Sabtu, 28 September 2013

Memilih Topik dan Dosen Pembimbing Skripsi



Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,---
"Bergelar dan berguna adalah dua hal yang berbeda, 
yang bergelar belum tentu berguna" (Aridha Prassetya)
Dear pembelajar,
Masih banyak pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa tentang topic skripsi. Sebenarnya sudah pernah ditulis di sini, namun mungkin masih belum jelas. Baiklah saya akan menulisnya lagi untuk Anda.

Topic skripsi haruslah, manageable , obtainable, significance dan interest. terlebih dahulu saya akan membahas manageable. 

Manageable bermakna, Anda dapat mengelola penelitian dengan baik. Artinya, keilmuan Anda memadai, seluruh proses penelitian akan dengan mudah dapat Anda lalui dan dosen pembimbingnya tersedia.

Bila Anda tidak tertarik dan tidak menguasai konsentrasi/bidang ilmu tertentu, maka jangan diambil. Bila memaksakan diri, ini akan menyulitkan perjalanan penyusunan skripsi Anda sendiri. Kalau ilmunya Anda pegang, maka proses penelitian akan terkelola dengan efektif.

Selanjutnya tentang dosen pembimbing. Yang saya maksudkan dengan ketersediaan dosen pembimbing adalah bukan hanya tercantum namanya saja dalam daftar dosen pembimbing yang dimiliki oleh ketua prodi/jurusan. Juga bukan hanya ada wujud fisiknya saja, namun juga beliau punya track record yang baik dalam hal memperhatikan kepentingan mahasiswa.

Banyak sekali kasus, mahasiswa menjadi korban. Dosen pembimbing tidak komit terhadap tugas-tugas sebagai pembimbing skripsi. Dosen pembimbing terbang kesana- kemari mengerjakan proyek lain, hingga mahasiswa menjadi terlantar. Bila Anda tidak termasuk mahasiswa yang super gigih dan tidak punya anggran berlebih untuk membayar harga kemoloran-kemoloran waktu kelulusan yang diakibatkan oleh proses pembimbingan yang tersendat-sendat, maka jangan memilih Dosen macam ini.

Bagaimana cara mengetahuinya? Kakak kelas Anda, punya informasi tentang ini. Rajinlah berkomunikasi dengan kakak kelas Anda yang lebih dahulu menjalani proses pembimbingan. Mereka punya lebih banyak pengalaman tentang dosen pembimbing. Informasi ini penting untuk mengambil keputusan. Jangan lupa untuk mendiskusikan hal ini dengan ketua program studi/jurusan.  

Seorang ibu yang dananya terbatas untuk membayar kemoloran skripsi, menyampaikan keluhan tentang kesulitan yang dialami anaknya untuk menemui dosen pembimbing. Beliau ceritakan tentang sang dosen yang gemar bepergian ke luar kota untuk tugas-tugas lain dan sulit diakses (dihubungi). Sudah pula menyampaikan kasus ini kepada kaprodi, namun kaprodi tidak respek.

Saya katakan kepada ibu tersebut bahwa mereka sudah salah pilih kampus, oleh karenanya, jalan satu-satunya ya harus bersabar. 

Sejak sebelum mendaftar kuliah, orang tua dan calon mahasiswa hendaklah mendapatkan kepastian informasi tentang “kelakuan” para dosen siluman, yang namanya tercatat, tapi susah diakses karena berburu proyek di luar kampus.   
Salam bahagia dan terus berkarya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar