Jumat, 01 September 2017

Spiritual Nectar Today: Tentang Kematian

Bacalah dengan tetap mengingat Tuhan,
"A world transformer is one who transform 'negative' into 'positive'" (God Himself)

Dear pembelajar,
Seorang sister mengirim pesan tentang kematian  “Are you ready to die?” –
Dia bicara tentang orang-orang yang takut mati, tentang orang-orang yang tidak siap mati. Padahal kematian adalah sesuatu yang pasti datang. Setiap orang pasti harus mengalami mati. Oleh karena itu, hal utama adalah bukan ketakutan, melainkan memikirkan tentang apa sejatinya makna kematian, sebelum kematian benar-benar datang.

“Kematian datang untuk badan, bukan untuk kamu. Kematian tidak menyentuh siapapun dan apapun yang abadi. Karena kamu sejatinya adalah ruh, makhluk abadi, kematian tidak akan menyentuh –ruh. Engkau  adalah ruh. Engkau hanyalah penghuni “rumah fisik” yang kau sebut badan. Dahulu kamu pernah masuk ke dalam badan-mu. Kamu tidak dapat mengingat (kapan) saat-saat kamu masuk pada badan-mu. Dan …apa itu kematian? Kematian adalah saat ketika kamu harus keluar (meninggalkan) badan-mu.”, tulisnya.

Hmm… it sounds so simple! ----

Walaupun saya tahu bahwa saya telah berbuat banyak dosa/kesalahan, jika bersamaan dengan kesadaran ini saya masih terus gemar melakukan hal-hal buruk, saya pasti menghindar dari membicarakan kematian. 

Jadi ingat kata-kata seorang ustadz, “Mati adalah satu-satunya pintu berjumpa dengan Tuhan”.

Tetapi, …..Jika mati adalah berjumpa dengan Tuhan, mengapa saya harus takut dan menangis? Mengapa mereka harus menangisi kematian saya? Bukankah seharusnya ada pesta?

Ada lagi yang mengatakan, “Mati adalah pulang ke rumah Sang Ayah”

Jika mati adalah pulang ke rumah Sang Ayah. Itu juga rumah saya, bukan? Lalu mengapa saya takut pulang ke rumah? Ada apa? Apa yang telah saya lakukan sehingga saya jadi takut pulang ke rumah?

Thank you so much, sister… pesanmu memperkuat kerinduanku akan kematian. Pesanmu juga menguatkanku to continually experience it.  

Sekarang saya mengerti apa arti penting menjalin persahabatan dengan Tuhan dan bahwa persahabatan dengan Tuhan harus terjadi mulai sekarang, sebelum kematian itu betul-betul datang. Karena hanya Tuhanlah satu-satunya Sahabat Sejati, yang tahu detail rahasia kematian---rahasia “jalan pulang”.  Hanya Beliau yang sanggup menjadi Guide sekarang. 

Saya jadi ingat apa yang dikatakan Beliau tentang persahabatan sejati itu. Bahwa terus terhubung dalam persahabatan sejati dengan Tuhan sanggup memunculkan power to 'discriminate'., 'power to discern'. 

Selalu terhubung dengan Tuhan akan meningkatkan kekuatan untuk memilah-milah dan juga kekuatan untuk melihat dengan jelas ----menjernihkan intellect (akal budi) yang telah lama rancu, yang sulit mengerti beda antara benar-salah, antara baik-buruk, antara asli-palsu, antara nyata-semu, dan antara abadi dan sementara. 

Konflik, perkelahian, kejahatan, ketakutan dan chaos Itu terjadi karena saya mengira yang salah adalah benar, yang buruk adalah baik, yang palsu adalah asli, yang semu adalah nyata dan yang sementara adalah abadi.

Sekarang saya mengerti bahwa persahabatan sejati dengan Tuhan akan mampu menghalau rasa takut saya akan kematian. Karena kematian seharusnya adalah situasi yang dirindu-rindukan. Karena hanya melalui mati saya bisa berkesempatan berjumpa dengan Tuhan.

Thanks God,

Love and remembrance 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar