Senin, 10 April 2017

Bagaimana Mengendalikan Kebutuhan dan Keinginan - Menjawab pertanyaan Imanuela

Bacalah dengan mengingat Tuhanmu,
Ciri pengetahuan sejati adalah jelas dan tepat (BKWSU)

Dear Imanuela, 

Anda bertanya tentang bagaimana mengatasi keinginan dan kebutuhan, namun jika boleh saya bantu sedikit membetulkan kalimatnya. Mungkin maksud Anda adalah bagaimana mengendalikan kebutuhan dan keinginan, benar?
Saya yakin ini bukan hanya persoalan Anda sendirian, melainkan persoalan kita bersama. Kebutuhan manusia sejatinya terbatas. Keinginanlah yang tidak terbatas. Dalam rangka memperoleh energi agar dapat beraktifitas, saya butuh makan dan Anda juga butuh makan. 

Nah, untuk memenuhi kebutuhan tersebut Anda ingin makan sepiring nasi, sesendok sayur, sepotong sayur dan sepotong tempe. Sementara saya? Saya ingin makan gado-gado, tapi gado-gado yang dijual di Tunjungan Plaza, lantai food court, karena saya ingin makan rame-rame dengan kawan-kawan saya. 

Kebutuhan kita sama. Sama-sama butuh makan, tapi keinginan berbeda-beda dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk dipengaruhi oleh gaya hidup juga bisa.

Sayangnya hari ini, pemasar telah merancukan definisi keduanya. Pemahaman kita terhadap mana kebutuhan dan keinginan telah dibuat rancu oleh pemasar melalui bombardir promosi yang ditujukan kepada kita dari mata melek di pagi dini hari, hingga menjelang terpejam di malam hari.

Mereka menyerang bagian terlemah dari diri kita, yaitu wilayah spirit kita. Mereka dengan gencar mempersuasi kita dari segala sisi dengan berbagai cara. Mereka tentu mengatakan kepada para konsumen, bahwa setiap produk yang mereka tawarkan adalah sudah menjadi kebutuhan kita, walaupun produk itu sejatinya tidak kita butuhkan. Begitu banyak produk dengan begitu ragam merek, tidak jarang membuat kita bingung memilih. Produk HP kita yang masih bagus dan masih berfungsi, bisa dibilang usang atau jadul, sehingga kita tergoda untuk membeli yang baru, dengan cara apa saja, termasuk bila harus menggesek credit card.

Maka bagaimana cara mengendalikan?

Menghidupkan sisi spiritual Anda, menghidupkan rohani Anda melalui menyambungkan diri Anda dengan Tuhan, menjaga koneksi Anda dengan Tuhan agar jangan pernah terputus kontak.

Mengertilah dengan sangat dalam, beda kebutuhan dan keinginan. Bahwa jika saya butuh makan, maka kegunaan yang sejati dari makan adalah untuk mensupport kesehatan tubuh fisik saya. Makan makanan tidak sehat (junk food) adalah memenuhi keinginan, bukan memenuhi kebutuhan. 

Jika saya butuh pakaian, sejatinya saya butuh pelindung buat membungkus tubuh saya, melindungi dari terik matahari, dinginnya cuaca atau kemungkinan tindak kriminal. Untuk pelindung artinya bukan untuk pamer tubuh fisik, agar menarik. Anda bisa mengembangkannya sendiri, bukan?

Jika bagian rohani Anda bisa Anda hidupkan, maka persoalan-persoalan terkait jasmani, otomatis terselesaikan. 

Demikian, semoga manfaat.
Terima kasih. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar