Thursday, July 30, 2020

Jika Sulit Melupakan Peristiwa Menyakitkan

"Bersama dengan membaca, jangan lupa ingat Tuhan"
Dear pembelajar,
Orang kerap sulit melupakan/melepaskan peristiwa-peristiwa lalu, khususnya yang menyakitkan. Bahkan mengenang peristiwa kebahagiaan masa lalu pun bisa jadi menyakitkan karena faktanya peristiwa bahagia itu sudah pergi jauh dan tak mungkin kembali lagi. 


Hari ini saya ingin berbagi pengalaman tentang “membubuh titik” terhadap masa lalu. 

Salah satu pelajaran unik dari Tuhan yang menyentuh saya adalah “membubuh titik”, yaitu menyudahi memikirkan peristiwa yang sudah lewat. Tuhan memberitahu bahkan semenit atau sedetik yang lalu pun adalah masa lalu. Sadari dan tak perlu risau. Karena setiap yang datang, tugas kemudiannya adalah pergi.

Peristiwa menyakitkan atau menyenangkan bisanya selalu dikenang-kenang. Selalu dibahas berulang-ulang, sehingga sanggup bertahan lama dalam pikiran. Utamanya adalah untuk pengalaman yang menyakitkan/menyedihkan.

Jika saya tidak mau berhenti memikirkan peristiwa-peristiwa tersebut, itu sama saja dengan,--- saya memberikan ruang pikiran saya untuk terus dihuni mereka. Peristiwa masa lalu, adalah untuk masa lalu.  Tetapi saya menahan mereka agar bertahan hidup hingga masa sekarang.

Waspadai bahwa ini bisa jadi satu kelengahan/kecerobohan. Dengan memikirkan dan membahas apa-apa yang sudah berlalu, itu artinya saya memberi “nyawa” (vibrasi energi) kepada mereka untuk terus hidup dalam alam pikiran saya.

Ada dua kerugian besar yang terjadi:

Pertama, saya kehilangan orisinalitas/keaslian dari momen sekarang (the Now-Moment). Mengapa? Karena saya kontaminasi dengan pikiran-pikiran sia-sia tentang apa-apa yang telah berlalu. Saya tahu itu sudah berlalu dan harusnya selesai, tetapi pikiran saya masih terganggu. Saya hidup di masa sekarang tapi pikiran, kata-kata dan perbuatan saya berada di masa lalu.

Ke dua, saya 100% kehilangan the Now Moment. Saya tertipu, karena peristiwa itu sudah tak ada, tapi saya masih memikirkannya. Saya 100% lupa kalau di hadapan saya, ada the Now Moment. Pikiran saya berisi kejadian-kejadian yang sudah lewat. Setiap orang datang, saya bercerita kembali tentang pengalaman-pengalaman menyakitkan itu. Saya terkecoh dan terpuruk.

Jadi?

Bubuh titik kepada setiap masa lalu. Tuhan mengingatkan bahkan sedetik yang lalu pun adalah masa lalu. Ia sudah lewat dan tak kan kembali lagi.
Lepaskan masa lalu dan perkuat hubungan dengan Tuhan. Jika kesulitan, cara paling mudah adalah serahkan sampah/pengalaman masa lalu yang menyakitkan itu, kepada Tuhan.

Membubuh titik juga adalah memindahkan ingatan, dari mengingat hal-hal lain kepada mengingat Sang Titik Cahaya, yaitu Tuhan Yang Esa. Kemudian, bertahan pada posisi itu, bicara, conversation dg Tuhan. Biarlah energi suci Tuhan mengalir dalam diri, dan membersihkan diri dari segala kontaminasi racun yang tidak baik bagi kesehatan sang jiwa.

Malam sebelum tidur, sangat penting bicara dengan Tuhan tentang apa yang seharian tadi dilakukan. Buat pengakuan kesalahan yang telah dilakukan. Serahkan beban kepada Tuhan. Jangan tidur sendiri dan jangan tidur bersama dengan beban, tetapi tidurlah bersama Tuhan.

Selamat mencoba.

Terimakasih sudah membaca, salam hormat, damai dan sejahtera.

2 comments: