Senin, 03 Desember 2012

Mengapa Orang Menentang Perubahan...???


Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,

“Kepemimpinan adalah pengaruh” (John C. Maxwell) 

Dear pembelajar,

Selalu menarik mempelajari kepemimpinan. Pernahkah Anda bermasalah dengan perubahan? Anda ingin mengadakan perubahan, namun yang lain menolak? Atau sebaliknya! Anda menolak perubahan-perubahan yang digagas oleh atasan Anda? Membuka karya Maxwell, saya seperti menemukan mutiara-mutiara yang menarik untuk dibagi. Ini adalah bekal yang patut Anda catat, bila menemui masalah dengan perubahan.
Terhadap pertanyaan, “Mengapa orang cenderung melawan perubahan”, inilah jawaban Maxwell! Mengapa orang cenderung melawan perubahan? SEBAB:
  1.  Perubahan tidak dimulai dari diri sendiri. Perubahan yang kita gagas tidak akan berhasil bila kita sendiri tidak mau memulainya dengan mengubah diri sendiri terlebih dahulu. Ini sangat terkait dengan apa yang sering kita dengar sebagai integritas. Integritas adalah satunya kata dan perbuatan. Jangan menyuruh orang lain berubah sementara kita sendiri enggan melakukannya. 
  1.  Rutinitas terganggu. Orang cenderung menolak perubahan sebab merasa rutinitasnya terganggu. Kebanyakan orang menyukai tinggal pada zona nyaman (comfort zone). Jadi yang perlu dilakukan adalah meyakinkan bahwa rutinitas hanya terganggu sementara waktu. Selebihnya adalah menuju pertumbuhan dan perkembangan.

  1. Perubahan menciptakan rasa takut kepada apa yang tidak diketahui. Sudah menjadi sifat manusia, selalu takut pada apa yang tidak biasa. Padahal sesungguhnya, belum tentu bahwa apa yang ditakutkan itu bakal terjadi. Maka yang perlu dilakukan adalah meyakinkan pengikut bahwa tidak ada hal yang perlu ditakutkan.

  1. Tujuan perubahan tidak jelas. Akan menyulitkan bagi penggagas perubahan bila ia tak sanggup menjelaskan tujuan perubahan. Jadi, bila Anda menggagas sesuatu yang baru, yang itu menyangkut perubahan, jelaskan apa sesungguhnya tujuan perubahan itu.

  1. Perubahan menciptakan rasa takut gagal. Rasa takut gagal bisa menjadi penyebab orang tidak mau berubah. Maka, berikan penguatan bahwa keputusan perubahan itu sudah dihitung dengan baik dan Anda bertanggungjawab akan keputusan yang Anda buat.

  1. Imbalan untuk perubahan tak seimbang dengan upaya yang dituntut oleh perubahan. Orang cenderung berhitung tentang apa yang bakal hilang dari dirinya bila perubahan jadi dilakukan, bukan keuntungan dan kerugian organisasi. Jadi, tanamkan keyakinan pada hal-hal penting yang bersifat kelembagaan. Dibutuhkan pengubahan pandang dari keuntungan/kerugian pribadi menjadi keuntungan dan kehilangan organisasi.

  1. Orang terlalu puas dengan cara yang ada. Bila orang terlalu puas dengan cara yang ada, mereka sulit menerima perubahan. Simak saja keputusan outsourcing. Keputusan ini tidak disukai oleh mereka yang selama ini terlena dengan kenikmatan penggajian yang aman. Sehingga, banyak disikapi dengan perlawanan. Tentu saja, efek ekstrimnya adalah pemutusan hubungan kerja terhadap mereka  yang kompetensinya tidak matching dengan kebutuhan perusahaan. Kebanyakan kita lebih suka mati dari pada memilih untuk berubah. Keputusan outsourcing  mengancam mereka yang tidak memiliki ability dan skill yang mumpuni untuk bisa bersaing dengan fair. Dan orang-orang yang terancam akan mengadakan perlawanan. Namun yang memiliki

  1. Perubahan tak terjadi kalau orang berpikir negatif.Orang yang gemar berpikir negative, mereka akan kecewa di masa yang akan dating. Maxwell mencontohkan begini: orang yang berpikiran negative, pada batu nisannya akan ditulisi “ Sudah kuduga, ini bakal terjadi!”. Orang berpikiran negatif cenderung berpikir: Jangan membuat keputusan, Anda bisa salah; jangan lari, Anda bisa jatuh; jangan hidup, Anda bisa mati dan jangan berubah, Anda bisa tumbuh! Jadi? Ajaklah orang-orang Anda untuk mencintai berpikir positif!
  1. Pengikut kurang rasa hormat pada pemimpin. Pengikut yang kurang rasa hormat pada pemimpin/insiator perubahan sulit merespek perubahan. Oleh karenanya, penting untuk membaca lagi poin satu di atas. Lalu, bersikaplah hormat kepada orang-orang yang Anda ajak untuk berubah.

  1. Pemimpin rentan terhadap perasaan kritik pribadi. Kadang-kadang pemimpin juga menolak perubahan. Apa yang sudah digagasnya, ia tidak mau orang yang menggantinya kemudian merubahnya. Pemimpin seperti ini harusnya sadar bahwa ada daur dalam organisasi, yaitu mencipta, memelihara, mengkritik dan berubah. Ini adalah proses yang terjadi secara kontinyu dan berkesinambungan.

  1. Perubahan bisa berarti kerugian pribadi. Tiap perubahan memcah organisasi menjadi 3 kelompok. Kelompok yang akan rugi, kelompok netral dan kelompok yang diuntungkan. Ini harus ditangani dengan pendekatan yang tepat dan tegas. Arahkan pada kepentingan pencapaian tujuan organisasional.

  1. Perubahan memerlukan komitmen tambahan.Perubahan memerlukan komitmen tambahan. Biasanya biaya perubahan adalah waktu. Pemimpin harus mengerti apakah orang tidak bersedia berubah atau tidak bisa berubah. Beda antara tidak bersedia berubah dengan tidak bisa berubah. Kesediaan berhubungan dengan sikap. Sesuatu yang berhubungan dengan sikap, sulit untuk diatasi. Kepada orang-orang yang tidak bersedia berubah karena sikap, hanya sedikit yang bisa Anda lakukan. Namun kepada orang-orang yang tidak bisa berubah, ini adalah soal kemampuan untuk berubah. Ini hanya berhubungan dengan perspektif. Banyak pula orang bersedia berubah namun karena cara mereka memandang keadaan dan tanggung jawab mereka yang sekarang, mereka tidak bisa berubah. Cara yang bisa dilakukan adalah membantu mereka dengan memprioritaskan pada tugas, menyingkirkan apa yang tidak penting, dan berfokus pada nilai perubahan sebagai konsekwensinya. Disamping itu orang bisa tidak mau berubah, sebab tradisi mengajarkan demikian. Ada orang-orang yang tidak mau berubah, hingga semua orang sekitarnya sudah dilihatnya berubah. 
Terima kasih sudah membaca. Terima kasih Allah SWT. Terima kasih kepada semua yang sudah menginspirasi. Salam bahagia dan terus berkarya!
(sumber: John C Maxwell, Mengembangkan Kepemimpinan Di dalam Diri)

2 komentar:

  1. Terima kasih telah berbagi Mbak Ridha...

    semoga sehat selalu.Amin Ya Rabb.

    BalasHapus
  2. Yaaa sangat setuju sekali. Orang yang berpikiran positif terhadap perubahan akan terus maju dan berkembang. Tentunya berpikiran modern, dalam artian modern demi kemajuan. Salam,

    BalasHapus