Kamis, 18 Oktober 2012

Hidup Adalah Permainan: Hidup Berisi Pelajaran-pelajaran



Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,-
“Masalah, Penderitaan, Luka dan Kepedihan adalah Kabar Gembira. Hadirnya mereka adalah pertanda akan hadirnya Anugerah Kebahagiaan.” (Aridha Prassetya)
Dear pembelajar,-
Hidup adalah permainan. Jika hidup adalah permainan, maka yang perlu kita ketahui hanyalah mengerti bagaimana cara bermain. Sebelumnya, kita telah belajar bagaimana bersikap hormat kepada tubuh. Bila kita bersifat hormat kepada tubuh, maka ia akan bersedia menjadi mitra yang baik untuk menjalani (aktivitas) kehidupan. Kali ini, saya ingin berbagi sesuatu yang tidak kalah menarik.

Ini tentang perasaan yang mungkin pernah Anda atau sahabat Anda alami. Ini tentang pengalaman buruk yang berulang-ulang menimpa kita. Saking berulangnya, hingga kita sering menyebutnya sebagai kesialan.

Hidup juga bagai sebuah buku. Di dalamnya ada pelajaran-pelajaran yang harus dipelajari. 

Dalam setiap buku, disamping ada bab-bab yang mudah dipahami, ada pula beberapa bab yang sulit dipahami. Untuk yang tidak dipahami, kita tentu saja harus mempelajarinya berulang-ulang, hingga paham.

Soal kekasih/partner/atasan/boss, tidak jarang kita merasa bahwa kemanapun kita pergi, selalu dipertemukan dengan orang yang berkelakuan sama, se-type yang menjengkelkan, yang ingin menguasai, yang menindas, yang tidak mengerti diri kita.

Kemarin mendapat kekasih pengkhianat, hari ini mendapat kekasih penipu, besok pemabuk, lusa mendapat pembohong dan hari setelah lusa mendapat penjudi. 

Kemarin mendapat bos yang sok kuasa, hari ini mendapat boss yang gemar memerintah, besok mendapat boss tukang suruh, lusa mendapat boss main enaknya sendiri, setelah lusa mendapat penindas.

Setelah mempelajari pengalaman buruk yang terjadi secara berulang dalam kehidupan saya, saya baru mengerti apa maksud pesan seorang guru. Pesannya,  “guru-guru yang terkirim itu memang harus dikirim, karena saya tidak paham-paham, tak pintar-pintar”.

Keadaan kita yang tidak pintar-pintar (sulit memahami), merupakan sesuatu yang menarik bagi “para guru”. Maka para guru tersebut, otomatis akan berlomba-lomba untuk masuk. Seperti mendapat undangan saja dari kita agar lebih intens mengajari kita. Alam akan mengatur ini semua secara alami.

Jika Anda mengalami hal yang sama/mirip dengan apa yang sebutkan, maka yang pertama kali harus Anda sadari adalah bahwa “ada sesuatu yang menarik dalam diri Anda, yang mengundang perhatian “para guru” itu untuk HARUS masuk dan mengajarkan tentang sesuatu yang tidak Anda sadari.

Jika seorang remaja berusia 14 tahun tersiksa di rumah hanya karena merasa seisi rumah mengatur dan mendominasi hidupnya, kemungkinan ia akan mencari pelarian ke luar rumah. Kemanapun ia berlari, apakah itu di jalanan atau di sekolah, ia bakal dipertemukan dengan keadaan pembelajaran yang sama dan berulang. Di rumah, di jalanan maupun di sekolah, ia akan merasa bahwa dunia ini hanya berisi orang-orang dewasa yang sok tahu, selalu ingin mengatur dan menguasai. Guru-guru akan tertarik padanya untuk mengajarkan pelajaran penting yaitu KEPATUHAN.

Secara alami, kehidupan memang akan mengirimkan kepada kita guru-guru baru yang memaksa kita belajar, hingga kita mengerti dengan baik, apa itu kepatuhan.

Secara alami, kehidupan memang akan mengirimkan kepada kita guru-guru baru yang memaksa kita belajar, hingga kita mengerti dengan baik, apa itu kemuliaan.

Secara alami, kehidupan memang akan mengirimkan kepada kita guru-guru baru yang memaksa kita belajar, hingga kita mengerti dengan baik bahwa sebenarnya tujuan hidup adalah bertumbuh kembang.

Salam bahagia dan terus berkarya!
Diinspirasi Cherie Carter-Scott, dalam "If Life Is a Game, These Are the Rules”.


1 komentar:

  1. mengeluh adalah hal yang susah dilepaskan dalam kehidupan kita
    bagaimana cara kita lepas dari masalah itu bu?
    terima kasih
    by:Linda Kusuma ( 102100780 )

    BalasHapus