Senin, 06 April 2015

Why Spiritual Marketing? (4) : Selling Concept versus Marketing Concept

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,
“Yang menarik dari pengertian jalan hidup adalah, disamping dapat diciptakan oleh tangan Anda sendiri, ia juga telah ditetapkan sebelumnya” (Dadi Janki)

Dear pembelajar,
Ini menjawab pertanyaan dari beberapa mahasiswa, namun sejak hari ini, identitas tentang penanya, hanya akan menjadi catatan pribadi saya. Di kelas kita pernah membicarakan filosofi pemasaran dan salah satu yang masih menjadi pertanyaan adalah, perbedaan mendasar antara konsep penjualan dan konsep pemasaran. Baiklah, saya akan menjawab sekarang.

Selling Concept berfokus kepada kebutuhan penjual, bukan kebutuhan pelanggan. selling concept asyik berkonsentrasi kepada kebutuhan sang penjual, yakni bagaimana produk-produknya bisa segera diubah menjadi uang (cash). Asumsi selling concept adalah bahwa hanya produk-produk yang dikomunikasikan kepada pelanggan, itu yang bakal diminati atau dibeli. Maka, orientasi penjual atau pemasar adalah promosi gencar. Satu-satunya alat untuk mengubah produk menjadi uang adalah promosi.

Lalu apa bedanya dengan marketing concept? Ide dasar marketing concept adalah kebutuhan pelanggan dan bagaimana perusahaan bisa mengambil “keuntungan” dari merespon kebutuhan tersebut. Mengingat setiap kebutuhan dan keinginan pasar adalah peluang bisnis, maka harus segera direspon. Bagaimana perusahaan merespon kebutuhan pasar? Tentu saja melalui penciptaan produk yang tepat, menetapkan harga yang tepat, mempromosikan dan mendistribusikan dengan tepat. Apa arti kata “tepat”? Dalam bahasa manajemen pemasaran, tepat berarti sesuai dan bila perlu melampaui kebutuhan dan keinginan pelanggan. Kata “tepat” juga mengandung makna, memuaskan atau memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Jadi bedanya jelas. Selling concept berorientasi kepada volume penjualan (cash), yang itu dilakukan dengan promosi gencar, sementara marketing concept, orientasinya adalah memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan melalui marketing mix. Marketing mix sering ditulis dalam bahasa Indonesia sebagai ‘bauran pemasaran’. Marketing mix juga sering diucapkan dengan kata 4P (product, price. Promotion, place). Perhatikan bahwa dalam selling concept, alat yang digunakan hanya satu P saja, yaitu ‘promosi’.

Demikian, semoga terjawab keingintahuan Anda. Salam bahagia dan terus berkarya!  
Link terkait:

1 komentar: