Minggu, 07 September 2014

Pengertian RISET

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,---
"Bergelar dan berguna adalah dua hal yang berbeda. Yang bergelar belum tentu berguna" (Aridha Prassetya) 
Dear pembelajar,
Masih terus mengalir pertanyaan-pertanyaan terkait dengan riset. Pertanyaan tersebut utamanya datang dari mahasiswa program sarjana strata satu yang sedang menyusun skripsi. Meskipun cukup variatif saya menulis topik-topik terkait dengan hal ini, namun beberapa dari Anda masih merasa belum sepenuhnya paham. Saya yakin bahwa kekurangpahaman ini hanya disebabkan oleh kealpaan untuk memelajari (meng-klik) artikel lain yang relevan, yang selalu disertakan.

Bagaimanapun, saya sanat berterima kasih, sebab inilah jalan utama yang Anda hadiahkan untuk saya. Yang membuat saya terinspirasi dan lalu terus menulis dan menulis di sini.

Mendengar kata skripsi, pikiran Anda pasti spontan terhubung dengan kata riset (penelitian). Bisa jadi kemudian Anda bingung memilih topic apa yang ingin Anda teliti. Iya, kan?

Anda pasti sudah belajar banyak tentang pengertian riset, namun satu alternative lagi saya berikan, agar Anda memunyai gambaran yang lebih luas tentangnya.

Riset atau penelitian (Augusty Ferdinand, 2006) adalah proses investigasi ilmiah terhadap sebuah masalah yang dilakukan secara terorganisir, sistematik, berdasarkan data terpercaya, bersifat kritikal dan obyektif, yang memunyai tujuan untuk menemukan jawaban atau pemecahan atas satu atau beberapa masalah yang diteliti.

Jadi, penelitian itu adalah sebuah proses investigasi atau penyelidikan.
Terhadap apa? Terhadap sebuah problem atau masalah atau persoalan.
Bagaimana melakukan proses investigasi tersebut? Secara terorganisir, sistematik, berdasar data terpercaya, kritis dan obyektif.
Untuk tujuan apa? Menemukan jawaban atas masalah/persoalan dan atau memecahkan masalah.

Jadi apa syarat utama riset? Harus ada masalah/persoalan yang ingin ditemukan jawabannya atau ingin dipecahkan.

Pertanyaan selanjutnya (masih menurut Ferdinand) adalah bagaimana kita bisa mengenali bahwa ada masalah tertentu yang bisa diteliti atau dijadikan bahan penelitian?
  1. 1. Dari fenomena berupa data yang menunjukkan penyimpangan. Artinya data yang ada tidak seperti yang seharusnya. (Misal kinerja finansial harusnya bagus, tapi kok yang ada data finansial tidak seperti perkiraan yang seharusnya; data penjualan harusnya meningkat, tapi justru menurun, kinerja layanan harusnya bagus, tapi faktanya amburadul, karyawan bank sudah diberi pelatihan pelayanan, tapi masih terjadi antrean panjang, dll---ini berarti ada masalah)
  2. 2. Dari kesenjangan temuan penelitian sebelumnya (research gap). Misal, peneliti sebelumnya membuat temuan yang menarik perhatian Anda, yang menurut Anda temuan itu tidak bisa diterapkan pada kasus yang Anda teliti, yang ini kemudian merangsang Anda untuk melakukan penelitian ulang atau penelitian lanjutan.
  3. 3. Dari kesenjangan teori. Artinya, (mengapa) teori yang ada tak mampu menjelaskan situasi tertentu yang sedang diamati. Ini biasanya dilakukan oleh mahasiswa program doktor yang mendapati bahwa teori yang ada tidak bisa menjelaskan fenomena atau situasi tertentu, sehingga ia mampu menemukan teori baru.

Demikian alternative lain tentang pengertian riset, semoga bermanfaat.
Salam bahagia dan terus berkarya!  
Jangan lupa membaca artikel-artikel terkait!

Referensi:
Augusty Ferdinand, Metode Penelitian Manajemen, Ed.2. 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar