Rabu, 16 Desember 2015

Implementasi Porter’s Five Forces Model

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,
To be merciful means to transform the pain and sorrow of others. (BKWSU)
Dear pembelajar,
www.blogger.com
Saya senang mendengar kabar bahwa beberapa dari Anda ada yang sudah cukup lama menjalankan bisnis sendiri, beberapa lagi sedang merintis dan beberapa lainnya punya keinginan untuk berbisnis. Untuk itu, terimalah ini sebagai salah satu alternative yang mudah-mudahan dapat menginspirasi Anda, terkait dengan pertanyaan-pertanyaan Anda tentang persaingan. Bicara marketing lazimnya, tidak bisa lepas dari bicara tentang persaingan. 
Melanjutkan pembicaraan di kelas tentang persaingan, saya tertarik untuk berbagi kepada Anda tentang model lima kekuatan dari Porter.Dengan pemahaman yang jelas tentang letak power, Anda bisa mengambil keuntungan dari kekuatan yang Anda miliki, memperbaiki kelemahan Anda, menghindari langkah-langkah yang keliru. Biasanya, alat ini digunakan untuk mengenali apakah produk, jasa atau bisnis baru berpotensi menguntungkan. Model ini bisa dijadikan alat untuk melihat letak/posisi kekuatan bisnis Anda. Baiklah, inilah lima kekuatan penting yang menurut Porter bisa menjelaskan power (bisnis) Anda:


1.   Supplier Power (power pemasok): perhatikan power dari pemasok Anda! Pemasok bisa dengan mudah menaikkan harga, mengatur Anda dan mengendalikan Anda. Ini terjadi bila : (a). jumlah pemasok Anda terbatas, (b). barang yang Anda butuhkan dari mereka mempunyai keunikan tersendiri dimana hanya pemasok tersebut yang bisa menyediakan, (c). Anda sangat tergantung kepada mereka, (d) Anda harus mengeluarkan biaya yang signifikan bila harus berganti pemasok. Hal ini memperbesar power mereka dan bahkan mereka bisa mendikte Anda. Semakin terbatas pilihan pemasok yang Anda miliki, semakin Anda tergantung kepada mereka, semakin mereka powerful.

2.   Buyer Power (Power Pembeli): Perhatikan power pembeli! Pembeli bisa saja membuat Anda menjadi menurunkan harga Anda. Ini bisa terjadi apabila: (a). jumlah pembeli Anda terbatas, (b) Anda sangat tergantung kepada mereka yang terbatas tersebut, (c). biaya yang mereka keluarkan untuk berpaling dari Anda dan berpindah kepada pesaing Anda, bisa dijangkau (tak signifikan. Semakin terbatas pembeli Anda, semakin powerful mereka, semakin mereka mampu mendikte Anda. Semakin banyak pembeli, semakin meningkat power Anda.

3. Competitive Rivalry: Saya lebih suka menggunakan istilah aslinya, sebab kalau diterjemahkan istilah ini menjadi ‘persaingan yang bersaing’. Yang penting di sini adalah jumlah dan kapabilitas dari pesaing Anda. Apabila Anda punya banyak pesaing yang menawarkan produk yang sama menariknya dengan produk Anda, maka dalam situasi yang demikian, power Anda sangat kecil. Baik pemasok maupun pembeli Anda dapat meninggalkan Anda kapan saja, jika hubungan Anda dan mereka tidak bagus. Sebaliknya, jika taka da siapapun yang bisa melakukan apa yang bisa Anda lakukan, posisi Anda sangat kuat.

4.  Threat of Substitution (Rintangan substitusi): Power Anda akan melemah jika pengganti produk Anda bisa dengan mudah ditemukan. Misalnya hadirnya ojek on line ternyata mampu menggelisahkan bukan hanya ojek pangkalan tapi juga pengusaha transportasi lainnya. Contoh Kasus: Kemudahan prosedur pembelian mobil termasuk keterjangkauan harga mobil merupakan peluang bagi pengusaha transportasi taksi untuk memperbanyak jumlah armadanya, namun di sisi lain kemacetan di jalan raya, merupakan peluang bagi pengusaha ojek on line untuk beroperasi dan mengambil pasarnya. 

5.  Threat of New Entry (Rintangan dari hadirnya pendatang baru): Power Anda juga dipengaruhi oleh kemampuan orang lain untuk masuk pasar Anda. Jika untuk memasuki pasar Anda diperlukan biaya yang tidak terlalu tinggi (secara uang dan waktu), jika proteksi Anda lemah terhadap produk/bisnis Anda, maka competitor baru akan mudah masuk dan memperlemah power Anda. Jika Anda merintangi mereka dengan menciptakan halangan sedemikian rupa untuk mencegah mereka masuk, maka posisi Anda  bagus dan kuat. Anda bisa mengambil keuntungan dari ini. Contoh, sekarang sudah mulai banyak pebisnis me-maten-kan produknya. Ini adalah salah satu cara untuk membuat barrier (rintangan) agar pendatang baru tak mudah masuk. 

Inspired by this video and this site 
Thank you. Salam damai, bahagia dan terus berkarya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar