Sunday, July 14, 2019

Setiap Anak Tuhan Memiliki Keistimewaan


Masih berbicara tentang Spiritual Knowledge. Nama lainnya adalah pengetahuan Kerohanian, pengetahuan Ketuhanan atau pengetahuan Spiritual. Pengetahuan ini, salah satunya menjelaskan tentang relasi manis antara ruh-roh-jiwa-atma-soul dengan Sang Ayah Sejati, Sang Ayah Ruhani, Sang Ayah Spiritual, Sang Jiwa Tertinggi, The Supreme Soul, The Divine, --Tuhan.

Dalam tulisan sebelumnya, telah dijelaskan bahwa setiap jiwa memiliki dua ayah, yaitu ayah jasmani (fisik) dan Ayah Ruhani (Tuhan). Hari ini Beliau memberitahu bahwa setiap anak Beliau memiliki keistimewaan. Itulah sebabnya Beliau menyebut setiap anak adalah istimewa. Istimewa artinya bukan biasa-biasa.

Sang Ayah adalah Istimewa. Maka, anak-anak Beliau juga pasti istimewa. Beliau selalu jatuh cinta dengan keistimewaan masing-masing anak.

Karena pengaruh perubahan zaman dan persahabatan yang salah dalam perjalanan Drama Kehidupan, maka anak-anak bisa berubah menjadi kehilangan keistimewaan dan menjadi tampak biasa-biasa saja.

Tuhan ingin melihat keistimewaan dalam diri setiap anak, selalu tampak. Anak-anak Tuhan, selalu istimewa dalam setiap perbuatan. Mereka selalu menunjukkan satu keistimewaan tertentu dalam setiap perbuatan.

Buah pikiran anak-anak Tuhan adalah istimewa, kata-katanya istimewa dan perbuatannya juga istimewa.

Persoalannya adalah, bagaimana setiap jiwa dapat meraih/mencapai keistimewaannya kembali?

Apakah dalam keadaan dunia yang situasi dan kondisinya seperti sekarang ini, setiap jiwa masih dimungkinkan untuk (kembali) menjadi istimewa di hadapan Beliau?

Sang Ayah, selalu mempunyai Kasih dan Harapan besar kepada setiap anak-anak Beliau. Karena memiliki Kasih dan Harapan inilah, Beliau menunjukkan metoda/cara untuk kembali menjadi istimewa. Apakah itu?

“Setiap saat, sepanjang hari, sepanjang tahun, dalam umur yang tersisa, setiap anak harus ada kesadaran kuat untuk selalu bersama Beliau. Berpikir bersama Beliau, berkata-kata bersama Beliau dan melakukan aktivitas pun juga demikian, selalu bersama Beliau. 
Anak-anak harus berani mengucapkan Selamat Tinggal selama-lamanya kepada kebiasaan-kebiasaan lama yang buruk, yang tidak berkenan di hadapan Sang Ayah. Dalam menjalin relasi dan berinteraksi dengan jiwa lain, setiap anak harus memiliki kesadaran/pandangan persaudaraan. Karena setiap jiwa adalah anak Beliau. Jadikan setiap hari adalah hari perjumpaan dengan Tuhan yang harus dirayakan dalam kebahagiaan. Melalui jalinan hubungan suci yang konstan dengan Sang Ayah, anak-anak akan memperoleh kekuatan/power kedamaian. Ambil power tersebut dari Sang Ayah, sebarkan ke seluruh dunia dan jadilah perwujudan kedamaian dan kebahagiaan. Jangan pernah memiliki pikiran negatif karena apapun yang negatif adalah sampah”

Om shanti...
Salam Damai...
#meditasirajayogabrahmakumaris
#brahmakumarisworldspiritualuniversity

No comments:

Post a Comment