Minggu, 14 Oktober 2012

Hidup Adalah Permainan: Bersikap Hormat Kepada Tubuh

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,---

"Tubuh Anda adalah kendaraan Anda dalam hidup ini. Selama Anda berada di sini, hiduplah di dalamnya. Cintailah, hormatilah, hargailah dan sayangilah ia. Perlakukan ia dengan baik dan ia akan melayani Anda dengan sepatutnya” (Suzy Prudden)

Dear pembelajar,---
Hidup adalah permainan.*** Jika hidup adalah permainan, maka yang perlu kita lakukan adalah mengerti cara bermain. Hidup telah mempermainkan kita sejak lama. Ia punya ragam cara menghalangi jalan kita untuk sampai kepada tujuan. Satu diantaranya adalah, kehidupan menyuguhkan kita penyakit. Baik penyakit jiwa maupun tubuh fisik. 

Kali ini, saya ingin secara khusus menulis tentang hal relevan dengan penyakit tubuh fisik, yang kerap menghalangi aktivitas untuk sampai tujuan/cita-cita. 

Penyakit tubuh/fisik dapat memupus harapan diri sejati kita. Tubuh dan diri sejati kita adalah dua bagian yang terpisah. Buktinya, jika tubuh/fisik kita sakit, "diri sejati" kita masih bisa kemana-mana. Tanpa kehadiran tubuh fisik pada tempat yang kita harapkan, maka tidak satupun (manusia) yang mengakui keberadaan Anda. Aktivitas kehidupan terganggu.

Benarkah bahwa tubuh fisik dengan diri sejati adalah bagian yang terpisah? Ya! Ternyata memang benar. Sebelumnya, saya juga tidak sadar soal ini, hingga akhirnya saya dibuat mengerti bahwa mereka memang dua bagian yang terpisah. Dua bagian terpisah yang harus bermitra dengan baik. Jika tubuh dan diri sejati tidak mampu bermitra dengan bagus, maka “kehidupan” (dunia) akan hancur dan mungkin hilang. Diri sejati harus mempunyai kesediaan untuk mencintai dan bersikap hormat pada tubuh, sebab tubuhlah yang akan mengantarkan diri sejati mencapai kesuksesan yang sempurna.

Ketika dihadirkan di bumi, kita sudah (terlahir) bersama-sama dengan tubuh fisik. Tubuh fisiklah yang mewadahi inti spiritual kita. “Diri” kita yang sejati, tersimpan dalam wadah ini. Semua harapan, cita-cita, keinginan, impian, ketakutan, kesedihan, kebahagiaan, pikiran, dan keyakinan diri yang unik tersimpan dalam sebuah wadah yang bernama “tubuh”.  

Tubuh mempunyai manfaat penting yaitu menjadi perisai yang menghubungkan kita dengan dunia luar. Tubuhlah yang akan mengantarkan kita mengarungi permainan yang disebut sebagai kehidupan. Tubuhlah yang akan mengantar kita melakukan aktivitas-aktivitas (permainan-permainan) yang kita kenal sebagai “kehidupan”. Itulah sebabnya, kita perlu (seharusnya) bersikap hormat kepada tubuh fisik.

Sebelumnya saya tidak mengerti bagaimana cara menghormati tubuh, sampai akhirnya saya membaca kisah seseorang bernama Gordon. Saya mengagumi kisahnya yang memandang tubuhnya bak “kuil suci”. Ia mempertahankan kebugaran melalui latihan dan olah raga yang teratur. Ia mempertahankan kesehatan yang baik dan selalu merawat tubuhnya dengan rajin memberikan makanan yang sehat, tidak pergi keluar pada saat hawa dingin tanpa mengenakan mantel. Ia memperlakukan tubuhnya sebagai sesuatu yang tidak ternilai harganya.

Sebagai hasil dari penghormatan Gordon terhadap tubuh yang mewadahi dirinya, tubuhnya menjadi mitranya yang tercinta dan selalu siap sedia melakukan apa yang dibutuhkannya. Penghormatan terhadap tubuh berarti memperlakukan tubuh dengan perhatian yang sama, persis seperti memberi perhatian kepada benda lain yang berharga dan tak bisa diganti.  

Bersikap hormat terhadap tubuh adalah salah satu cara bermain yang perlu kita kuasai,  sehingga kita bisa sukses dalam permainan yang kita sebut dalam "kehidupan". Cara bermain lainnya, akan saya tulis kemudian.


Semoga ini menjadi pelajaran yang baik bagi Anda dan saya.

Salam bahagia dan terus berkarya!
Diinspirasi Cherie Carter-Scott, dalam "If Life Is a Game, These Are the Rules”.
***Seorang kawan mengritik saya ketika saya menulis tentang hidup adalah permainan. Saya rasa tidak ada yang salah dengan statemen bahwa hidup adalah permainan. Sebab, hidup memang permainan. Ini juga terdapat dalam Al Kitab, "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (QS 6:32)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar