Rabu, 11 Juli 2012

Desain Riset


Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,---
“Bergelar dan terpelajar adalah dua hal yang berbeda. Yang bergelar itu, belum tentu terpelajar”(Aridha Prassetya)
Dear pembelajar,
“Penelitian Anda ini kualitatif, kuantitatif, atau deskriptif sih..?” Pernah ditanya seperti itu  oleh dosen pembimbing? Tidak perlu bingung. Sebenarnya dosen pembimbing Anda itu sedang menanyakan tentang desain riset atau desain penelitian (Research Design). Mudah-mudahan, setelah membaca artikel ini, Anda tidak lagi ragu-ragu dalam menulis skripsi.

Desain penelitian (research design) adalah rancangan yang akan dilakukan dalam penelitian, yang merujuk pada masalah yang Anda sudah rumuskan sebelumnya. Dalam bukunya yang berjudul Aplikasi Praktis Riset Pemasaran, Istijanto tertarik merujuk gagasan Malhotra.

Dikemukakan, bahwa Malhotra et.al (1996) mendefinisikan desain riset sebagai suatu kerangka kerja, yang merinci secara detail prosedur yang diperlukan, untuk memperoleh informasi guna menjawab masalah riset dan menyediakan informasi untuk mengambil keputusan. 
Perhatikan kata atau frase kata: kerangka kerja, prosedur, informasi, menjawab masalah riset dan pengambilan keputusan. 
Sekarang kita mengerti bahwa tujuan riset adalah memperoleh informasi untuk menjawab masalah. 
Dengan kata lain, untuk menjawab masalah (rumusan masalah atau pertanyaan penelitian), maka diperlukan desain riset/desain penelitian. 
Desain penelitian harus sesuai dengan tujuan penelitian. Tujuan penelitian adalah apa yang ingin dicari dari sebuah kegiatan penelitian. 
Tujuan penelitian adalah menjawab pertanyaan penelitian.

Jadi, jika pertanyaan penelitian adalah “apakah variabel X memengaruhi variabel Y?”, maka fokuskan penelitian hanya pada masalah yang ingin dijawab, yaitu “untuk mengetahui apakah variabel X memengaruhi variabel Y”.
Dengan demikian, jika penelitian Anda punya satu pertanyaan penelitian (rumusan masalah), maka tujuan penelitian juga satu poin saja. Jika Anda tetapkan ada dua rumusan masalah, maka tujuan penelitian juga ada dua.
Itu gambaran mudahnya, supaya sinkron penelitian Anda hingga sampai pada akhir kesimpulan dan saran.
Desain riset dibagi menjadi tiga macam, yaitu riset eksploratori, riset deskriptif dan riset kausal. (Istijanto: 2005)
Ketiga jenis riset  ini menghasilkan informasi yang berbeda-beda. Jadi, penentuan desain riset itu, sangat tergantung pada informasi yang ingin dicari dalam penelitian. Maka pahami dulu apa informasi yang ingin dicari. pahami dulu apa tujuan penelitian.
Riset eksploratori berusaha menemukan masalah yang dihadapi oleh manajemen (obyek penelitian). Desain riset ini bertujuan untuk memperoleh pandangan mendalam dan menyeluruh mengenai masalah yang sebenarnya dihadapi oleh manajemen.
Riset deskriptif adalah jenis riset yang tujuan utamanya adalah menggambarkan sesuatu. Hal-hal yang bisa digambarkan dalam riset deskriptif antara lain, karakteristik pelanggan, perilaku pembelian, motivasi membeli, sikap konsumen, tingkat kepuasan konsumen dan sebagainya.
Riset kausal merupakan desain riset yang tujuan utamanya adalah membuktikan hubungan sebab akibat atau hubungan memengaruhi dan dipengaruhi dari variabel-variabel yang diteliti.
Lantas dimana rancu pertanyaan deskriptif, kualitatif dan kuantitatif itu?  

Begini penjelasannya...

Kalau berbicara tentang desain riset, maka yang ada adalah  eksploratori, deskriptif dan kausal. 

Nah, kalau ada yang bertanya soal kualitatif dan kuantitatif, maka sesungguhnya yang mereka maksud adalah terkait dengan Metode Pengolahan Data. Bicara kualitatif dan kuantitatif itu adalah bicara tentang jenis data. 
Berdasar sumber perolehan, ada dua jenis data, yaitu data primer dan sekunder.

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber lain selain sumber primer. Jenis data primer, dikategorikan menjadi dua macam, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif
Data kualitatif bersifat tidak terstruktur dalam arti, variasi data yang diberikan oleh sumbernya (responden), sangat beragam. Data kualitatif dikumpulkan dengan pertanyaan tidak terstruktur. Contoh dalam pertanyaan: Bagaimana preferensi Anda tentang beras organik? Jawaban bisa macam-macam, antara lain: saya gemar beras organik karena menyehatkan, saya tidak gemar beras organik karena mahal, saya tidak suka beras organik karena sulit diperoleh.
Data kuantitatif bersifat tersrtuktur  atau berpola sehingga ragam data yang diperoleh dari sumbernya (responden) cenderung mempunyai pola yang lebih mudah dibaca oleh periset. 
Sekali lagi, data kuantitatif dikumpulkan dengan pertanyaan terstruktur. Contoh: Apakah Anda menyukai beras organik? Jawabannya Ya atau tidak. Atau bisa juga, sangat suka, suka, kurang suka dan tidak suka. Jawaban disediakan. Dan jawaban responden tidak akan melenceng dari jawaban yang disediakan peneliti.
Itulah sebabnya kita pernah mendengar ada penelitian yang namanya penelitian deskriptif kualitatif. Ini artinya bahwa, penelitian tersebut bertujuan ingin menggambarkan sesuatu dan data yang digunakan dan diolah adalah data primer jenis data kualitatif.
Demikian, semoga bermanfaat.
Terima kasih sudah membaca,
Salam bahagia dan terus berkarya!
Sumber: Aplikasi Praktis Riset Pemasaran (Istijanto:2005) 
CATATAN :
Kini BUKU Melawan Hantu Bernama Skrispsi, dapat DIPEROLEH LANGSUNG dengan HANYA Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).
Harga sudah termasuk:
  1. ONGKOS KIRIM dari Kantor Surabaya ke SELURUH WILAYAH Indonesia, 
  2. Konnsultasi Gratis Kegalauan Soal Skripsi yang meliputi judul/Topik, penentuan masalah penelitian, variabel penelitian, dan metoda/pendekatan yang digunakan dalam analisis (BUKAN jasa pengolahan data),
  3. Konsultasi dilakukan melalui Chatting  FB http://www.facebook.com/groups/skripsicepat/
Kontak via SMS:  0878 5320 1968
 

2 komentar:

  1. tx, tulisannya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. saya senang membaca tulisan ibu...membuat saya tidak tambah bingung karena skripsi ..(hehehe...)

    Tiap artikel yang ibu tulis membuat saya tertarik untuk membaca artikel lainnya..
    Mudah2an ibu menulis artikel tentang skripsi yang lebih banyak lagi...

    BalasHapus