Minggu, 07 Februari 2016

Mengapa Sulit Menjadi Bijaksana?

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,------------
"Pertanda ia yang hatinya kecil adalah selalu mengeluhkan situasi atau orang lain"

Dear pembelajar,-------------
Bicara tentang hal satu ini memang menarik. Mengapa kita sulit bijaksana? Langsung saja saya jawab, karena kita belum tahu kunci menjadi bijaksana. Teruslah membaca. Saya akan berbagi pengetahuan yang Tuhan berikan tentang tiga komponen yang bisa mengantar kita menjadi bijaksana. Kok Tuhan? Iya. Saya meyakini bahwa setiap kebaikan berasal dari Tuhan, sedang bencana dan keburukan berasal dari selain Beliau. Selain itu, karena Tuhan adalah Samudara Pengetahuan, the Ocean of Knowledge.

Perhatikan kalimat ini....“Tua sudah pasti, tapi menjadi dewasa adalah pilihan” atau “Usianya memang sudah tua, tapi belum jua bijaksana”. Kalimat-kalimat macam itu, sering kita dengar, bukan? Banyak pendapat mengatakan bahwa menjadi bijaksana memang bukan hal mudah. 

Setiap hari dari bangun tidur hingga jelang tidur lagi, kita dihadapkan pada banyak pilihan dan juga banyak hal yang harus diputuskan. Pada satu kesempatan, kita harus membuat pilihan-pilihan, dan pada kesempatan lain kita harus memilih atau mengambil keputusan. Sebagai pembuat keputusan, tentu saja kita tidak boleh disetir oleh ego atau kepentingan pribadi dan golongan. Seringkali keputusan dibuat berdasarkan kepentingan walaupun tidak tampak secara eksplisit. Nah, hal apakah yang dapat memandu kita melaksanakan tugas-tugas itu dengan baik dan tepat?       .

Jawabnya adalah wisdom (kebijaksanaan). Keputusan tepat hanya bisa dibuat oleh orang yang bijaksana. Untuk menjadi bijaksana, kita harus bersedia belajar dan berlatih. Karena “Wisdom is our best guide”, kata Guru. Kebijaksanaan adalah pemandu terbaik untuk menjalankan setiap peran di dalam kehidupan kita. Jika ingin menjadi bijaksana, kunjungilah "tiga tempat" berikut:
  • pengalaman (experience)
  • pembelajaran (learning) dan 
  • intuisi terdalam kita (the deepest intuition).
Karena kebijaksanaan datang dari tiga ‘tempat’' itu, maka setiap hari kita memiliki kesempatan untuk mengumpulkan dan menggunakan ketiga hal itu.
  • Pengalaman (experience), bersumber dari keterlibatan kita dengan kehidupan sehari-hari,
  • Belajar (learning), datang dari observasi, dari memperhatikan atau pengamatan,
  • Intuisi terdalam (the deepst intuition) datang dari kesediaan kita untuk mendengarkan diri sendiri (comes from listening to our self).
Demikianlah kunci menjadi bijaksana. Mulai sekarang, setiap malam menjelang tidur, duduklah... dan tulislah:
  1. Apa sajakah pengalaman saya hari ini?
  2. Apa yang bisa saya pelajari dari pengalaman yang saya dapat?
  3. Apa kata suara hati terdalam saya atas dua poin di atas?
Anda bisa mendengarkan suara hati diri Anda sendiri, bukan? Beritahu saya jika Anda mengalami kesulitan.

Semua yang baik berasal dari Tuhan, sedang keburukan dan bencana, dari selain Dia.

Terima kasih sudah membaca. Thanks God, Guru, BKWSU and those who like this article. Salam damai, bahagia dan terus berkarya!

1 komentar:

  1. Hari ini saya belajar bijaksana ketika bisa memberi kepada yang seharusnya tidak perlu saya pikir tapi saya berusaha memahami bagaimana bila saya di posisi mereka. Menebar rasa bahagia kepada orang lain akan kembali pada diri kita sendiri

    BalasHapus