Kamis, 18 Juli 2013

Manajer vs Leader



Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu----
"Siapa saja yang berhenti memberikan judul baik-buruk, benar-salah pada setiap pengalaman, ia membiarkan pikiran istirahat dalam tenang dan damai" (Gede Prama)

Dear pembelajar,---
People don’t like to be managed, but they like to be led. Demikian pernah dikemukakan oleh Scott Williams (SW). Inilah yang kita bicarakan kali ini. Kita akan mempelajari beda antara manajer dan leader.

Saya banyak diberitahu tentang beda antara manajer dan leader, namun tidak segamblang seperti cara SW memberi penjelasakan. Itulah sebabnya, saya merasa perlu membaginya kepada Anda, pecinta papanputih.com

SW mengawali uraiannya dengan pelajaran singkat soal kepemimpinan yang pernah diajarkan oleh pimpinannya. Tanda-tanda seorang pemimpin, dapat dilihat dari kebiasaannya berperilaku dalam komunitasnya, terlepas itu organisasi formal ataukah informal. Agar mudah diingat, tanda-tanda itu disebut sebagai BECC.

BECC, singkatan dari Believe, Encourage, Challenge, dan Correct.

Pemimpin. Ia memercayai (believe), memberi semangat (encourage), memberikan tantangan-tantangan (challenge) yang bermakna dan berani meng-koreksi (correct) apabila kita melakukan kesalahan/menyimpang dari arah yang benar.

Lebih jauh SW meringkas, perbedaan antara manajer dan pemimpin/leader, dilihat dari 10 kriteria pokok, sebagai berikut:

  1. Bila kita bicara Esensi (essence), Manajer  menyukai stabilitas (stability), sementara Leader lebih suka perubahan (change);
  2. Bila kita bicara aturan (Rules), Manajer membuat (make) aturan, sementara  Leader  berani “melanggar/menabrak” (break);
  3. Bila kita bicara pendekatan (Approach) : Manajer membuat perencanaan-perencanaan secara detail (plans details), sementara Leader menentukan arah (set the directions);
  4. Bila kita bicara kultur (Culture), Manajer bertahan ( execute) pada kultur, sementara Leader membentuk (shape) kultur;
  5. Bila kita bicara konflik (Conflict), Manajer cenderung menghindari (avoid) konflik sementara Leader menggunakan (use) konflik untuk membuat kemajuan dan pertumbuhan. Bagi seorang leader, tak ada perubahan tanpa friksi;
  6. Bila kita bicara arah (Direction), Manajer cenderung menyukai arah yang ada saat ini (existing direction), sementara Leader menyukai jalan-jalan baru (new roads);
  7. Bila kita bicara kepercayaan (Credit), Manajer cenderung diberi (take) epercayaan, sementara Leader memberi (give) kepercayaan;
  8. Bila kita bicara keputusan (Decision), Manajer membuat (makes), sementara Leader memfasilitasi orang-orangnya (facilitates)untuk mengambil keputusan;
  9. Bila kita bicara Visi (Vision), Manajer cenderung memberitahu tenntang (tell) visi, sementara Leader “menjual” (sell) visi;
  10. Bila kita bicara gaya (Style), Manajer cenderung transaksional (transactional), sementara Leader  transformasional (transformational)

Secara ringkas dapat digambarkan, sbb:

Category
Manager
Leader
Essence
Stability
Change
Rules
Make
Break
Approach
Plans details
Set the directions
Culture
Execute
Shape
Conflict
Avoid
Use it
Direction
Existing roads
New roads
Credit
Take
Give
Decision
Make
Facilitates
Vision
Tell
Sell
Style
Transactional
Transformational

Sumber: Scott Williams

Tidak ada komentar:

Posting Komentar