah, bagaimana mengatasi "penyakit" ini, yakni penyakit melakukan kesalahan berulang-ulang?

Untuk mengakhiri kesalahan, kita membutuhkan kekuatan kebenaran (power of truth). Pertanyaannya, sekarang ini, siapa yang masih memiliki power itu, sehingga kita bisa mendapatkan power tersebut?

Jawabannya adalah hanya Tuhan. Itulah sebabya, penting sekali menjalin persahabatan dengan Yang Maha Benar. Tujuannya adalah agar kita bisa mengakhiri kebiasaan berbuat salah.

Jika saya menjalin persahabatan dengan Yang Maha Benar, maka mental saya akan menjadi benar dan oleh karenanya menjadi bening. Jika mental bening, maka akal budi, tempat dimana saya memilah-milah dan mengambil keputusan, akan mampu bekerja akurat.

Akal budi hanya akan bekerja akurat, manakala ia telah diubah dari bersifat batu menjadi bersifat  illahi. Untuk menjadi illahi, tak ada cara lain, ia harus selalu dihubungkan dengan Tuhan. 

Jika latihan menyambungkan diri (mengingat) Tuhan ini dilakukan secara reguler dan kontinyu, maka sang jiwa akan mampu melihat kebenaran, mampu melihat yang benar diantara yang salah, sehingga keputusannya menjadi benar. 

Jiwa yang akal budinya selalu terhubung dengan Tuhan, yakni mereka yang menjalin persahabatan dengan yang Maha Benar, mampu mengenali mana riil dan mana palsu.

Jadi....begitu saya, jiwa, menghubungkan diri saya dengan Sang Jiwa Yang Maha benar, maka energi kebenaran (Beliau) mengalir kepada diri saya. Ini juga meditasi.



Selamat mencoba.

Terimakasih sudah membaca, salam hormat, damai dan sejahtera.

No comments:

Post a Comment