Selasa, 17 April 2012

Memanjat Tangga Kepemimpinan-1

Bacalah dengan nama Tuhanmu,-----
"Anda bisa mencintai orang lain tanpa memimpin.
Namun Anda tidak bisa memimpin orang lain tanpa mencintai mereka" (John C Maxwell)


Dear pembelajar,----
Satu hal yang kami (saya dan anak saya) sepakati adalah “senantiasa belajar”. Dimanapun dan pada kesempatan apapun, harus bisa mendapat pelajaran. Pelajaran-pelajaran yang kami dapat diluar maupun di dalam rumah, selalu menjadi bahan bicara yang menarik bagi kami, baik di meja makan, di ruang tamu, di ruang kerja ataupun di teras ketika saya menghabiskan waktu untuk membaca.
Setiap hari, selalu saja ada pelajaran menarik bagi kami. Selalu ada cerita. Dan ini sangat membahagiakan.


Pagi ini, ketika dia hendak berangkat bekerja, saya katakan padanya bahwa saya punya sesuatu pelajaran menarik untuknya. Pelajaran itu adalah “Memanjat Tangga Kepemimpinan”.

“Apa itu…?”, tanyanya. Sementara dia mengenakan sepatunya, saya membagi isi dari apa yang saya janjikan menarik itu. Dengan penuh konsentrasi sembari menyiapkan segala sesuatunya, ia mendengarkan saya. Mulailah saya “berbagi”,


Menurut John C Maxwell ada lima tangga kepemimpinan. Pertama adalah ‘kedudukan’. Kepemimpinan banyak dikaitkan dengan kedudukan. Kedudukan bisa saja karena diberikan/penunjukan, dimana kemudian kita akan memunyai kewenangan/otorita.


Namun, kepemimpinan yang sesungguhnya lebih dari hanya memiliki kewenangan. Kepemimpinan yang sesungguhnya adalah ‘menjadi orang yang diikuti orang lain dengan senang hati dan penuh keyakinan’. Pemimpin sesungguhnya, ia mengerti perbedaan antara pemimpin dan boss.


“Masih mendengar..?”

“Masiiih…?”, katanya.
Dan saya melanjutkan ‘pelajaran’... Beda antara pemimpin dan boss adalah:

  1. Boss menggiring pekerjaan sementara pemimpin melatih mereka,
  2. Boss tergantung pada wewenang, sedang pemimpin tergantung pada itikad baik,
  3. Boss menimbulkan rasa takut, sedang pemimpin memunculkan sikap antusiasme,
  4. Boss gemar mengatakan “AKU”, sedang pemimpin menggunakan kata “KITA”,
  5. Boss menetapkan kesalahan untuk kemacetan, sedang pemimpin memperbaiki kemacetannya,
  6. Boss tahu bagaimana itu dilakukan, sedang pemimpin menunjukkancaranya,
  7. Boss mengatakan “JALAN!”, sedang pemimpin mengatakan”Mari kita jalan!”

“Itu tangga pertama…”.

Ada berapa tangga..?”

Lima

“Aduuh..banyaknya…!”

“Ya sudah, berangkat saja dulu…, nanti mama tulis di papan putih, kelanjutannya…!”

Dia berangkat dan begitulah salah satu cara belajar dalam keseharian kami. 

***Inilah yang sebaiknya dilakukan ketika berada di tangga pertama, sebelum mendapat kemajuan ke tingkat berikutnya:
  • ketahuilah deskripsi kerja Anda secara menyeluruh
  • ketahuilah sejarah organisasi
  • ceritakan sejarah organisasi kepada orang-orang dalam organisasi (dengan kata lain, jadilah pemain tim)
  • lakukan pekerjaan Anda dengan keunggulan yang konsisten
  • kerjakan lebih banyak dari pada yang diharapkan
  • tawarkan gagasan kreatif untuk perubahan dan peningkatan
Nantikan tangga berikutnya pada tulisan yang akan datang...!


Salam bahagia penuh karya!

Note:

John C Maxwell adalah pendiri INJOY, sebuah Lembaga Pengembangan Kepemimpinan di USA.

3 komentar:

  1. Dear Ibu Aridha Prassetya,
    Menarik postingan yang di-share-kan melalui laman papan putih yang juga merupakan sarana kuliah online.
    Saya minta ijin (jika diperbolehkan) menggunakan gagasan dari beberapa tulisan Ibu untuk memperkaya bahan presentasi Saya.
    Luar biasa! Sukses selalu buat Ibu Aridha
    Salam hormat
    Willy
    umbohwilly@gmail.com

    BalasHapus
  2. Dear Willy,
    silakan saja, senang bila ini berguna bagi pembaca.
    terima kasih dah berkunjung dan meninggalkan jejak.

    salam

    BalasHapus
  3. Wah saya membayangkan sebuah keluarga yang bahagia Bu..
    Semoga saya,kami bisa juga seperti keluarga Ibu..
    Hangat penuh karya dan selalu semangat belajar terus.

    Terima kasih.

    BalasHapus