Minggu, 22 April 2012

Konflik Dalam Organisasi


Bacalah dengan nama Tuhanmu, -----
"Jangan pernah mengambil jalan pintas,karena percuma dalam jangka panjang" (John C Maxwell)

Dear pembelajar,----
Konflik tak selamanya buruk. Ada tiga tipe konflik dalam organisasi, yaitu:
  1. Konflik tugas/task conflict, berkenaan dengan konten/isi dan tujuan dari pekerjaan,
  2. Konflik hubungan/relationship conflict, berkenaan dengan hubungan interpersonal,
  3. Konflik proses/process conflict, berkenaan dengan bagaimana pekerjaan diselesaikan 

Konflik akan menjadi kontruktif (membangun) bila konflik tersebut mampu:

  1. meningkatkan kualitas keputusan,
  2. merangsang kreatifitas/inovasi,
  3. membangkitkan minat,
  4. membangkitkan rasa saling memperhatikan antar kelompok dalam organisasi,
  5. menghasilkan mediasi atas problem yang terjadi dengan cara-cara yang segar,
  6. membantu pengembangan evaluasi diri,
  7. membuat perubahan yang baik

Banyak orang mengira bahwa konflik terjadi karena buruknya komunikasi. Kebanyakan, sumber konflik sebenarnya bukanlah komunikasi.


Dalam konteks pekerjaan dalam sebuah organisasi, konflik tak dapat dihindari. Mengapa? Sebab begitu organisasi dilahirkan, hal-hal berikut ini pun otomatis terbentuk:


  1. ada struktur organisasi. Hirarki organisasi menghasilkan perbedaan stuktural. Hubungan antar atasan-bawahan, jika tak dikelola dengan baik akan menghasilkan konflik,
  2. ada perbedaan-perbedaan secara personal,
  3. ada deskripsi pekerjaan yang berbeda,
  4. ada kelompok-kelompok kerja khusus,
  5. ada batasan-batasan kekuasaan hokum,
  6. ada hubungan kewenangan

Semua itu membutuhkan koordinasi.


Pernahkan Anda tidak menyukai seseorang? Kebanyakan dari pendapatnya tidak Anda sukai. Tampilan, cara bicara, tawa dan apapun, tidak Anda sukai. Sering kita dipertemukan dan harus bekerjasama dengan orang macam itu dalam organisasi, orang-orang yang memiliki nilai dan personalitas yang berbenturan dengan nilai-nilai dan personalitas/kepribadian kita.


Perbedaan-perbedaan seperti usia, gender, ras, jenis kelamin, orientasi seks, dan etnis tidak dapat dimusnahkan dari organisasi. Inilah sebabnya, pengelolaan konflik menjadi penting. Pemimpin yang baik, mereka dapat mengelola konflik yang ditimbulkan oleh perbedaan-perbedaan tersebut.   



Jadi bagaimana?

Bila Anda harus mengelola konflik, maka perhatikan sumber konflik. Lebih banyak konflik bersumber dari tekanan tuntutan pekerjaan, perbedaan nilai-nilai dan kepribadian disbanding dari buruknya komunikasi.



Riset membuktikan bahwa komunikasi hanya efektif hingga titik tertentu. Terlalu banyak komunikasi (overcommunicate) malah berdampak buruk. Terlalu banyak atau terlalu sedikit informasi dapat menjadi sumber konflik.



Salam bahagia penuh karya

Sumber: The Truth About Managing People, Stephen P. Robbin

1 komentar: