Jumat, 27 April 2012

Pemintaan Pasar dan Keadaan Permintaan


Bacalah dengan nama Tuhanmu,------
"Cahaya keilmuan, mengikuti setiap gerakan perempuan-perempuan 'cantik' yang selalu jatuh cinta pada aktivitas berbagi keilmuan yang ia tahu, tanpa syarat". (Aridha Prassetya)
Dear pembelajar,
Kita pernah bicara tentang pasar dan kebutuhan pasar. Di kelas, kita juga pernah membahas keinginan pasar.  Hari ini kita belajar tentang apa yang dimaksud dengan permintaan pasar (market demand). Masih menurut Kotler, bapak Pemasaran Dunia, permintaan adalah keinginan terhadap produk tertentu, yang didukung oleh daya beli.
Jadi, jelas bahwa keinginan yang tidak didukung oleh daya beli bukanlah permintaan (demand). Tugas pemasar lebih jauh adalah mengubah keinginan menjadi permintaan.

Lalu, apa pentingnya mengetahui keadaan permintaan?

Untuk mencapai tujuan organisasi, pemasar harus pintar mengelola permintaan. Untuk itu ia harus paham keadaan permintaan. Inilah 8 keadaan permintaan menurut Kotler&Keller (namun contoh-contohnya telah saya sesuaikan) :

  1. permintaan negative, konsumen tak suka produk dan mungkin berusaha menghindarinya (tayangan program lawakan berbau porno, debat politik, daging babi bagi umat muslim, dll)
  2. tak ada permintaan, konsumen mungkin tak sadar akan produk atau tidak tertarik pada produk. (setelah ada jasa loundry kiloan, konsumen baru sadar bahwa itu dibutuhkan, demikian juga seperti produk internet, apartemen, layanan sembako pesan antar, seterika uap, kawat gigi ketika itu sudah dianggap sebagai mode, dsb)
  3. permintaan laten, konsumen mungkin mempunyai kebutuhan yang kuat yang tidak bisa dipenuhi oleh produk yang ada (jasa pengacara yang jujur, jasa pendidikan yang terjangkau dan menyediakan jaminan kerja, credit card dengan tingkat bunga rendah layaknya koperasi, dsb)
  4. permintaan menurun, konsumen mulai jarang membeli produk atau tidak membeli sama sekali (vetsin bagi segmen yang sadar kesehatan, sekolah umum yang tidak berlabel keagamaan, black board, white board sebab orang beralih ke LCD, dsb)
  5. permintaan tak teratur, konsumen membeli secara musiman, mingguan, bulanan, harian atau bahkan jam-jaman (rokok, pembalut, payung, jas hujan, buah-buahan, lilin perayaan hari raya, parcel, dsb)
  6. permintaan penuh, konsumen membeli semua produk yang dilempar ke pasar (barang diskon pada bulan diskon, sembako murah pada masa reses, tiket pesawat/kereta pada masa Lebaran/Natal, dsb)
  7. permintaan berlimpah, konsumen bersedia membeli produk lebih banyak dari produk yang ada (hape-hape murah dari China untuk segmen kelas bawah, rempah bagi perusahaan jamu,
  8. permintaan tak sehat, konsumen mungkin tertarik pada produk yang memiliki konsekwensi social yang tidak diinginkan, (bukan vulgar, tetapi harus saya katakan bahwa permintaan terhadap PSK adalah termasuk salah satu contoh dari permintaan yang tidak sehat, rokok untuk perempuan, rokok di daerah yang sudah memberlakukan perda anti rokok, permintaan terhadap jasa ilmu perdukunan, dsb)     
 Terima kasih telah membaca,
Salam bahagia penuh karya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar