Selasa, 18 Agustus 2015

Untuk Para Sarjana Ekonomi Baru Universitas 45 Surabaya

Yang saya cintai dan yang saya hormati,
Para Sarjana Ekonomi baru Universitas 45 Surabaya, selamat membaca dan salam damai.
Tadinya saya agak tersendat memilih kalimat pembuka, namun syukurlah dengan bantuan Tuhan, akhirnya semua terkerjakan. Inilah tulisan yang saya janjikan malam itu.
 
Para sarjana baru yang saya banggakan, semoga apa yang kita pelajari bersama-sama di sini, ada gunanya baik bagi kita sendiri maupun bagi masyarakat luas.

Sebagaimana Anda, saya juga sangat bahagia. Terima kasih yang tak terhingga kepada Tuhan Yang Esa. Juga terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Anda semua yang bersedia jatuh bangun belajar di sini bersama kami.

Saya terus mengikuti perkembangan Anda di kampus ini. Saya melihat perjuangan Anda mengatasi setiap rintangan. Terlebih pada saat-saat akhir menjelang kelulusan. Jauh dilubuk hati terdalam saya, saya menghayati betapa banyak kendala yang harus Anda lewati. Bukan hanya kendala pekerjaan di kantor yang harus terselesaikan, namun juga kendala kelelahan fisik, kelelahan mental dan mungkin juga kelelahan finansial. Saya sekali lagi dapat merasakan bagaimana semua itu telah pernah bercampur aduk “mengganggu” benak Anda sebelum ini. Karena seperti itulah saya dahulu. Kuliah sambil bekerja, pasti seseru itu. Ada saat-saat kita dihadapkan pada situasi yang mencemaskan, juga mendebarkan. Namun lihatlah apa yang terjadi kemudian.

Kini Anda telah membuktikan sendiri, bahwa kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan dalam kehidupan itu sebetulnya tidak kita perlukan, bukan? Toh akhirnya tidak terjadi apa-apa kepada Anda semua. Semua baik-baik saja, bukan?

Cobalah untuk flash back/melihat ke belakang apa yang baru saja Anda alami…Anda pasti masih kurang percaya dengan kemampuan kalian. “Kok bisa ya akhirnya melampaui itu semua?” Dan hari ini pertanyaan itu berubah menjadi rasa syukur yang luar biasa. Kini Anda percaya bahwa untuk setiap hal yang kita upayakan, ketika selangkah saja kita mempunyai keberanian, maka Beliau, Tuhan Yang Esa akan mendukung seribu langkah.
Saya tidak tahu apakah Anda juga merasakan begitu cepatnya waktu berputar. Rasanya baru kemarin kita dipertemukan. Baru sebentar saja Tuhan kirim kepada saya guru-guru kehidupan yang luar biasa dan indah hatinya.

Belum tuntas rasanya, saya belajar dari Anda tentang bagaimana caranya mempunyai pribadi yang punya hati seluas itu.

Saya tidak pernah sekalipun mendengar kabar bahwa Anda mengeluh kelelahan (walaupun saya tahu pembelajaran ini cukup melelahkan dan menyita energy, waktu dan uang kalian). Dengan segala keterbatasan, Anda terus berjuang. Anda sama sekali tidak pernah tampak lelah berupaya mengerti dan memahami cara-cara yang kami pilih dalam pembelajaran kita.

Seperti baru kemarin… dan sekarang kita sudah harus berpisah (secara fisik) walaupun sebenarnya saya masih sangat ingin terus bertukar pikiran dengan kalian. Saya tak punya kuasa untuk menahan waktu. Ia harus terus berputar. Air mata ini tak mampu saya tahan.. Masih jelas terlihat di pelupuk mata saya ketika kita pernah belajar bersama-sama. Kita pernah berdiskusi bersama. Kita pernah saling berpeluk memberi keuatan satu dengan yang lain. Saya masih ingat senyum kalian satu per satu. Bersabar dalam mengikuti proses pembelajaran.  

Baru saya sadari bahwa Tuhan benar. Bahwa kalian sejatinya adalah titik-titik cahaya.
Saya berharap jadilah seperti itu dimanapun Anda berada/berkegiatan. Jadilah pribadi yang terus punya semangat, tidak suka mengeluh, tidak mudah berputus asa, senantiasa ramah, penuh hormat dan memelihara kesantunan itu kepada siapapun. Hari ini di  luar sana, apa yang telah kalian miliki itu sudah sangat langka. Pertahankan dan kembangkan kemuliaan pribadi seperti itu untuk menginspirasi yang lainnya.

Tetaplah memiliki hati yang luas dan lapang seperti itu. Rukunlah dan jangan pernah bertengkar serta saling merendahkan. Jagalah tali persaudaraan dan saling tolong menolonglah. Kokohkan hubungan yang intim dengan Tuhan, supaya perilaku Anda terus berada dalam koridor illahiah nan agung. Perhatikan masyarakat dan bantulah dengan sekuat tenaga apa yang kalian bisa bantu.

Terpenting dari semuanya adalah terus menerus tingkatkan kualitas kejujuran setiap hari. Setiap menjelang tidur, jujurlah kepada Tuhan tentang kesalahan pada hari itu dan berjanjilah untuk memperbaiki. Ini akan membawa kita kepada kedamaian hidup. Saya telah menguji coba ini. Saya juga merasakan hasilnya. Ketahuilah bahwa akar dari ketidakdamaian hidup adalah kita tidak mau jujur kepada Tuhan. Jujurlah kepada Tuhan setiap malam tentang kesalahan yang dilakukan setiap hari, berjanjilah untuk memperbaiki, lalu perlahan-lahan perbaikilah. Saya jamin Anda tidak mudah dikalahkan oleh tekanan-tekanan dalam kehidupan.   

Kelulusan ini bukan akhir dari perjalanan Anda, melainkan baru awal menapaki jalan baru. Ingat-ingatlah itu. Anda masih akan menghadapi beberapa adegan lagi yang mungkin lebih menakutkan dan mencemaskan dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Itulah sebabnya, sangat penting untuk mempersiapkan kualitas internal Anda. Power kualitas internal seperti itu hanya bisa diminta dari Tuhan.

Diluar sana, banyak sekali sarjana. Mereka bukan hanya pintar, tapi mereka produk dari perguruan tinggi ternama yang dipuja-puji dan dibangga-banggakan oleh masyarakat luas. Pesan saya, jangan pernah menganggap mereka pesaing. Bekerjasamalah dengan mereka dalam banyak hal dalam kebaikan. Punyailah pikiran baik-baik, kata-kata yang senantiasa lembut dan baik-baik serta perbuatan yang baik-baik. Jumlah Anda tidak banyak, namun bila tiga hal itu kalian miliki, dimanapun Anda berada Anda akan baik-baik saja. Tuhan sendiri yang akan menjaga kehormatan Anda. Jadilah mercusuar hidup dimana setiap gerakan Anda menyalakan cahaya kebaikan untuk semua.

Percayalah, ketika pikiran, kata-kata dan perbuatan selalu dijaga dalam harmoni, tetap berada dalam koridor kebaikan, Anda tidak lagi memerlukan kosmetik dan kemasan mahal untuk menarik perhatian siapapun. Masing-masing Anda akan menjadi gagah, cantik dan terhormat di mata Tuhan. Jika Tuhan menghormati Anda, seluruh dunia akan menghormati Anda. Jadi jelas bukan? Bergelar dan berguna adalah dua hal yang berbeda. Sebab yang bergelar belum tentu berguna. Maka jadilah sarjana yang berguna.

Terakhir sekali, saya ingin berbagi pesan seorang guru:
“Pada saat Anda merasa sedang berjalan sendirian, kaki yang Anda saksikan sedang berjalan sendirian itu bukanlah kaki Anda melainkan kaki Tuhan. Anda lupa bahwa Anda sedang berada dalam gendongan Tuhan. Maka, apapun situasinya dan bagaimanapun kondisinya, jangan pernah takut. Jangan pernah cemas. Berupayalah dengan keberanian dan kejujuran”

Salam damai, bahagia dan terus berkarya! Thanks God.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar