Sabtu, 03 September 2016

Meditasi Untuk Menyembuhkan Luka Hati (Perasaan)

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,---

"Baru saya mengerti bahwa Engkau memberi hati bukan untuk menampung sampah-sampah"

Dear pembelajar,
Jika seseorang mengatakan, “Hatiku terluka”, sesungguhnya yang terjadi adalah perasaannya-lah yang sedang tidak sehat. Penyesalan yang parah, rasa sakit, kegelisahan, kegalauan, keresahan, kebencian dan dendam adalah pertanda tidak sehatnya perasaan sebagai bagian dari jiwa. Isi dari jiwa (faculties of the soul) adalah pikiran, perasaan dan kebiasaan/memori/sanskara.

Jika pikiran salah, maka perasaan menjadi keliru (salah rasa, harusnya bahagia tapi malah tidak bahagia). Jika perasaan yang dipilih salah TAPI dikira benar, lalu dilakukan secara berulang-ulang, maka (kebiasaan) ini membentuk kepribadian. Bahkan ada yang menyebut sebagai karakter.

Berikut beberapa contoh ekspresi kata-kata dari mereka yang mengaku menderita luka hati:
  •     Aku sungguh tak punya hati…, hatiku telah pergi jauh meninggalkanku.
  •     Oh God..aku sudah berbuat jahat terhadapnya dan aku benar-benar sangat menyesal.
  •    Semua sudah terjadi, itu karena kesalahanku dan aku sungguh tidak bisa memaafkan diriku sendiri.
  •     Semoga dia memaafkanku, jika tidak, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri.
  •      Dia memang penghianat, aku tidak akan memaafkannya.
  •      Aku benar-benar sangat membenci dia (mereka)
  •      Tunggu pembalasan dari Tuhan! Tuhan yang akan membalaskan sakit hatiku!
  •     Semua ini…semua kekacauan ini, gara-gara dia!
  •      Dan sejenisnya.

Hati yang tidak bersih (terkontaminasi amarah, luka, kebencian, kesedihan, dendam, iri hati dsb) menjauhkan kita dari kecantikan illahiah pemberian Tuhan. Juga dapat menjauhkan kita dari Tuhan.

“Apakah luka yang demikian bisa disembuhkan?”, Tanya mereka. Ketika saya menjawab “Bisa..” dan salah satu cara yang sudah saya uji coba adalah dengan meditasi, mereka kemudian ingin diberi contoh. Inilah sebabnya saya tulis artikel ini. 

Sekali lagi, meditasi berasal dari akar kata Latin, medery, yang artinya healing atau penyembuhan. Praktik Meditasi adalah menjalin koneksi dengan diri sendiri dan atau menjalin koneksi dengan Tuhan dan berkomunikasi secara batin (rohani). Ada banyak sebutan untuk Tuhan, diantaranya adalah Sumber Energi Tertinggi, Jiwa Maha Tinggi, Sang Ayah, Sang Ibu, Sang Kekasih Sejati. Anda mungkin juga punya sebutan indah lain yang Anda peruntukkan bagi Beliau.

Bagi yang ingin belajar, berikut salah satu contoh meditasi untuk menyembuhkan hati yang tidak sehat.

Pilihlah postur yang paling sesuai dan nyaman untuk Anda. Tidak harus bersila, pun tidak harus menutup mata. Anda boleh duduk, berdiri atau pun berbaring (tapi jangan tertidur). Rileks dan jangan tegang.

Tempat meditasi bisa dimana saja, namun bila memungkinkan pilihlah tempat yang mendukung konsentrasi Anda. Tidak harus di gunung atau di hutan. Bisa dalam kamar Anda sendiri atau di teras rumah Anda. Boleh dengan pengantar music lembut, namun ini tidak wajib.

Terpenting adalah Anda sadar bahwa Anda sedang bersiap-siap berkomunikasi dengan Beliau.

Untuk mempermudah kerja meditasi, saya biasa memvisualisasikan bahwa Beliau adalah sebuah titik yang memancarkan cahaya indah, lembut dan suci. Anda mungkin saja punya visualisasi yang lain, tidak masalah.

Mari mulai…Meditasi untuk Menyembuhkan Luka Hati…

“Saya duduk dengan tenang dan rileks, tubuh saya rileks…pikiran saya rileks….tangan dan kaki saya rileks….pinggang saya…punggung saya…..wajah saya rileks….mata saya rileks…….saya "melihat" (memvisualisasikan) ada sebuah titik yang memancarkan cahaya indah, lembut, putih dan suci tepat di hadapan saya…….Saya ingat sekarang ……bahwa saya adalah milik dan karya Sang Titik Cahaya. Oleh karenanya saya pastilah indah dan cantik. Saya mengerti bahwa hati yang sedang terluka membuat saya jelek dan menjauhi keindahan dan kecantikan karya Sang Maha….

Tuhan….maafkan saya…..saya telah melukai karya-Mu nan agung…...Tuhan, kini…saya datang di hadapan-Mu…karena saya tahu bahwa Engkau akan melepaskan semua kelemahan-kelemahan saya…..Biarlah saya menghirup udara-Mu yang sejuk……mengambil cahaya-Mu yang lembut dan cantik….biarlah saya dan seluruh tubuh saya merasakan kelembutan dan kehangatan pendar-pendar cahaya-Mu…….

Saya……..merasakan Engkau ada di sini….Begitu dekat, begitu penuh kasih dan begitu memperhatikan keadaan saya……baru saja saya memulai merasakan kehangatan sinar-Mu…… namun tarikan nafas ini sudah mulai meringan…kesesakan dada ini mulai berkurang…….Tuhan….biarlah saya sedikit lebih lama bersama-Mu…...

Biarlah pendar-pendar cahaya-Mu mencapai jantung hati yang masih ada sisa-sisa sakit dan luka…..Luka ini membuat saya jahat dan tidak lagi cantik…… Saya ingin kembali menjadi cantik seperti aslinya pada saat pertama terlahir……Ya…Tuhan….

Saya masih bisa merasakan Engkau sedang bekerja mengoperasi penyakit ini dengan sinar laser-Mu….cahaya lembut yang sarat kasih sayang…..menyentuh setiap sel syaraf….menyentuh setiap sel darah ini……Lakukanlah Tuhan….teruslah bekerja untuk jiwa yang Kau Kasihi ini……Saya….pasrah total dioperasi oleh Engkau…..

Saya percaya…. karena Engkau adalah Sang Ahli Bedah Sejati……Bisa saya rasakan…..saya sedang menikmati cara-Mu mengurus penyakitku dengan getaran-getaran kasih dan pendar-pendar cahaya-Mu……..Ya Tuhan….saya mendengar pertanyaanmu….Engkau bertanya kepada saya, “Mengapa kamu masukkan sampah-sampah ini ke dalam hatimu?”

Dan…..saya baru mengerti bahwa Engkau mencipta hati bukan untuk dikotori dan menampung sampah-sampah…..Dengan pendar cahaya suci-Mu…..Engkau terus membakar sampah-sampah yang berserakan di jantung hatiku….terus…dan terus….sampai menjadi debu dan menghilang…….kini…..saya kembali mendengar suara lembut-MU….”...sekarang kau sudah kembali cantik…mulai saat ini...jagalah jantung hatimu, sayang….jangan pernah menampung sampah-sampah yang tidak perlu…karena itu menghilangkan kecantikan illahiah-mu….” ………..

Terima kasih Tuhan, Engkau telah menyembuhkan saya….sejak saat ini saya akan selalu menjaga kebersihan hati dan kecantikan yang telah Engkau anugerahkan ini….Terima kasih….”.

Thanks God, Guru and those who like this article.
Catatan:
Meditasi memerlukan kefokusan dan Latihan. Tingkat keberhasilan tergantung dari banyak faktor, termasuk makanan.

1 komentar:

  1. Jeng Makasih ya.. sarana tuk meditasinya sangat menyentuh.. ingatkan saya agar bisa terbang dengan ringan tanpa membawa beban yang melelahkan.

    BalasHapus