Senin, 23 Maret 2015

Why Spiritual Marketing? (3): Jawaban Beberapa Pertanyaan Tentang Spiritual Marketing

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu, 
"Malas membuat Anda tidak jujur. Sebab malas pasti menuntun Anda mencari-cari alasan"

Dear pembelajar,
Ini adalah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Anda, yang  masuk kedalam catatan saya. 
Pertanyaan Zainal Abidin:
Mengapa manajemen pemasaran begitu penting?
Jawab :
Sejalan dengan perkembangan usaha dan persaingan, manajemen pemasaran menjadi penting dipelajari. Sebab, tanpa pemasaran, produk yang diciptakan tidak akan sampai kepada pasar. Manajemen pemasaran memungkinkan mahasiswa mengerti:(a) Bahwa pemasaran bukan semata penjualan, namun proses pemasaran berlangsung dari jauh sebelum produk dihasilkan sampai jauh setelah produk dikonsumsi oleh pasar. (b) Pentingnya pelayanan. (c) Pentingnya menjadikan setiap jiwa dalam organisasi adalah pemasar. Jiwa yang tidak menyadari bahwa dirinya di dalam organisasi (tempat dia terlibat) adalah seorang pelayan konsumen, maka ia pasti masih mengalami kesedihan, kekecewaan, ketidakbahagiaan, kecemasan, kekhawatiran, ketidaknyamanan, ketidakamanan, merasa terancam, ketidakadilan, dan ketidakpuasan. Apapun nama organisasinya, selama di dalam organisasi masih ada jiwa-jiwa yang tidak sadar sebagai pemasar (pelayan), keberhasilan yang sehat tidak akan dicapai.(ada keberhasilan yang sehat, ada keberhasilan yang tidak sehat/semu). (d) Pentingnya memahami perilaku pasar/konsumen (e) Bahwa pemasaran bukanlah semata aktivitas komersil materialitis, namun lebih jauh itu adalah mendukung aktivitas perekonomian yang sehat, yang tidak merusak, baik lingkungan alam, masyarakat, kesehatan, maupun perekonomian itu sendiri.

Apa yang dimaksud dengan riset pemasaran?
Jawab:
Beberapa pengertian riset pemasaran: (a) Semua kegiatan yang menyediakan informasi untuk memberikan pedoman dalam pembuatan keputusan pemasaran (Sudman dan Blair, 1998). (b) Proses perancangan, pengumpulan, penganalisisan dan pelaporan informasi yang digunakan untuk memecahkan masalah pemasaran secara khusus (Burns dan Bush, 1998). (c) Suatu metode yang sistematik dan obyektif dalam mengindentifikasi, mengumpulkan, menganalisis, mendistribusikan dan menggunakan informasi dengan tujuan memperbaiki pembuatan keputusan yang berkaitan dengan pengidentifikasian dan pemecahan masalah serta peluang dalam pemasaran.

Apa yang dimaksud dengan wants?
Jawab: 
Wants adalah keinginan yang dilatarbelakangi oleh kebudayaan atau kebiasaan. Missal: saya butuh (needs) berkomunikasi, saya tidak ingin berkomunikasi dengan tilpun biasa yang hanya bisa mendengar suara, saya ingin (wants) berkomunikasi dengan alat (HP) yang canggih, sehingga partner bicara saya bisa melihat wajah saya dan saya juga bisa melihat wajahnya.

Pertanyaan Mailina Suanggari 
Tentang pengertian riset pemasaran, sudah terjawab di atas (Zainal Abidin). Tentang Etika Pemasaran, dan perilaku konsumen, ikuti jawaban atas pertanyaan di bawah nanti. 

Pertanyaan Samantha C.P tentang pengertian produk. 
Jawab: 
Produk adalah segala sesuatu (apapun) yang bisa ditawarkan kepada pasar untuk diminati, dibeli atau dikonsumsi. Dengan demikian, produk bukan hanya berbentuk fisik, namun bisa juga berbentuk jasa, tempat, event/peristiwa, orang, property, gagasan (ide), pengalaman dll yang memiliki daya dan nilai jual, serta bisa ditawarkan kepada pasar.

Tentang pengertian needs (kebutuhan):
Kebutuhan adalah sebuah kondisi dimana seseorang memerlukan sesuatu, yang apabila sesuatu itu tidak ada/tidak tersedia, orang tersebut merasakan tidak nyaman atau merasakan kehilangan. Kata Maslow, kita memiliki kebutuhan dasar yang sama, antara lain : Physiological needs, security needs, social needs, esteem needs dan sel actualization needs.

Contoh: kebutuhan makan. Saya butuh makan, Anda juga butuh makan. Namun, saya ingin makan nasi, Anda mungkin ingin (want) makan roti, gandum, bubur, sagu, jagung, burger, daging (dilatarbelakangi oleh budaya/habit, atau juga pengaruh orang lain yang akhirnya jadi habit/kebiasaan). Pertanyaan ini menjawab juga pertanyaan tentang keinginan (wants). Jawaban atas pertanyaan Anda tentang Pemasaran, bisa baca jawaban saya atas pertanyaan Zainal Abidin di atas.

Peratanyaan Okky Novianto
Pertanyaan Anda tentang pengertian spiritual marketing, terjawab di sini, di sini, dan di sini

Tentang apa yang dimaksud dengan self actualization needs.
Jawab: 
Kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan puncak menurut Maslow, setelah empat kebutuhan lainnya (esteem, social, security dan fisiological needs) terpenuhi. Kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan seseorang akan sebuah pengakuan bahwa ia nyata/ada/actual/terlihat/dipertimbangkan. Dalam kehidupan sehari-hari, setelah empat kebutuhan tersebut terpenuhi, saya akhirnya juga butuh “dianggap” bahwa saya ini, ada. Baik  dalam pergaulan pekerjaan, pertemanan dan Organisasi). Contoh: Dalam karir, saya membutuhkan tantangan pekerjaan-pekerjaan baru yang beda dari biasanya. Saya butuh makan makanan berkelas atau minum kopi di kedai yang terpajang di mall/pasar modern, supaya saya kelihatan berkelas dan tidak ndesit. Meskipun menurut saya, ini bukanlah kebutuhan, namun keinginan. Sels actualization dalam pandangan saya, buikan kebutuhan, namun keinginan. Tetapi Anda boleh berpendapat berbeda dengan saya soal ini.  

Tentang apa pentingnya perilaku konsumen.
Jawab:
Perilaku konsumen penting diketahui sebab mengerti perilaku konsumen memberi keuntungan pada pemasar. Jika perilaku konsumen (missal: cara konsumen mengambil keputusan pembelian) dipahami, maka strategi pemasaran bisa disusun dengan optimal. Strategi produk, harga, promosi dan distribusi (secara teori pemasaran), hanya dapat disusun setelah kita mengetahui perilaku dari pasar, atau perilaku dari target pasar, atau perilaku dari pembeli.

Pertanyaan Arista Wahyu  
Tentang apa yang dimaksud dengan potential buyers
Jawab:
Potential buyers adalah mereka yang mempunyai keinginan untuk membeli, mempunyai daya beli tapi belum melakukan tindakan pembelian (belum menjadi actual buyers). Adalah tugas pemasar untuk mengubah potential buyers menjadi actual buyers.

Pertanyaan Anggar Eka Putri 
Tentang organizational market

Jawab: 
Organizational market adalah pasar atau target pasar yang membeli produk Anda, bukan untuk dipakai/dikonsumsi sendiri, melainkan untuk maksud lain seperti dijual kembali, digunakan untuk kepentingan institusi atau organisasi. Tentang perilaku konsumen, silakan baca jawaban saya atas pertanyaan Okky. 

Pertanyaan Ali Akbar
Tentang apa yang dimaksud dengan melihat kualitas diri.
Jawab:
Kualitas diri yang asli dalam konteks spiritual marketing adalah kualitas asli dari jiwa yang terdiri dari kecerdasan spiritual (illahiah). Kualitas asli setiap jiwa (diri) adalah positif, seperti baik, cinta kasih, belas kasih, bersih, jujur, tidak menyakiti, tidak merusak, tidak melukai dll. Baca juga artikel ini, untuk lebih jelasnya. Dianjurkan juga membaca Marketing Yourself ini, sebagai pelengkap.

Tentang apa yang dimaksud dengan end customer.
Jawab:

End customer adalah pembeli akhir, maksudnya, mereka yang membeli produk Anda untuk dikonsumsi sendiri.

Desi Sagita, tentang riset pemasaran, Aditya Putra tentang riset pemasaran, sudah terjawab. Sementara tentang social needs, ini jawaban saya:

Social needs adalah kebutuhan bersosialisasi. Kebutuhan bergaul. Dalam organisasi, ini dinyatakan dengan kebutuhan berhubungan baik dengan rekan kerja, baik itu hubungan vertikal (atasan bawahan), maupun hubungan horizontal (dengan rekan kerja selevel).

Pertanyaan Nur Kholifah tentang potential dan actual buyers, terjawab di atas

Pertanyaan Muhammad Rizki: 
Apa yang dimaksud bahwa spiritual tidak jauh dari etika pemasaran?
seharusnya memang tidak jauh, namun faktanya sering jauh...Etika pemasaran cenderung membahas bagaimana mengelola aktivitas pemasaran yang bersih menurut aturan-aturan pemerintah, yang lebih banyak dilanggar dari pada tidak. Beda Etika pemasaran dengan spiritual marketing adalah bahwa seluruh aktivitas spiritual marketing dilakukan dengan memberdayakan kecerdasan spiritual/kecerdasan illahiah. Menggunakan nilai-nilai kebajikan luhur atau nilai-nilai illahiah.

Tentang "Bagaimana cara mempengaruhi pelanggan secara psikologis?"
Saya langsung beri contoh saja ya! Salah satu contoh: Anda ganggu psikisnya (bukan fisik atau badannya). Anda katakan bahwa HP-nya jadul dan sudah tidak keren lagi. Anda bujuk bahwa dengan fitur ini itu, ia menjadi semakin keren dan tidak ketinggalan jaman. Maka, dijamin, lebih banyak yang goyah dari pada yang tidak goyah. Bila perlu berhutang, nyicil atau menggunakan credit card.

Terima kasih, semoga bermanfaat. Salam bahagia dan terus berkarya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar