Rabu, 08 Mei 2013

Meningkatkan Nilai Diri

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,---
"Perempuan yang cantik di mataNya, dimana ia berada, di situ atmosfir kesejukan dan keteduhan berlimpah-limpah. Melingkupi seluruh keadaan hati yang hadir di dekatnya" (Aridha Prassetya) 


Dear pembelajar,-

Dalam sebuah buku yang berjudul 25 Ways to Win with People, saya menemukan sesuatu yang sangat menarik. Di kelas selalu saya sampaikan, jika ingin memenangkan “persaingan”, kita harus berbeda. Sebab, hanya dengan berbeda, maka kita akan lebih mudah dikenali. Orang akan lebih mudah mengenali sesuatu yang berbeda yang berada di hamparan kesamaan/keseragaman. Bintang hanya akan terlihat cahayanya bila tiba saat gelap. Itu gambaran ekstrimnya.

Nah, selanjutnya saya akan mengajak Anda memetik sesuatu dalam buku yang ditulis oleh John C. Maxwell dan Less Parrott tersebut. Ini tentang nilai diri. Ini tentang mengapa penting bagi kita untuk membuat diri ini menjadi punya nilai. Dalam buku tersebut, ada kisah tentang seorang kawan Maxwell Gary Smally. Dalam sebuah forum di hadapan para audiens yang hadir, Gary mengeluarkan selembar uang kertas lima puluh dollar yang masih baru. Ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang lima puluh dollar ini?” Hadirin mulai banyak yang mengangkat tangan.


“Saya akan memberikan lima puluh dollar ini kepada salah seorang diantara kalian,” katanya, “tapi sebelumnya, ijinkan saya melakukan ini.” Gary mulai meremas uang kertas itu. Kemudian ia bertanya, “Siapa yang tetap menginginkan ini?”  

Menurut Anda, apa yang terjadi? Benar! Peserta masih saja mengacungkan tangan pertanda masih berharap mendapatkan 50 dollar itu.


“Baik,” lanjut Gary, “bagaimana bila saya lakukan ini?” Gary menjatuhkan uang ke lantai dan mulai menginjak-injak uang tersebut dengan sepatunya. Ia memungut uang yang sudah kusut dan kotor itu. “Sekarang, siapa yang masih menginginkannya?”  Kembali masih banyak tangan-tangan yang mengacung.


“Anda semua telah belajar Sesuatu yang berharga!,” kata Gary. “Tak peduli apa yang sudah saya lakukan dengan uang tersebut, Anda masih menginginkannya. Perlakuan saya tidak mengurangi nilainya. Uang itu masih bernilai lima puluh dollar.”


Nah pelajaran apa yang bisa kita petik sama-sama? Mampukah kita membuat diri ini tetap mempunyai nilai dalam keadaan apapun? Berbagai hal sangat mungkin kita alami dalam kehidupan ini. Jatuh, bangun, kusut, hancur dan atau menderita sebagai konsekuensi dari sebuah keputusan yang pernah kita buat. Atau mungkin sebagai konsekuensi dari situasi yang harus terjadi pada diri kita. 

Kita mungkin merasa tidak berharga di mata orang lain ataupun diri sendiri. Namun satu hal yang harus kita ingat, kita masih mempunyai satu hal, yaitu nilai sebagai manusia. Tak ada yang bisa mengambilnya dari kita. Ini yang perlu kita sadari terlebih dahulu. Manakala kita telah menyadari bahwa nilai diri kita adalah sebagai manusia, maka tugas berikutnya adalah membangun dan terus menerus mengupayakan menjaga agar diri ini tetap  mempunyai nilai dan makin bernilai. Bagaimana meningkatkan nilai diri? Saya akan membahasnya kemudian.


Terima kasih Allah SWT. Terima kasih sudah membaca. Terima kasih pada semua yang sudah menginspirasi. Salam bahagia dan terus berkarya!

(source: John C. Maxwell dan Less Parrott ;25 Ways to Win with People)
 

2 komentar:

  1. http://ichadiyah.blogspot.com/2012/03/lamaran-adik.html11 Mei 2013 13.04

    keren banget, top markotop, mbak

    BalasHapus