Jumat, 12 April 2013

Analisis Data: Statistik Parametrik atau Non Parametrik?


Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,---
“Bila kita mempunyai tujuan hidup yang jelas dan jelas pula keimanan kita, maka apapun perubahan yang terjadi, tidak lagi perlu menggelisahkan hati” (Aridha Prassetya)
Dear pembelajar,

Kegelisahan tentang alat analisis dalam menyusun skripsi juga dialami oleh banyak mahasiswa S1 tingkat akhir. Banyak dari kita dibuat bingung, alat apa yang seyogyanya kita gunakan untuk menganalisis data. Berikut ini, saya berbagi tentang statistic sebagai alat untuk menganalisis data penelitian.

Statistik juga diartikan sebagai sebuah kegiatan untuk mengumpulkan data, meringkas/menyajikan data, menganalisis data dengan metode tertentu dan menginterpretasikan hasil analisis. Ilmu statistic berguna untuk pengambilan keputusan atas masalah tertentu. (Singgih Santoso, 2000)

Masih menurut pak Singgih, umumnya statistic dibagi dua, yaitu:
  1. Statistik deskriptif, yang merupakan pengantar menuju statistic inferensi. Statistic deskriptif menjelaskan bagaimana data dikumpulkan dan diringkas pada hal-hal yang penting. 
  2. Statistik inferensi,  yang mengambil peran menganalisis data dan kemudian menginterpretasikan hasil-hasil analisis tersebut. Statistic inferensi mempunyai dua tujuan utama yaitu, mengestimasi dan menguji hipotesis.

Dengan demikian apabila tujuan penelitian kita adalah mengestimasi dan atau menguji hipotesis, maka penggunaan statistik inferensi nyaris tak dapat dihindari. 

Metode Statistik inferensi dibagi dua, yaitu statistik parametrik dan statistik non parametrik .

Pertanyaan yang pasti muncul kemudian adalah kapan kiuta menggunakan alat statistik parametrik dan kapan kita menggunakan alat statistik non parametrik
Perhatikan type data, distribusi data dan jumlah data!

  1. Bila type data adalah nominal atau ordinal, distribusi data tidak normal, jumlah data kecil (N<30), gunakan statistik non parametrik. 
  2.  Bila type data adalah interval/rasio, distribusi datanya normal, jumlah data besar (N>30), gunakan statistik parametrik.

Beberapa jenis statistik non parametrik antara lain:
  1. Uji satu sampel, 
  2. uji dua sampel, 
  3. uji sampel berpasangan (Uji Wilcoxon, Uji Sign), 
  4.  uji lebih dari dua sampel, 
  5.  korelasi Data Nominal, 
  6.  Korelasi Spearman, 
  7.  Korelasi Parsial Kendall


Beberapa jenis statistic parametric:

  1. Uji t untuk satu sampel, 
  2. Uji t untuk dua sampel bebas, 
  3. Uji t untuk dua sampel berpasangan 
  4.  One way Anova 
  5.  Multivariate Anova 
  6.  Korelasi Regresi 
  7.  Chi-Square, dll

Terima kasih sudah membaca. Terima kasih Allah SWT. Terima kasih kepada semua yang menginspirasi. Salam bahagia dan terus berkarya! 
Inspired by: Singgih Santoso, Buku Latihan Statistik Parametrik (2000)& SPSS Statistik Non Parametrik (2005)

1 komentar: