Kamis, 11 Oktober 2012

Critical Choices: Pilah-pilih Nasehat Orang Lain



Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,---
“Janganlah sekedar belajar sesuatu dari setiap pengalaman, belajarlah sesuatu yang positif” (Allen H. Neuharth)

Dear pembelajar,
Keputusan untuk meminta nasihat kepada siapa sama pentingnya dengan mengambil keputusan itu sendiri. Ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya, tentang berdamai dengan potensi diri. Ini tentang memilah-milih advis orang lain. Ketika Anda meminta nasihat dari orang lain, ingatlah bahwa hampir tak ada orang yang tidak berat sebelah. Orang memberi nasihat berdasarkan pengalaman masa lalunya. 


Kita pun demikian. Cenderung melihat pengalaman kita saat ini dengan kaca mata pengalaman kita di masa lalu. Orang juga menyatakan pendapat berdasarkan pengalaman masa lalunya.

Kala Anda terkesan dengan kepercayaan dan nasihat orang yang penting dalam hidup Anda, ingatlah bahwa Anda masih harus meneliti dan memutuskan sendiri. Jangan pernah menerima pendapat orang lain dengan menelan mentah-mentah karena keberadaan mereka, atau takut mereka tersinggung bila Anda tidak menerimanya. Demikian juga, saya dalam tulisan-tulisan saya yang ada di sini. Semua tidak lebih dari sekedar menginspirasi dan memberi warna saja dalam dunia Anda.  Ini hidup Anda. Andalah-BUKAN saya- yang harus hidup dengan hasil dari keputusan yang Anda buat.

Pikirkan baik-baik nasihat orang lain untuk Anda. Keputusan akhir selalu berpulang pada Anda. Anda sendirilah yang hidup dengan konsekuensi dari setiap keputusan. Ketika merenungkan nasihat, renungkanlah apakah mereka hanya menganjurkan tindakan karena diprogram untuk berpikir seperti selama ini, ATAUKAH mereka telah memikirkan situasi Anda berdasarkan apa yang terbaik untuk Anda?

Apakah pemberi nasihat mengerti semua faktor yang penting bagi diri Anda? Apakah mereka mengerti betapa akibat dari mengikuti saran mereka akan memengaruhi aspek hidup Anda yang lainnya? Sudahkah mereka mempertimbangkan hidup Anda yang lainnya? Sudahkah mereka mempertimbangkan dengan adil setiap pilihan yang tersedia bagi Anda? Sudahkah mereka mempertimbangkan betapa mungkin Anda telah berubah beberapa tahun kemudian? 

Apakah mereka berbicara berdasarkan pengalaman pribadi? Apakah mereka memunyai pemahaman yang baik atas setiap alternatif dari berbagai segi? Apakah mereka mengerti betapa sulitnya situasi yang Anda alami? Apakah mereka sungguh mengerti konsekuensi dari setiap pilihan? Apakah mereka memiliki semua fakta yang Anda miliki?

Tutuplah mata Anda. Ambillah waktu untuk berdiam dan hening. Bayangkan Anda telah mengambil satu pilihan. “Getaran” apa yang Anda rasakan? Visualisasikan setiap aspek kehidupan yang akan Anda alami, ketika Anda telah memutuskan sebuah pilihan.

Nah. Lakukanlah apa yang baik bagi Anda. Jangan biarkan kata-kata bijak konvensional mengambil alih pikiran bebas (independen) Anda. Saya hanya menulis. Dan tulisan ini hanyalah bagian dari sesuatu yang menginspirasi. Segala keputusan untuk hidup Anda, ada di tangan Anda.

Salam bahagia dan terus berkarya! 
Sumber: Critical Choices (Daniel R Castro)

1 komentar: