Kamis, 11 April 2013

Menulis Proposal Skripsi (1)

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,---
"Orang yang ingin sukses harus memandang kegagalan sebagai bagian yang sehat, yang tak terhindarkan dari proses mencapai puncak" (Dr. Joyce Brothers)

Dear pembelajar,
Banyak pertanyaan masuk dari mahasiwa yang sedang mempersiapkan diri menyusun skripsi. Kebingungan paling pokok adalah tentang bagaimana menyusun proposal. Terima kasih atas semua pertanyaan yang masuk dan saya akan mencoba menjawabnya. Kali ini artikel saya merujuk pada sebuah buku karya Didin Fatihudin, yang berjudul "Karya Ilmiah, Artikel Ilmiah dan Hasil Penelitian" dan kemudian sedikit saya kembangkan. Namun demikian, secara prinsip, pendapat kami tidak ada perbedaan yang bermakna.

Apa saja isi proposal itu? Hampir setiap penulis buku Metodologi penelitian menuliskan bahwa setidaknya, proposal untuk skripsi itu berisi: 
  1. Judul, 
  2. Latar Belakang Masalah, 
  3. Rumusan Masalah, 
  4. Tujuan Penelitian, 
  5. Manfaat Penelitian, 
  6. Tinjauan/Kajian Kepustakaan, 
  7. Metode Penelitian.
Hari ini saya hanya ingin fokus pada bagaimana membuat judul dan cara menulis pendahuluan/Latar Belakang Masalah. Sebab, biasanya di sinilah letak kebingungan awal dalam penulisan karya ilmiah. 

Menurut Didin Fatihudin, dalam bukunya "Karya Ilmiah, Artikel Ilmiah dan Hasil Penelitian", Judul itu seharusnya singkat, padat, mencerminkan isi tulisan, tidak mengandung kata sambung (untuk, yang, bagi, kepada, dsb) dan tidak harus menyebut semua variabel. Sedang Latar Belakang Masalah, menurut saya, setidaknya, mengurai alasan pemilihan judul, mengurai gejala/tanda-tanda/indikasi adanya masalah, menjelaskan kegelisahan apabila masalah tidak diatasi, menjelaskan kesenjangan (antara apa yang seharusnya dengan apa yang senyatanya), sedikit teori pokok yang digunakan untuk menjelaskan kesenjangan. 

Semua yang dijelaskan di atas, digunakan untuk bahan membuat rumusan masalah. Saya sepakat dengan Didin, bahwa Rumusan Masalah Penelitian TIDAK HARUS berupa kalimat tanya, tetapi rumusan masalah dalam bentuk kalimat tanya akan mempermudah kerja penelitian dan pembuatan laporan. 

Ketika masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, maka, apa yang ingin ditemukan/dicari dalam penelitian menjadi jelas. Dengan demikian koridor pembahasannya juga menjadi lebih jelas dan terarah.

Demikian untuk sementara. Penjelasan unsur yang lain akan ditulis dalam artikel berikutnya.
Terima kasih sudah membaca. Terima kasih Allah SWT. Terima kasih kepada semua yang menginspirasi. Salam bahagia dan terus berkarya! 
NB:
Tentang Latar Belakang dan Rumusan Masalah, Anda juga bisa membacanya di sini.

2 komentar:

  1. Jarang ada dosen yang mau bersusah payah menyampaikan sebuah pengetahuannya, dan bu aridha ini adalah yang masuk dalam jumlah sedikit itu

    BalasHapus
  2. SP, makasih dah mampir.

    salam bahagia dan terus berkarya!

    BalasHapus