Selasa, 11 April 2017

Apa Terjadi Bila Spiritual Marketing Tak Diterapkan - Menjawab pertanyaan Viona

Bacalah dengan mengingat Tuhanmu,
"Ciri pengetahuan sejati adalah 'mengharmoniskan'." (BKWSU)

Dear Viona,


Apa yang akan terjadi bila pemasar tidak menerapkan nilai-nilai spiritual dalam praktiknya? Nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam setiap jiwa adalah nilai-nilai asli dari Tuhan, seperti cinta kasih, kedamaian, kebahagiaan, kesucian, kebenaran, kejujuran dan sifat positif lainnya. Apa yang berasal dari Tuhan adalah kebenaran dan apa yang tidak berasal dari Tuhan adalah ketidakbenaran yang mengarahkan kita kepada kerugian, baik kerugian diri sendiri maupun kerugian orang lain.
Bahkan bukan hanya dalam bidang pemasaran, tapi juga kepemimpinan. Begitu kita mulai menjauh dari Tuhan, ---menjauh dari sifat asli kita yang luhur (illahi), maka sesungguhnya kita sedang bergerak mendekati ketidakbenaran (setan). Pada saat kita menjauhi sifat illahiah, pada saat itu juga, kita sedang bergerak mendekatkan diri kepada sifat-sifat buruk. 

Sekali itu dilakukan, maka yang muncul berikutnya biasanya adalah keserakahan, perasaan tidak pernah cukup, ketakutan, kecemasan akan kerugian, kerja keras karena ketakutan akan kerugian, kerja keras karena ingin menjadi penguasa pasar, mengejar popularitas, buka cabang atau franchise dimana-mana, menghalalkan cara-cara yang tidak illahi dan akhirnya harus menanggung kerugian. 

Kemana usaha peracangan atau toko kelontong yang dahulu akrab dengan kehidupan warga kampung? (ini mungkin akan menstimulasi Anda untuk berpikir lebih dalam..kita bicarakan ini nanti dalam kelas)

Demikian terima kasih.

Semoga manfaat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar