Sabtu, 19 Mei 2012

Menyikapi Orang yang Menjengkelkan


Bacalah dengan nama Tuhanmu,----
"Bergelar dan berguna adalah dua hal yang berbeda. Yang bergelar belum tentu berguna" (Aridha Prassetya)
Dear pembelajar,
Seorang mahasiswa yang juga bekerja bertanya kepada saya, “ibu, saya ingin berbuat baik dalam pekerjaan saya. Saya selalu membantu kawan kerja saya, namun lama-lama saya cape juga, sebab dia sepertinya tidak mau mengerti apa yang saya lakukan. Sepertinya dia keenakan terus menerus dibantu oleh saya. Dia tak kunjung memperbaiki diri, tidak pula segera belajar bertanggungjawab atas pekerjaannya. Saya jengkel. Apa yang harus saya lakukan?”

Jengkel adalah perasaan marah terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Kebanyakan kita kerap melakukan sesuatu dengan harapan-harapan dalam ukuran kita. Itulah sebabnya kita sering dikecewakan. Apa yang dapat Anda lakukan terhadap orang-orang yang menjengkelkan macam tersebut?

Jangan berfokus kepada orang lain, namun berfokuslah kepada diri sendiri. Sebab Anda tidak sedang meningkatkan kualitas siapapun kecuali meningkatkan kualitas diri Anda sendiri. Camkan itu!

Jika pertolongan kepada kawan kerja tersebut dilakukan dengan senang hati, bukan kualitas diri kawan tersebut yang akan mengalami perbaikan, tapi kualitas diri Anda sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. (ini hanya berlaku jika Anda mau merenung).

Di dunia ini tidak ada sesuatu yang kebetulan. Jika kita tak perlu bertemu, maka kita tak akan dipertemukan. Pertemuan dengan orang-orang yang “menjengkelkan” hampir dialami oleh setiap orang, dimanapun berada. Orang-orang yang menjengkelkan adalah “guru terbaik” kita. Jika kita memang tak perlu mempelajari sesuatu darinya, maka orang-orang tersebut tidak akan terlibat sama sekali dalam kehidupan kita. Itulah sebabnya, soal-soal ujian kita berbeda. 

Yang ditulisNya untuk saya berbeda dengan yang ditulisNya untuk Anda. Buku kita berbeda. Guru-guru kita berbeda. Pelajaran-pelajaran yang harus kita pelajari tidak selalu harus sama. Tetapi esensi dari semua pelajaran itu, sama. Memperkuat kita, membuat kita bertumbuh dan berkembang setiap hari. Dan DIA sudah berjanji. Bahwa "pelajaran" yang harus kita pelajari, pasti disesuaikan dengan kapasitas diri kita masing-masing. 

Terima kasih sudah membaca...,
Salam bahagia dan terus berkarya!

3 komentar:

  1. Jangan berfokus kepada orang lain, namun berfokuslah kepada diri sendiri. Sebab Anda tidak sedang meningkatkan kualitas siapapun kecuali meningkatkan kualitas diri Anda sendiri. Camkan itu!
    _______copy paste dari tulisan Mbak -------------------

    saya sepakat ini dan akan menginspirasi terus dengan proses membereskan diri sendiri..

    terima kasih Mbak ,salam selalu.

    BalasHapus
  2. Jika kita memang tak perlu mempelajari sesuatu darinya, maka orang-orang tersebut tidak akan terlibat sama sekali dalam kehidupan kita. Itulah sebabnya, soal-soal ujian kita berbeda.

    waah sama, sama bapak yang comment duluan, hehe.
    kadang ada kata2 yang "nyangkut" yang harus dibaca berulang2 daripada kata2 yang lainnya.


    benar juga ya bu.. nukeu kadang bertanya2 kenapa orang ini hadir "cuma buat nukeu keseeel" hehehe. ternyata salah satu jawabannya ada ditulisan ini, ada hal yang perlu nukeu pelajari dari kehadiran orang itu, hehe

    banyak terimakasih ya bu...

    BalasHapus
  3. Artikel ini dapat hilangkan ketidakbahagiaan. Wajib dibaca siapapun terutama yang lagi tertekan jiwanya akibat ulah orang yang menjengkelkan

    BalasHapus