Selasa, 14 April 2015

The Spiritual Knowledge Series: Meguru

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,

"Apakah mungkin memaafkan dan melupakan? 
Ya, tetapi terjadi dengan urutan sebaliknya. Pertama Anda melupakan. Baru kemudian memaafkan. Anda tak kan pernah memaafkan suatu kejadian/situasi, jika hati/kepala masih bertahan pada kejadian/ situasi tersebut" (BKWSU)

Dear pembelajar, 
Apa yang saya tulis ini pun pernah saya tulis di kompasiana.com. Ini adalah bagian dari proses pembelajaran mengenal diri sendiri, juga mengenal Tuhan. Orang jaman dahulu menyebutnya sebagai meguru. Kita sedang membicarakan pengetahuan tentang jiwa, tentang spirit dan sedang mempelajari spiritual knowledge untuk membangkitkan kecerdasan illahiah (SQ-Spiritual Quotient). Inilah bagian dari pengalaman tersebut...


Mengarungi luasnya samudra ilmu pengetahuan, membawaku membuka Thai Hak, Kitab Warisan Mulia kaum Khong, yang merupakan Ajaran Permulaan untuk masuk Pintu Gerbang Kebajikan. 

Kubaca di sana:

“Orang jaman dahulu yang hendak menggemilangkan Kebajikan Yang Bercahaya pada tiap umat di dunia, ia lebih dahulu berusaha mengatur negerinya; 

untuk mengatur negerinya, ia lebih dahulu membereskan rumah tangganya; 

untuk membereskan rumah tangganya, ia lebih dahulu membina dirinya; 

untuk membina dirinya, ia lebih dahulu meluruskan hatinya; 

untuk meluruskan hatinya, ia lebih dahulu mengimankan tekadnya; 

untuk mengimankan tekadnya, ia lebih dahulu mencukupkan pengetahuannya; 

untuk mencukupkan pengetahuannya, ia meneliti hakekat tiap perkara”—-

Hmm…

Terima kasih sudah membaca. Terima kasih Allah, Samudra Ilmu Pengetahuan. Terima kasih kepada semua yang menginspirasi. Salam bahagia dan terus berkarya! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar