Rabu, 29 Agustus 2012

Kegagalan Menyusun Skripsi


Bacalah dengan nama Tuhanmu, 
"Kecuali seseorang mengerjakan lebih dari pada yang mungkin dikerjakannya, ia tak kan pernah mencapai potensinya" (Henry Drummond)
Dear pembelajar,
Sudah banyak kasus bimbingan skripsi yang datang kepada saya, mengeluhkan skripsinya yang tidak selesai-selesai. Tidak sedikit diantaranya yang berhadapan dengan "deadline" dan terancam "Drop Out", apabila tidak selesai dalam beberapa hari ke depan.  Apa penyebab utama skripsi tidak kunjung selesai?


Inilah penyebab utamanya! 
  1. Tidak mengerti pada semester berapa seharusnya memulai menggagas skripsi 
Saya menyarankan Anda mulai memikirkan skripsi pada semester lima. Jangan menunggu semester tujuh seperti yang disarankan oleh buku pedoman skripsi/pedoman pendidikan. Ini sangat tidak efektif. Rata-rata penelitian untuk skripsi beserta penyusunanya membutuhkan waktu setahun. Kecuali dengan penjadwalan dan komitmen diri yang ketat. 

Bagaimana memulai dan menemukan topik, bisa dibaca di sini. Jika Anda memperlambat keputusan ini, maka saya menjamin bahwa Anda tidak akan lulus dalam kurun waktu tercepat 3,5 tahun.
 
 2.       Tidak mengerti apa yang hendak diteliti alias NEKAD,

“Ibu, maaf, mohon dibantu, saya sudah kena deadline. Bila tidak selesai minggu ini, bakal di drop out (DO) dari kampus”.  

Jika menghadapi kasus seperti ini, saya tidak bisa berbuat banyak. Kecuali menyarankan apa yang dia mampu sajikan, maju saja. Karena memang hanya itu yang bisa dilakukan.

Selanjutnya untuk mahasiswa yang ingin menyusun skripsi, saya menekankan agar Anda menulis apa yang Anda ketahui dan pahami. Jangan meneliti topik yang tidak Anda pahami. Meneliti dan menulislah apa yang Anda ketahui, apa yang Anda sukai dan apa yang Anda pahami. Ini akan sangat membantu kerja Anda. Sebab Anda tidak bisa hanya mengandalkan dosen pembimbing. Faktanya memang demikian! Kebanyakan proposal ditulis asal-asalan, lalu di acc oleh dosen dengan asal-asalan pula, dan lepas ACC, kegiatan penyusunan menjadi mandheg/macet. Ini yang saya bilang sebagai NEKAD.  

Jadi, jangan NEKAD! Baca dulu secara mendalam satu atau beberapa konsep/teori yang menarik hati Anda. Lalu bayangkan obyek kahayalan Anda. Pada perusahaan apa penelitian itu ingin Anda lakukan. Kembangkan imajinasi ilmiah Anda.  Lalu susunlah draft proposal penelitian. Jika Anda mengalami kesulitan, bacalah buku Melawan Hantu Bernama Skripsi. Ini sangat membantu.
  
3.      Tidak punya komitmen untuk mengerjakan, cepat putus asa,

Bukan hanya di dunia nyata. Di dunia maya pun terjadi ketika saya menyediakan ruang dan waktu saya untuk berdiskusi dan atau konsultasi skripsi gratis. Setelah tahap satu dua kali diskusi, mahasiswa menghilang lalu datang lagi ketika terdesak kasus deadline. Jika Anda demikian, maka itulah contoh dari kurangnya komitmen dan cepatnya berputus asa.

4.       Enggan mencari tahu,

Hari ini, apapun dapat diakses dengan mudah. Literatur tentang segala ilmu yang Anda gemari dapat diperoleh dengan sangat mudah. Perhatikan pesan yang dikirim kepada saya ini! 

“Malam ibu..., ibu saya minta tolong bisa ibu jelaskan kepada saya mengenai arti/ definisi dari: Return on assets (ROA), Return on equity( ROE) dan Loan to deposit ratio(LDR)...terimakasih banyak bantuan ibu...” 

Hmm...saya berikan masukan pada Anda bahwa pertanyaan ini sebaiknya tidak diajukan kepada dosen pembimbing Anda. Itu adalah indikasi/tanda-tanda betapa malasnya seorang mahasiswa. Mengapa? Itu pertanyaan yang bisa Anda jawab sendiri dengan hanya membaca literatur.

Pertanyaan tentang definisi atau batasan semacam itu, seharusnya sudah terlewatkan saat kuliah bersama sang dosen. Bukan bersama dosen pembimbing. Jadi hati-hatilah membuat pertanyaan. Ada pertanyaan berkualitas, ada pertanyaan yang tidak berkualitas. Pertanyaan yang tidak berkualitas, biasanya diajukan oleh mereka yang enggan mencari tahu. Dengan pembimbing, pembicaraan lebih kepada soal bagaimana menterjemahkan  konsep ke dalam operasionalnya dan mengapa sebuah kasus/masalah bisa terjadi, serta bagaimana menyelesaikannya.
  
5.       Tidak punya cita-cita   

Mahasiswa yang tidak bisa mendefinisikan cita-citanya hingga menjelang akhir masa studinya, akan betah menikmati kampus berlama-lama. Tidak ingin cepat lulus dan oleh karenanya, tidak mempunyai jadwal penyelesaian skripsi.

Nah, semoga Anda mengambil sisi positif dari tulisan ini! Terima kasih sudah membaca! Terima kasih pada semua yang menginspirasi. Salam bahagia dan terus berkarya!

CATATAN :
Kini BUKU Melawan Hantu Bernama Skrispsi, dapat DIPEROLEH LANGSUNG dengan HANYA Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).
Harga sudah termasuk:
  1. ONGKOS KIRIM dari Kantor Surabaya ke SELURUH WILAYAH Indonesia, 
  2. Konnsultasi Gratis Kegalauan Soal Skripsi yang meliputi judul/Topik, penentuan masalah penelitian, variabel penelitian, dan metoda/pendekatan yang digunakan dalam analisis (BUKAN jasa pengolahan data),
  3. Konsultasi dilakukan melalui Chatting  FB http://www.facebook.com/groups/skripsicepat/
Kontak via SMS: 0878 5320 1968

Tidak ada komentar:

Posting Komentar