Senin, 10 Maret 2014

Manajemen Pemasaran Asli Indonesia (1) : Pendahuluan



Bacalah dengan nama Tuhanmu,---
"Aku senang membuat setiap detikku bermakna, sebab hidup bermakna itu indah" (Aridha Prassetya)
Dear pembelajar,---
Selamat berjumpa dalam pembelajaran baru bersama saya, Aridha Prassetya. Matakuliah ini bernama Manajemen Pemasaran Asli Indonesia. Sengaja saya tulis untuk pemogram mata kuliah tersebut, yang sedang berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas 45 Surabaya, meskipun tidak berarti bahwa orang lain tidak boleh membaca/belajar.


Anda pasti bertanya-tanya tentang buku apa gerangan yang saya wajibkan agar dibaca dan apa yang akan kita bicarakan dalam mata kuliah ini.


Tentang buku, mungkin di tempat lain mewajibkan buku karya penulis asing tertentu yang namanya susah dihafal, namun di sini, saya membebaskan Anda untuk membaca buku Manajemen Pemasaran, karya siapa saja. Boleh penulis asing, boleh juga penulis dari negeri sendiri. Pilih mana saja yang Anda suka dan mempermudah belajar Anda. Terpenting bagi saya adalah, Anda belajar dan memahami, lalu kemudian berguna ketika Anda ingin berpraktik dalam kehidupan nyata.


Buku teks Manajemen Pemasaran berbahasa asing, dibuat oleh mereka yang hidup dan berpengalaman melihat, mendengar dan mungkin melakukan praktik-praktik pemasaran di luar sana. Contoh-contoh yang ditulis pastinya adalah praktik-praktik pemasaran yang terjadi di sana atau di dunia internasional. Anda boleh membaca itu, namun sementara membaca, Anda harus berupaya mengasosiasikannya dengan kondisi yang ada di sini, di Indonesia. Kita mempunyai ragam bisnis yang unik, yang belum terjangkau oleh mereka. Saya berpikir bahwa inilah saatnya kita berorientasi dan memperhatikan bisnis-bisnis dalam negeri yang sangat menarik dan belum pernah tersentuh oleh penulis asing.


Kotler, Stanton, Craven, Trout, dan penulis asing lain tidak mungkin masuk terlalu dalam memperhatikan bagaimana warung-warung nasi pecel dikelola oleh pemiliknya di negeri Indonesia ini, baik yang ada sudut-sudut gang/kampung, di area kost-kost-an maupun di pinggir-pinggir jalan, hingga berhasil mampu membiayai kebutuhan hidup keluarga dan juga sekolah anak-anaknya. Bahkan ada yang mampu hingga menunaikan ibadah haji dari usaha yang ditekuninya.


Belajar dari literatur asing, memang menyenangkan. Sangat bagus bila kita mau belajar dan akhirnya mau mengambil pelajaran dari apa yang mereka tulis. Artinya, literatur tersebut dapat menginspirasi kita memperhatikan kondisi riil keadaan di sini, dan kita tidak lantas hanya berhenti pada titik terkagum-kagum saja terhadap cara mereka. Kita perlu menyadari bahwa di sini di Indonesia, jauh lebih menarik, jauh lebih unik dan jauh lebih variatif. Saya berpendapat bahwa Ilmu pengetahuan para praktisi ekonomi rumahan ini, praktisi ekonomi tingkat pedesaan, layak kita pelajari secara mendalam. Mengapa pelaku ekonomi lapisan paling bawah ini, tidak pernah besar?


Karena banyak dari kita yang abai terhadap keberadaan dan sumbangan mereka. Tidak sedikit literatur asing mengajarkan kita mengagung-agungkan kegiatan ekonomi level atas. Tanda-tandanya adalah bahwa kasus-kasus yang dibahas kebanyakan hanya bisnis-bisnis yang terkenal secara internasional. Padahal jika mau jujur, kontribusi pelaku ekonomi lapisan bawah, sangat besar.


Perhatikan pelaku usaha jamu gendong, warung pecel, warung rujak, warung kuliner, usaha odong-odong, peracangan, pedagang sayur keliling, pedagang bakso keliling, pedagang pangsit keliling, pedagang siomay keliling, pedagang pasar tradisional, petani, petambak, nelayan dll, yang hidupnya jauh dari ketergantungan kepada pemerintah. Bandingkan dengan bisnis besar yang banyak dikagumi, namun lebih banyak hanya membuat konsumen menjadi bodoh dan terjerembab, seperti bisnis rente yang dinamai bank/perbankan yang membunuh koperasi kita, bisnis kartu kredit, jasa leasing, mall dan pasar modern, gadget, pendidikan mahal, migas (yang hampir tiap tahun bermasalah), dll.


Koperasi-koperasi terbunuh dan tergantikan oleh elit perbankan yang mengambil keuntungan sepihak. Contoh sederhana, di koperasi simpan pinjam, misalnya. Dalam koperasi, setiap anggota adalah pemilik usaha, yang juga berhak mendapat bagian keuntungan atau sisa hasil usaha, pada setiap akhir tahun/periode. Anggota yang meminjam uang, tentu saja akan mendapat bagian hasil usaha, sesuai “jasa” yang diberikan untuk pengembangan koperasi.


Pernahkan Anda bandingkan dengan apa yang dilakukan oleh bank? Yang ada adalah bahwa peminjam tidak mendapat bagian apapun kecuali harus menanggung bunga yang tidak sedikit. Perguruan tinggi mana saja yang hari ini peduli dengan “terbunuhnya” koperasi dan lalu menggalakkan kembali peran koperasi? Koperasi dianggap kuno sehingga tidak lagi perlu diberikan kepada mahasiswa, sebab, jika koperasi hidup, maka keberadaan perbankan mungkin bisa “terancam” dan “gengsi” itupun akan hilang. Apa pendapat masyarakat kita jika ada tetangga yang, satu bekerja di bank, dan satunya lagi bekerja di koperasi. Mana yang dianggap lebih bergengsi?


Itu hanya sedikit saja gambaran. Selebihnya, bisa kita kembangkan pembicaraan ini di kelas tatap muka.


Nah, apa saja kata kunci yang perlu Anda ketahui dan akan terus menerus disinggung sepanjang pembelajaran Manajemen Pemasaran Asli Indonesia, sepanjang satu semester, ini? Terlebih dahulu Anda harus mengenal dan paham akan istilah-istilah berikut, karena ini akan terus diulang-ulang selama pembelajaran:

  1. Pasar : pembeli dan calon pembeli
  2. Terget market : pembeli yang disasar/dituju
  3. Pangsa pasar : bagian pasar yang dilayani
  4. Segmen : kelompok pembeli
  5. Segmentasi : tindakan mengelompokkan pembeli
  6. Pemasaran : upaya penjualan 
  7. Manajemen pemasaran : mengelola upaya penjualan
  8. Produsen : pihak penghasil produk
  9. Produksi : kegiatan mengubah bahan baku menjadi produk siap jual/beli/konsumsi.
  10. Produk : segala sesuatu yang bisa ditawarkan kepada pasar untuk dibeli/dikonsumsi
  11. Jasa : produk tidak berwujud fisik
  12. Konsumen : mereka yang mengonsumsi produk
  13. Pembeli/buyer : mereka yang membeli produk
  14. Konsumsi : penggunaan produk
  15. Perilaku konsumen : sikap konsumen terhadap produk
  16. Keputusan : keputusan pembelian
  17. Kepuasan : keadaan hati yang dirasakan konsumen setelah mengonsumsi produk dengan cara membandingkan antara harapan dan kinerja produk.
  18. Kebutuhan*
  19. Keinginan *
  20. Pesaing : pihak lain yang menawarkan produk sejenis*
  21. Lingkungan pemasaran : kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi kerja dan kinerja pemasaran.
  22. Positioning: pemosisian produk dalam benak pelanggan/konsumen
  23. Keunggulan bersaing: faktor unggul yang tidak dimiliki pesaing
  24. Value/nilai : keuntungan non materiil yang dirasakan konsumen yang tidak disediakn oleh produk lain
  25. Harga*
  26. Promosi*
  27. Distribusi/place*
  28. Daya beli : kemampuan beli
  29. Budaya*
  30. Sosial*
  31. Personal*
  32. Psikologis*
  33. Peluang*
  34. Product development ; pengembangan produk
  35. Market development: pengembangan pasar
  36. Diversifikasi*
  37. Penetrasi pasar*
  38. Persaingan*
  39. Pasar global*

Sangat mungkin Anda mendapati bahwa definisi saya tidak seperti definisi dari penulis lain yang kompleks dan panjang-panjang. Semua ini disebabkan karena saya berpendapat bahwa itulah inti dari definisi yang selama ini dibuat panjang-panjang dalam berbagai literatur. Ada pameo, kalau bisa dipermudah, mengapa harus dipersulit? Istilah-istilah yang bertanda bintang, akan kita bicarakan di kelas.


Saya tertarik ikut aliran bahwa inti dari pemasaran adalah penjualan, namun bedanya dengan yang lain adalah bahwa, penjualan dalam paham saya adalah penjualan yang sehat dan mengandung nilai-nilai spiritual yang membahagiakan dan menjaga kesehatan kedua belah pihak, baik penjual, maupun pembeli.


Sepanjang semester ini, kita akan bicara tentang produk asli Indonesia yang dalam penglihatan mata biasa dianggap sebagai  kegiatan ekonomi lapis bawah. Kadang orang menyebut dengan sektor informal atau ekonomi mikro.

Sekarang, silakan Anda berimajinasi tentang hasil bumi Indonesia pada masing-masing daerah, tentang kegiatan ekonomi lapis bawah di kanan-kiri tempat Anda tinggal, tentang kegiatan ekonomi di pasar tradisional terdekat dengan rumah tinggal Anda dan tentang sesuatu kegiatan ekonomi yang unik dan menarik hati Anda. Kita akan membicarakan ini di kelas. 

Terima kasih sudah membaca. Terima kasih Allah, Yang Maha Berilmu-pengetahuan. Terima kasih kepada semua yang menginspirasi.

Salam bahagia dan terus berkarya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar