Tuesday, January 7, 2020

Membuat Keputusan Tak Harus Ada Masalah?

Bacalah dengan tetap mengingat Tuhan,
"Karakter asli sang jiwa adalah suci dan damai"

Dear pembelajar,
Beberapa waktu yang lalu di dalam kelas, kami membahas tentang pengambilan keputusan. Sejatinya membuat keputusan tidaklah sulit jika merujuk kepada spiritual knowledge. Syaratnya hanya satu, yaitu bersih dalam pikiran. Artinya tak ada pikiran negatif dan pikiran sia-sia.
Supaya menjadi bersih, maka dalam pikiran yang harus disisakan hanya Tuhan saja. Semua diper-simple, yang rumit-rumit ditanggalkan. Karena, jika di dalam pikiran yang ada hanya Tuhan dan ajaran-ajaran Beliau, maka otomatis hanya ada terang di sana. Jika kita berada dalam ruang yang terang benderang, maka melihat segala sesuatu menjadi klir. Sesederhana itukah? Ya.

Lalu apa yang membuat saya merasa bahwa membuat keputusan itu tidak sesederhana itu?Karena saya mempunyai kepentingan atau karena saya terikat kepada kepentingan. 

Sampailah kami pada bahasan "hubungan antara masalah dan keputusan". Masalah muncul ketika situasi tidak berjalan seperti yang diharapkan. Saya berharap satu hal, namun yang terjadi adalah hal lain. 

Kapan kita perlu mengambil keputusan? Ketika ada masalah. Jadi jika tak ada masalah, kita tak perlu mengambil keputusan, begitukah? 

Sebagian menjawab: "Ya...jika tak ada masalah, tak perlu mengambil keputusan"
Sebagian lainnya, menjawab: "Mengambil keputusan tidak harus ada masalah terlebih dahulu"

Salah satu yang berpendapat begini adalah Alan. Ia mencontohkan ketika membuat satu perencanaan, orang tidak perlu punya masalah terlebih dahulu. 

Sepintas seperti benar. Tetapi, coba pikir lebih mendalam. Bukankah selama ini, sebagian besar perencanaan itu dibuat based on evaluation?

Ada sesuatu yang tidak berjalan semestinya, ini yang diidentifikasi. Setelah itu dianalisis sebab-sebab mengapa sesuatu itu tidak berjalan seperti yang seharusnya. Dari sana kemudian muncul gagasan-gagasan untuk membenahi. Gagasan-gagasan ini selanjutnya diberi label sebagai rencana program.

Bukankah, begitu?

Terimakasih sudah membaca. Semoga manfaat. Tetap ingat Tuhan dan Salam Damai.

#spiritualknowledge
#spiritualdecisionmaking

























, eputusan itu diambil? tidak , yang ada hanya pikiran Alan, seorang mahasiswa bertanya  

No comments:

Post a Comment