Rabu, 29 Mei 2013

Memelihara Rasa Percaya Diri

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,---
"Beberapa orang memasuki hutan dan tidak menemukan kayu bakar" (Anonim)
Dear pembelajar,
Apa yang Anda pikirkan bila mendengar kata "percaya diri" (PD)? Pernahkah Anda merasa kurang dan bahkan tidak PD, baik dalam bekerja maupun dalam kehidupan sehari-hari? Saat ini, saya ingin berbagi tentang ini. Tentang satu kata penting yang tidak jarang membuat risau.

Dulu, saya termasuk orang yang tidak PD, baik dalam pekerjaan, maupun dalam kehidupan saya. Dalam perjalanan, saya mempelajari sesuatu yang penting bahwa membangun dan kemudian memelihara rasa PD adalah sebuah keniscayaan.

Bila saya tidak segera menyadari ini, maka sangat mungkin, saya akan terombang-ambing oleh pendapat orang lain. Bayangkan repotnya bila setiap orang berpendapat tentang pekerjaan dan kehidupan Anda! 

Yang mengerti pekerjaan dan kehidupan Anda, adalah diri Anda sendiri. Yang bisa menilai dengan paling jujur dan tepat tentang bagaimana dan sudahkah Anda bekerja dengan benar adalah Anda sendiri. Atasan hanya memberikan panduan dalam bekerja. Selebihnya, Andalah yang paling mengerti bagaimana seharusnya bekerja dengan baik dan benar. Bebaskanlah diri Anda dalam mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup Anda. 

Namun demikian, Anda tentu harus mampu memilah antara apa yang saya tulis ini dengan keakuan atau ego.

Setiap orang memiliki ego. Ini adalah sesuatu yang manusiawi. Seorang guru mengajarkan bahwa ego atau keakuan itu, dapat datang dan pergi. Namun seringnya, ego muncul ketika kita berada bersama orang lain. Untuk itu, pusatkan perhatian bukan hanya pada berpikir positif, namun lebih jauh dari itu adalah juga bertindaklah positif. Bila diterpa kegelisahan, berbuatlah sesuatu. Kerjakan sesuatu yang positif. Secara otomatis, hidup akan mengalir dalam perbaikan-perbaikan dan meningkat secara kualitas dari hari ke hari.

Lantas, bagaimana dengan rasa percaya diri yang sedang kita bicarakan ini? Yakini keputusan-keputusan Anda, lalu majulah dengan pekerjaan dan hidup berikutnya. Jangan biarkan orang lain atau masyarakat mengombang-ambingkan diri Anda dengan pendapat mereka. Marilah bersama belajar untuk tidak menggantungkan kebahagiaan/ketidakbahagiaan kita kepada pendapat orang lain. 

Apabila harga diri kita tergantung kepada pujian dan kritikan orang, maka selamanya pula, kita bakal menjadi budak pendapat masyarakat. Kita perhatikan kekuatan batu karang. Batu karang menjadi teguh sebab ia tak peduli pendapat angin tentang dirinya. Baginya, ia tidak harus menerapkan pendapat angin, maupun derasnya arus air.   

Terima kasih sudah membaca. Terima kasih Allah SWT. Terima kasih pada semua yang menginspirasi. Salam bahagia dan terus berkarya!


1 komentar:

  1. sippzzz kak aridha terima aksih banyak atas pertuah nya dan maaf baru bisa mampir :)

    BalasHapus