Rabu, 27 Juni 2012

Juru Ketik Skripsi itu Menampar Saya


Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu,-------
"Cahaya keilmuan, mengikuti setiap gerakan perempuan-perempuan 'cantik' yang selalu jatuh cinta pada aktivitas berbagi keilmuan yang ia tahu, tanpa syarat". (Aridha Prassetya)

Dear pembelajar,
Terima kasih yang tak terhingga kepada perempuan juru ketik skripsi itu. Saya bagai “tertampar” ketika membaca artikelnya. Ia mengaku sebagai juru ketik skripsi. Pekerjaan hariannya adalah membantu mengetik karya-karya skripsi para mahasiswa. Banyak sudah fakta buruk ditemukannya. Satu diantara yang memalukan adalah Dosen Pembimbing yang tidak mengerti EYD (Ejaan yang Disempurnakan).

Ia geleng-geleng. “Mengapa para Dosen itu tidak mengerti perkembangan yang terjadi pada Bahasa Indonesia?”, tulisnya.

Sebetulnya, sebagai penulis, sejak lama saya mengerti hal ini, sebab setiap membaca buku, saya pun menemui kata-kata yang terbaca ‘aneh’, seperti kata memunyai, memengaruhi, memedulikan dsb. Hanya karena terdengar aneh di telinga saya, maka saya masih juga enggan mempraktikkannya dalam menulis naskah-naskah saya. 

Saya terlalu PD dan menganggap persoalan ini tidak begitu penting. Satu sisi karena naskah buku-buku saya memiliki editornya sendiri, sisi lain, saya merasa aman-aman saja selama ini. Saya berpikir pembaca dan penguji naskah-naskah ilmiah, toh masih banyak yang tidak mengikuti perkembangan Bahasa Indonesia (he..he..). Hingga akhirnya saya bagai tertampar dengan isi artikel tersebut. Sekali lagi, terima kasih yang tak terhingga kepada perempuan juru ketik skripsi itu.

Ia mengaku menemukan begitu banyak kecurangan dilakukan oleh para  mahasiswa selama penulisan. Pencurian karya (plagiasi) dilakukan secara massive.

Oleh karenanya, dengan ini saya berharap kepada mahasiswa Indonesia yang saya cintai dan sayangi, juga para Dosen yang lupa mengerti/mengikuti perkembangan. Mari bergabung dalam Skripsi Online, supaya kita semua bisa belajar bersama-sama agar tidak dipermalukan oleh artikel senada. Supaya kita segera bisa belajar memperbaiki diri. Supaya nilai-nilai peran sebagai Mahasiswa atau pun Dosen, tidak menjadi rendah dan direndahkan oleh makin maraknya perbuatan plagiasi. 

Ini bukan soal menuhankan atau mendewakan penulis/peneliti/penemu sebelumnya, tetapi ini adalah cara bersikap hormat terhadap karya orang lain. Begitulah seharusnya jika kita mengaku sebagai insan kampus, yang menjadi bagian dari Tri Civitas Akademika.

Terima kasih sudah membaca,

Salam bahagia dan terus berkarya!
CATATAN :
Kini BUKU Melawan Hantu Bernama Skrispsi, dapat DIPEROLEH LANGSUNG dengan HANYA Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).
Harga sudah termasuk:
  1. ONGKOS KIRIM dari Kantor Surabaya ke SELURUH WILAYAH Indonesia, 
  2. Konnsultasi Gratis Kegalauan Soal Skripsi yang meliputi judul/Topik, penentuan masalah penelitian, variabel penelitian, dan metoda/pendekatan yang digunakan dalam analisis (BUKAN jasa pengolahan data),
  3. Konsultasi dilakukan melalui Chatting  FB http://www.facebook.com/groups/skripsicepat/
Kontak via SMS: 0878 5320 1968

5 komentar:

  1. sepertinya persoalan kebahasaan ini pernah saya bahas di
    http://bahasa.kompasiana.com/2012/06/09/mengapa-banyak-kata-berawalan-p-yang-tidak-luluh-bila-dikenai-prefiks-men/
    salam :)

    BalasHapus
  2. Sepertinya lebih enak ngucapnya karenaa sudah terbiasa.

    BalasHapus
  3. Hehehe, perkenalkan nama saya ANONIM.

    BalasHapus
  4. Hehehe...gerombolan pasukan kompasiana datang...,
    untuk tiga anonimus, makasih ya! untuk anonim satu, tq link nya but bukan itu yang saya maksud. tapi dah ketemu kok! tulisan dah diedit. tq.

    BalasHapus
  5. Untuk anonimus satu,
    maaf lupa makasih tadi, saya dah baca linknya, masih bingung sih, perlu pelan-pelan bacanya, yaa...,
    makasih banyak ya!

    salam bahagia dan terus berkarya!

    BalasHapus