Jumat, 04 Desember 2015

Mencintai Kok Menderita?

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,
"Jika mencintai membuatmu menderita, maka pasti ada yang keliru"

Dear pembelajar,
“Jangan jatuh cinta kalau tidak mau menderita”. Bunyi status seorang kawan ini, menginspirasi saya untuk kembali menulis. Ya! “Jangan jatuh cinta kalau tidak mau menderita”. Saya pernah mengira ini benar. Sampai kemudian saya menemukan kebenaran yang lain.

Menanam cinta berbuah derita. Bagaimana mungkin? Bukannya ini kontradiktif? Mencintai adalah menanam satu benih yang indah, bukan? Lalu mengapa menanam benih indah berbuah derita?

Saya baru mengerti arti sebenarnya dari mencintai ketika Guru memberikan permata-permata pengetahuan tentang apa itu cinta dan mencintai. Beberapa butir permata itu diantaranya adalah:
  1. Jika kita merasakan sakit karena cinta, cinta yang kita berikan pasti palsu (bukan cinta murni). Cinta murni tidak bersyarat.  Tanda-tanda bahwa cinta kita palsu adalah cinta itu akan memudar manakala orang yang kita cintai berhenti mencintai kita. Mana ada sesuatu yang murni (asli) bisa pudar?
  2. Hanya orang-orang yang kita cintai dengan penuh syarat-lah yang sanggup menyakiti kita sedalam yang kita rasakan.
  3. Jika ia yang dulunya mencintai Anda, tiba-tiba berhenti mencintai, apakah Anda terluka? Sakit yang Anda rasakan itu karena cinta Anda? Atau karena harapan-harapan  pribadi dan hasrat keinginan pribadi terhadapnya agar terus menerus menghargai Anda dan tetap mencintai Anda? Cinta membuat sakit ataukah harapan dan keinginan-keinginan Anda yang menyakiti Anda? 
  4. Tidak ada siapapun dapat melukai Anda kecuali Anda mengijinkan. Bagaimana caranya Anda mengijinkan luka itu masuk? Melalui menjadi sebuah vakum yang selalu ingin menyedot semua yang dimiliki oleh orang lain, kebaikan atau keburukannya. Ini pasti membuat  Anda sengsara. Penyebab penderitaan adalah harapan-harapan kita atas pikiran orang lain, kata-kata orang lain dan perilaku orang lain agar berjalan sesuai yang kita mau/inginkan.
  5. Manakala ada rasa sakit yang terlalu, kita akan kesulitan menghidupkan power sejati kita dan kesulitan mengalami energy cinta mengalir dari sumbernya (Sang Maha Cinta). Hanya kekuatan dari cinta suci, kekuatan cinta tanpa syarat , kekuatan cinta Tuhan-lah yang mampu membebaskan kita dari penindasan rasa sakit yang terjadi dalam bawah sadar kita.
  6. Cinta kasih itu tidak diminta tapi cinta kasih itu diberikan. Cinta kasih itu diberikan. Oleh karena itu, tenggelamlah dalam cinta kasih Tuhan, maka seluruh dunia akan mencintai Anda. Milikilah pikiran baik-baik terhadap semua. Percayalah, kapan Yang Esa menghormati Anda, maka seluruh dunia akan menghormati Anda.

Nah, jika Anda sedang mengalami rasa sakit karena cinta, ini pasti ada yang keliru. Yang harus Anda lakukan adalah mencintai diri Anda sendiri, membuat stabil diri Anda sendiri dan masuk ke dalam (silent). Observasilah rasa sakit itu dengan tanpa rasa takut. Karena pada hakikatnya Anda adalah cinta itu sendiri. Di dalam Anda mengalir cinta Tuhan yang tidak pernah ada habis-habisnya.

Hidup adalah tentang membagi cinta yang ada di dalam Anda. Yang perlu dicatat adalah bahwa Cinta dan Nafsu adalah dua hal yang berbeda. Jangan rancukan ini. Maka bagikan cinta Anda untuk semua, melalui pikiran baik-baik, kata-kata yang lembut dan aktivitas yang indah-indah.

Seperti yang "diajarkan" Tuhan, matahari memberi cintanya, bulan memberi cintanya, bintang, bumi, langit tetumbuhan dan bahkan hewan ---semua memberikan cintanya kepada kita. Apa betul bahwa tugas kita adalah menuntut dan bukan memberi? Think deeply…


Thanks  Guru, my God and those who read this article... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar