Jumat, 14 September 2012

Masalah Penelitian dan Latar Belakang Masalah

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,
"Jika Anda menata pikiran, Anda akan berpikir lebih jernih" (Jack Trout)

Dear pembelajar,
Ketika tiba waktunya memprogram Mata Kuliah SKRIPSI, tidak sedikit mahasiswa yang memulainya dengan membuat judul. Penelitian boleh saja berangkat dari membuat judul, namun saya ingin memberitahukan tentang hal-hal yang kemungkinan besar bakal ditanyakan oleh tim penguji, sebagai pertanyaan pembuka dalam sidang skripsi. Inilah hal-hal penting yang harus Anda siapkan jawabannya:
  1. Apa sesungguhnya masalah (perusahaan) yang ingin Anda bantu penyelesaiannya lewat penelitian? Hati-hatilah! "Masalah yang sesungguhnya" BERBEDA dengan "masalah ANGGAPAN" sebab, tidak jarang kita keliru. Mengira bahwa sesuatu itu adalah masalah, PADAHAL BUKAN. Itulah sebabnya merumuskan masalah membutuhkan waktu, membutuhkan berpikir, membutuhkan perenungan. Hal ini akan menjadi mudah, bila Anda bersedia membaca dan mengerti teorinya. Membaca dan mengerti teori, tidak bisa ditawar! Harus dilakukan oleh peneliti. Siapapun yang sedang menyusun skripsi, saat itu ia adalah peneliti. Jadi, bacalah dan mengertilah teori, sesuai bidang yang ingin diteliti. 
  2. Mengapa Anda pikir bahwa masalah yang ingin Anda teliti itu, penting & menarik untuk diteliti? Siapkan jawabannya! Kalau tidak penting, maka jangan diteliti. Dalam latar belakang/pendahuluan, setidaknya kita bisa mengungkap, dimana letak penting dan menariknya sebuah penelitian. Penting dan menarik! Ini yang membuat skripsi Anda mempunyai "nilai". 
  3. Apa tujuan penelitian Anda? Jika Anda tahu tujuan, maka Anda tahu arah berjalan. Anda akan fokus selama pelaksanaan penelitian dan penulisan laporan. Penetapan tujuan penelitian, membantu Anda dalam pemilihan alat analisis. Jika tujuannya salah, maka alat analisisnya juga keliru. Agar tujuan penelitian jelas, RUMUSAN MASALAH PENELITIAN harus benar. Bagaimana agar rumusan masalah penelitian benar? Dengan cara membaca dan mengerti teori. Apa guna membaca teori? Dengan membaca teori, kita bisa mengenali masalah. Jika hati dan pikiran Anda mengatakan “Seharusnya tidak begitu! Seharusnya, begini....sebab menurut teori kan harusnya begini...”; di situlah masalah sebenarnya. Ada senjang antara apa yang seharusnya terjadi dengan apa yang senyatanya terjadi. 
Terasa tidak mudah? Memang! Di situlah waktu paling lama yang Anda habiskan dalam proses penelitian. Namun tidak perlu khawatir! Begitu masalah penelitian berhasil dirumuskan, maka proposal dengan mudah dan cepat bisa disusun. 
Perlu Anda ketahui bahwa 60% waktu penelitian, dihabiskan untuk perumusan masalah dan pembuatan proposal. Jika rumusan masalah dan tujuan penelitian dapat Anda buat, maka JUDUL dengan mudah Anda tetapkan. Jika itu selesai, maka yang 40% sisanya, dengan cepat dan mudah pula bisa Anda selesaikan!



Salam bahagia dan terus berkarya!

3 komentar:

  1. Bunda...
    Sungguh banyak "masalah" yang ada di sekitar,
    begitu banyak Judul-Topik yang berkeliaran,
    cukup dengan menyimak secara seksama... membaca yg rakus, bergaul dg cerdas... dijamin ide dkk. bermunculan.

    yg jadi persoalan adalah bagaimana merealisasikannya... hehehe,

    Salam Bahagia,

    BalasHapus
  2. saya sangat setuju dengan artikelnya mbak, semoga bisa secara rutin memposting blog ini, sehingga saya bisa tiap saat mampir kalau saja ada atikel yang bermanfaat lainnya.
    Semoga sukses selalu.

    Terima kasih
    SEHABUDDIN
    www.sehafiles.blogspot.com

    BalasHapus