Selasa, 21 Agustus 2012

Memulai Usaha-Seri Pemasaran untuk UKM


 Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,---
“Saya tidak tahu kunci sukses, tetapi kunci kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang” (Bill Cosby)
Dear pembelajar,
Memulai bisnis. Apakah yang harus dipunyai?
Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, namun yang paling penting dari semuanya adalah bahwa, Anda harus mempunyai tujuan dan mengerti arah tujuan Anda. Untuk tujuan apa sebenarnya Anda berbisnis? Banyak orang memulai usaha dengan tujuan mengejar kekayaan, namun saya tidak menyarankan hal demikian.

Jika tujuan bisnis adalah uang, maka tulisan serial ini tidak cocok untuk Anda. Anda boleh meninggalkan. Mengapa saya tidak menyarankan agar Anda menetapkan tujuan bisnis Anda adalah mengejar kekayaan? Sebab, jika kekayaan dan uang dijadikan sebagai tujuan bisnis, manakala Anda tidak cepat memperoleh uang, maka yang terjadi adalah Anda akan kelelahan dan kemudian menyerah. 

Selanjutnya, kepada semua orang, Anda akan mengatakan "Saya memang tidak mempunyai bakat bisnis, saya tidak berbakat menjadi entrepreneur".

Bagaimana sebaiknya menetapkan tujuan bisnis? Merujuklah pada tujuan hidup Anda. Sebab bisnis yang tidak sejalan dengan tujuan hidup, hanya akan mengantar seseorang pada keadaan frustrasi. 

Apa tujuan hidup Anda jika demikian? Jangan bertanya pada saya. Bukankah Anda sudah lama hidup? Bagaimana mungkin hidup Anda tidak memiliki tujuan, sementara selama ini Anda sudah puluhan tahun menjalani hidup hingga sampai ke sini?

Nah, kenali dan renungkanlah kembali tujuan hidup Anda, lalu mulailah menetapkan tujuan Anda memulai usaha. Tetapkan tujuan bisnis Anda, selaras dengan tujuan hidup Anda.

Barangkali filsafat klasik ini dapat membantu menginspirasi Anda:

“Kebahagiaan manusia adalah bergerak menuju tempat yang lebih tinggi, mengembangkan bakat-bakatnya yang lebih tinggi,memperoleh pengetahuan tentang hal ikhwal yang lebih tinggi dan yang tertinggi, dan bila mungkin, bertemu dengan Tuhan. Bila manusia tak mengerjakan tugas-tugas ini, maka berarti ia bergerak menuju kepada yang lebih rendah, dan hanya mengembangkan bakat-bakatnya yang lebih rendah, sehingga ia pun menjadikan dirinya sendiri tak bahagia, bahkan mungkin putus asa.”

Terima kasih sudah membaca. Terima kasih Allah SWT. Terima kasih kepada semua tulisan dan kejadian yang menginspirasi.
Salam bahagia dan terus berkarya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar