Senin, 21 April 2014

Skripsi: Menulis Kutipan



Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,-

“Raga yg tidak mengenali jiwa sejatinya,ia tak pernah merdeka” (Aridha Prassetya)

Dear pembelajar,

Sebelumnya, kita telah belajar merumuskan masalah, mengenali variabel penelitian, mendefinisikan variabelsecara operasional dan menemukan indikator. Dalam kesempatan ini, saya ingin menulis tentang Kajian Pustaka dan Kutipan dalam Karya Ilmiah.

Dalam bukunya “Karya Ilmiah, Artikel Ilmiah dan Hasil Penelitian” (Didin dan Iis 2011), mengemukakan bahwa secara umum, kajian pustaka dibagi dalam dua hal, yakni kumpulan teori para ahli yang ditulis dalam buku teks ber-ISBN (International Standard Book Number) dan hasil-hasil penelitian empiris dalam bentuk artikel ilmiah, abstraksi dari para sarjana, master dan doktor dari berbagai perguruan tinggi (dalam maupun luar negeri). Hasil-hasil penelitian ini biasanya terdapat dalam jurnal ber ISSN (International Standard Serial Number).


Selanjutnya, mari kita perhatikan cara membuat kutipan. Kutipan kurang dari lima baris, diketik dua spasi, sedang kutipan lebih dari lima baris diketik satu spasi.


Masih menurut Didin dan Iis, sumber kutipan ditulis dalam kurung dengan menyebutkan nama akhir penulis, tahun tanpa koma, dan nomor halaman jika dipandang perlu.


Contoh:

  1. Bila kutipan berasal dari satu sumber dan satu penulis (Prassetya 2012), atau (Prassetya 2012:71)
  2. Bila kutipan berasal dari satu sumber dan dua penulis (Prassetya dan Budi 2012), atau jika lebih dari dua penulis (Osbom et al. 1994 atau Amidan dkk. 1995)
  3. Bila kutipan berasal dari dua sumber dengan penulis yang berbeda: (Osbom 1994,Nick 1995)
  4. Bila kutipan berasal dari dua sumber dengan penulis yang sama: (Osbom 1992, 1994), jika tahunnya sama (Osbom 1994a, 1994b)
  5. Bila kutipan berasal dari institusi: (IAI, 1994), (ISEI, 2010)

Semoga bermanfaat. Salam bahagia dan terus berkarya!

3 komentar:

  1. Tergantung beberapa hal yg harus diperhatikan juga bu. Dia pake, footnote in note, atau end note. Yg penting juga kebijakan lembaga tempat penelitian atau tempat dikeluarkannya karya ilmiah itu :)

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Beddu,
      Dalam tulisan yang ini saya merujuk Didin.
      Itu artinya, ada juga pendapat lain yang boleh dirujuk.
      Saya memilah-milih, mana yang mudah buat belajar,
      kali ini, saya percaya referensi yang ini bagus buat dipelajari.

      Saya membebaskan saja soal rujukan.
      Tidak harus merujuk karya orang asing. Karya kawan lokal pun, saya senang menjadikan rujukan.
      Karya Beddu pun, kalau ada, akan dg senang hati saya rujuk :)
      Kalau ada yang mudah dan memudahkan, senyampang tidak melanggar rambu, go on saja :)
      Tq
      salam bahagia dan terus berkarya!

      Hapus