Monday, February 10, 2020

Tuhan Sudah Datang (God has Come)


Bacalah dengan mengingat Tuhan,
Remember ME alone and your sins will be absolved (HE-Himself)

Dear pembelajar,
Ini adalah kali kesekian saya mendapat kabar tentang Tuhan sudah datang. Tuhan yang oleh manusia, dipanggil-panggil dan dirindu-rindukan kehadiran-Nya agar menyelesaikan segala persoalan kesengsaraan yang dialami manusia, telah benar-benar datang.

Setiap kali mendengar ini, saya selalu mengesampingkan dan menganggap bahwa ini hanyalah sebuah halusinasi saja. Tetapi kali ini saya tertarik untuk merenungkan, menulis dan berbagi dengan Anda, anak-anak (rohani) Beliau.

Tuhan sudah datang. Untuk apa? Untuk memenuhi janji Beliau. Menolong anak-anak Beliau yang mengalami penderitaan, kesengsaraan dan kekosongan kekuatan. 

Beliau harus datang di ujung siklus, ketika zaman besi ini harus berakhir. Ketika anak-anak Beliau jatuh bangun akibat tersandung-sandung begitu banyak. Inilah waktu yang tepat bagi Beliau untuk datang. Beliau harus membebaskan anak-anak Beliau dari kedalaman kesengsaraan dalam rangka melanjutkan kehidupan.

Setiap kali bertanya dan mendapat pertanyaan tentang kapan Tuhan datang, jawaban yang selalu saya dapat hanyalah "sekarang".  

Saya merenungkan tentang perasaan apa yang paling didamba-dambakan oleh manusia yang berkeyakinan. Perasaan apa? Bahagia. 

Dan saya baru tersadar bahwa tiada momen lain yang bisa mengalahkan momen ketika terjadi pengalaman berjumpa dengan Tuhan, dan lalu setiap hari merayakan pertemuan yang illahiah ini, sehingga semua penderitaan dan kesengsaraan menjadi dilenyapkan.

Tuhan datang untuk menghapus kesengsaraan, karena Beliau adalah Sang Penghapus Kesengsaraan. Jadi pasti ada yang keliru, ketika saya mengaku kenal Tuhan tetapi masih bergumul dengan kesengsaraan. Tuhan adalah Sang Penghapus, bukan Sang Pemberkah Kesengsaraan. Tuhan adalah Sang Pemberkah Kebahagiaan.

Jadi, pasti ada yang perlu dibetulkan ketika saya mengaku kenal Tuhan, tapi masih saja merasa tidak bahagia. mengaku kenal Tuhan, tapi menjadi jiwa yang kadang-kadang. Kadang bahagia dan kadang menderita.

Tuhan sudah datang dan pekerjaan Beliau sekarang adalah menghapus kesengsaraan. Bagaimana cara Beliau menghapus kesengsaraan?

“Nak, naiklah ke pangkuan-Ku...tanggalkan semua amarah, nafsu, keserakahan, kemelekatan dan ego. Karena itulah penyebab utama kesengsaraan. Tanggalkan semua itu dan tetap tinggallah dalam pangkuan-Ku. Bermainlah hanya dengan permata dan jangan bermain di lumpur..”

Itu adalah pesan Beliau. Permata adalah istilah Tuhan untuk petunjuk-petunjuk Beliau yang berupa versi atau ayat-ayat Tuhan. Sementara lumpur adalah istilah Tuhan yang merujuk kepada petunjuk selain petunjuk Beliau, yaitu petunjuk diri sendiri atau petunjuk manusia.

Bermain dengan permata artinya, mencerna ayat-ayat Tuhan. Apapun aktivitas yang dilakukan sepanjang hari, dibarengi dengan pengalaman menjadi perwujudan dari petunjuk (versi/ayat-ayat) Tuhan. Sementara bermain dengan lumpur artinya, mencerna/menggunakan petunjuk diri sendiri dan/atau petunjuk manusia dalam beraktivitas.

Tanda dari mengikuti petunjuk Tuhan dan menjadi perwujudan dari itu adalah mengalami kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian. Sementara tanda dari mengikuti petunjuk diri sendiri dan/atau mengikuti petunjuk manusia adalah mengalami konflik , baik dalam batin sendiri maupun menimbulkan konflik bagi orang lain. 

Saya senang mendapat kabar bahwa Tuhan telah datang karena inilah waktu yang saya rindukan dan pasti juga dirindukan oleh setiap orang. Karena bila Sang pemberkah Kebahagiaan sudah datang, maka tentu semua penderitaan dan kesengsaraan dilenyapkan.

Metode menghapus kesengsaraan telah diberikan. Sekarang, agar tidak lagi mengalami ketersiksaan dalam melanjutkan kehidupan, bergegas naiklah ke pangkuan Tuhan dan jangan pernah tertarik untuk kembali turun. Baca dan pahami permata (ayat-ayat/petunjuk) Beliau dan jadilah itu. Karena turun dari pangkuan Beliau berarti kembali kepada kesengsaraan.

Semoga bermanfaat dan Semoga Damai menyertai selalu.
*Tulisan ini adalah setetes pengetahuan yang didapat dari pembelajaran di BKWSU (Brahma Kumaris World Spiritual University)    

No comments:

Post a Comment