Sabtu, 10 Juni 2017

Apa yang Bisa Merusak Konsentrasi?

Bacalah dengan mengingat nama Tuhanmu,
"I am your invisible Friend, but My presence is very visible to you, don't wait until you are desperate or in pain to call Me."(God Himself)
Dear pembelajar,
“Mengapa saya susah konsentrasi?”, “Bagaimana caranya agar saya mudah berkonsentrasi?”------ Ini adalah salah dua dari sekian pertanyaan tentang konsentrasi, yang kerap diajukan kepada saya. Berikut jawaban saya dan mudah-mudahan bisa menginspirasi Anda yang mempunyai kasus yang sama.

Konsentrasi adalah fokus hanya kepada satu titik yang harus diberi perhatian.
Contoh: Jika Anda kuliah, maka tentukan dulu titik perhatian Anda sebelum masuk ruang pembelajaran. Jika tidak, Anda akan belajar tanpa tujuan dan ini akan merusak kecemerlangan hasil. Mestinya, yang menjadi titik perhatian adalah materi yang dibahas di kelas, bukan fisik dosennya, bukan tebalnya buku-buku yang dibawa oleh dosen Anda, bukan kondisi ruangan, bukan dengan siapa duduk sebelah Anda, bukan persoalan-persoalan lain yang ada di kepala Anda, juga bukan tentang notifikasi  message yang muncul dari pembicaraan dalam group WhatsApp Anda. Lepaskan ini semua sebelum masuk ke dalam kelas.

Jadi, apa yang merusak konsentrasi atau membuat kita susah berkonsentrasi?

Sejatinya, pengganggu konsentrasi, hanya satu, yaitu MAKANAN atau asupan. Jika makanan kita, baik makanan rohani maupun makanan jasmani, tidak sehat dan tidak bersih, maka konsentrasi kita pasti buyar. Kita akan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi. Ciri makanan rohani yang sehat adalah, ia (makanan rohani) disajikan oleh Tuhan sendiri. Ketika makan makanan rohani, kita harus benar-benar dalam keadaan terhubung dengan hanya Tuhan saja. Lantas, bagaimana kita bisa mengenali bahwa itu makanan rohani dari Tuhan atau datang dari selain Tuhan?

Jika selama dan setelah mengonsumsi makanan rohani, Anda merasakan kesejukan, kedamaian dan terpanggil untuk hidup harmoni, baik dengan seluruh jiwa maupun dengan semesta alam, bersyukurlah! Karena, ini pertanda bahwa, Tuhan sendirilah yang telah menyajikan dan “menyuapi” Anda.

Lalu apa ciri makanan jasmani yang tidak sehat?

Jika selama mengonsumsi dan setelah mengonsumsi, kita masih kesulitan untuk berkonsentrasi, masih punya masalah ketidakdamaian, masih kerap ditimpa persoalan dan kerumitan hidup, -----ini pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan makanan yang kita makan. Mungkin saja itu memang ciptaan Tuhan, tapi bisa jadi, yang menyuapkannya ke mulut kita adalah bukan Tuhan. Semoga kita tidak pernah lelah untuk memeriksa diri sendiri.


Terima kasih sudah membaca. Love and remembrance.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar