Sabtu, 27 Oktober 2012

Hubungan Antar Variabel Dalam Penelitian


Bacalah dengan nama Tuhanmu,---
“Hidup adalah petualangan yang berani, atau sama sekali bukan apa-apa” (Helen Keller)

Dear pembelajar:
Pendekatan penelitian, apakah itu kualitatif atau kuantitatif, sudah dibahas sebelumnya. Kita juga sudah mengerti apa itu variabel, cara membuat definisi operasional variabeldan menentukan indikatornya. Sekarang kita akan belajar tentang paradigma hubungan antar variabel.


Setiap fenomena/gejala, pasti ada sebabnya. Ini adalah salah satu karakter berpikir ilmiah. Beripikir ilmiah, wajib bagi insan kampus. Sebagai peneliti, Anda dan saya punya kewajiban untuk berpikir dan bicara ilmiah. Salah satu daintaranya adalah mengerti bahwa setiap fenomena itu ada sebabnya. dalam bahasa penelitian, kita harus mengerti hubungan antar variabel (penelitian). 

Hubungan Dua Variabel
Penelitian ini mengkaji hubungan antara satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Sudah sangat umum dikenal bahwa secara teknis, variabel bebas diberi simbol X dan variabel terikat diberi simbol Y. Jadi bila Anda ditanya oleh pembimbing, “apa saja variabel X nya?”, maka sesungguhnya pembimbing Anda sedang menanyakan variabel bebasnya/faktor-faktor (yang diduga sebagai) penyebabnya.

Contoh penelitian yang ingin mengkaji hubungan antara satu variabel bebas (X) dan satu variabel terikat (Y), misalnya: Hubungan antara iklan dan penjualan. (Contoh lain: hubungan antara disiplin dengan prestasi, hubungan antara lingkungan kerja dengan kinerja, hubungan antara disiplin guru dengan prestasi murid, hubungan antara frekuensi belajar dengan prestasi, hubungan antara pupuk dengan hasil panen, dsb)

Kerangka pikir penelitian
Kerangka pikir penelitian adalah model/skematik yang menunjukkan gambaran hubungan/keterkaitan antar variabel. Dalam kasus penelitian tentang hubungan iklan dengan penjualan, maka kerangka pikirnya adalah sebagai berikut:
X ---------> Y

Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang menggambarkan sesuatu yang ingin anda cari jawabannya melalui penelitian yang hendak dilakukan. Rumusan masalah adalah pertenyaan penelitian yang menuntun Anda/peneliti agar tidak keluar dari koridor ketika sampai pada pembahasan. Tanpa rumusan masalah, peneliti tidak punya guidance/petunjuk/arah kemana sesungguhnya ia berjalan, apa sesungguhnya yang ia cari dan apa yang sesungguhnya ingin ia temukan. Itulah sebabnya, persoalan rumusan masalah ini menjadi persoalan paling utama dalam penelitian. Ketika rumusan masalah/pertanyaan penelitian dapat dibuat, maka langkah penelitian menjadi jelas.

Bicara rumusan masalah/pertanyaan penelitian sebenarnya juga sekaligus membicarakan tujuan penelitian. Dari rumusan masalah, maka sudah dapat diketahui tujuan dari penelitian yang dilakukan.  

Dalam kasus penelitian yang berjudul Hubungan Iklan dengan Penjualan, maka, rumusan masalahnya dapat memilih salah satu diantara dua rumusan berikut (atau bisa dua-duanya diambil): 
  1. Berapa besar hubungan antara iklan dengan volume penjualan?,
  2. Berapa besar pengaruh iklan terhadap volume penjualan?

Teori
Tidak bisa ditawar! Penelitian ilmiah harus didukung oleh teori. Ia harus mempunyai rujukan atau referensi. Beberapa perguruan tinggi menggunakan istilah LANDASAN TEORI dalam pedoman pembuatan skripsi. Beberapa lainnya menggunakan istilah TINJAUAN KEPUSTAKAAN. Baik dalam landasan teori, maupun dalam tinjauan kepustakaan, disamping kita harus menyajikan teori-teori yang relevan dengan penelitian kita, kita juga diminta untuk menuliskan referensi/rujukan dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Tentu saja  yang dicantumkan sebagai penelitian sebelumnya adalah penelitian yang relevan/mempunyai keterkaitan.

Dalam kasus ini, teori yang dibutuhkan adalah teori tentang IKLAN dan PENJUALAN

Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara yang masih harus diuji kebenarannya. Statemen hipotesis dari contoh kasus ini adalah:
  1. Ada hubungan antara iklan dengan penjualan,
  2. Iklan berpengaruh (signifikan) terhadap penjualan
Teknik Analisis Data
Bicara tentang teknik analisis data adalah bicara tentang langkah-langkah yang kita lakukan ketika kita menguji hipotesis (yang tentu saja harus sinkron dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian).

Dalam contoh kasus, maka teknik analisis data dapat dicontohkan sebagai berikut:
Sesuai dengan hipotesis yang diajukan, maka untuk melihat hubungan antara variabel X dan Y, digunakan alat uji korelasi Pearson Product Moment.

Untuk melihat pengaruh variabel X terhadap Y, alat analisis yang digunakan adalah regresi sederhana. (Y = a + bX)

Apa yang saya tulis tersebut adalah contoh sedrhana dari penelitian yang sangat sederhana sebagai jawaban atas pertanyaan dari seorang mahasiswa yang ingin memahami bagaimana hubungan antar variabel dalam penelitian. Dalam tulisan berikutnya, saya akan membahas hubungan yang terjadi antara beberapa variabel.

Terima kasih sudah membaca! Semoga bermanfaat. Salam bahagia dan terus berkarya!
(sumber: Jonathan Sarwono, 2006, Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS 13)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar