Minggu, 08 April 2012

Ketika Dalam Keterpurukan


Bacalah dengan nama Tuhanmu,----------
“Untuk keindahan dunia, aku menanam pohon keindahan setiap pagi”
(Aridha Prassetya)

Dear pembelajar,
Semula tulisan dalam Jalan Sukses ini hanya ingin saya tulis untuk Hanief, anak saya. Namun saya berpikir ulang dan membuat keputusan lain. Saya tersadar dianugerahi begitu banyak “anak-anak”, yang meskipun tidak lahir dari rahim saya, namun semua memanggil saya “ibu”, mengasihi dan mendoakan kehidupan saya. Untuk itulah saya mengubah niat saya.

Saya bahagia menjadi ibu mereka dan akan terus menulis sesuatu untuk mereka. Saya merasa, inilah kesempatan terbaik untuk mewujudkan impian saya menjadi ibu bagi dunia. Memeluk seluruh anak-anak saya, dalam keadaan baik ataupun belum baik.

Judul artikel ini terinspirasi dari Seven Secrets to Success, karya Richard Webster, yang berkisah tentang Kevin. Pemuda 28 tahun ini nyaris bunuh diri. Bisnis dan perkawinannya gagal. Seorang lelaki tua bernama Todd Melvin, berhasil menolong Kevin dan jutaan lainnya bernasib sama.

Todd mengajarkan tujuh sikap untuk keluar dari kesulitan. Tujuh rahasia itu pasti berguna bagi kita semua yang sedang belajar tentang kehidupan. Saya menulisnya untuk Anda:   
  1. Masa lalu sudah pergi
Siapapun yang hari ini terpuruk, ambillah sebuah buku kosong. Buka halaman pertama dan tuliskan di sana “masa lalu sudah pergi”. Tutup dan simpanlah.  
Ketika bangun esok paginya, bukalah kembali. Buka halaman pertama dan baca keras-keras kalimat yang pernah Anda tulis pada halaman pertama.
Baca! Masa lalu sudah pergi. Sekarang perhatikan. Anda punya begitu banyak halaman yang masih kosong, masih putih bersih, tanpa noda dan cela. Mulailah hari baru dengan lembaran baru. Karena setiap hari baru itu indah.
  1. Memeluk kehidupan
Dalam nasehatnya, Todd menganjurkan untuk “memeluk pohon”. Pohon itu hidup. Yang hidup pasti memberi kehidupan. Memeluk pohon akan memberikan energi baru bagi kehidupan.
Peluklah kehidupan, agar energi kehidupan itu pun “sampai” pada kita. Jangan melawan. Lentur saja. Melawan menimbulkan rasa sakit. Lenturlah menerima yang sudah diberikan hidup. Hanya dengan cara itu, kita bisa tetap hidup. Dibanding jika harus menghabiskannya untuk kesedihan, kemarahan, kebencian, dendam dan keterpurukan yang berlebihan.  
Setiap pagi, tataplah keluar jendela. Mentari tidak perlu berpikir tentang apa dan siapa yang perlu dicahayai.
  1. Buatlah sasaran bermanfaat
Setelah memeluk kehidupan, siapkan amplop kosong. Ambillah beberapa lembar kertas kosong. Tuliskan sasaran-sasaran bermanfaat Anda, untuk seminggu atau sebulan yang akan datang.
Tulislah “kegiatan-kegiatan bermanfaat yang akan Anda lakukan”. Jangan menulis dan ingin mengerjakan kegiatan yang tidak bermanfaat bagi kehidupan Anda. Tulislah hanya kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi kehidupan Anda ke depan.
Masukkan “naskah” Anda tersebut dalam amplop, tutup rapat-rapat. Seminggu lagi, buka dan cocokkan dengan kegiatan riil Anda. Periksalah diri Anda, apakah kegiatan riil Anda sesuai dengan naskah Anda yang ada dalam amplop Anda.
  1. Kesempatan ada dimana-mana
Lepaskan segala yang tidak Anda sukai untuk dilakukan. Di depan mata ada begitu banyak kesempatan. Kita tidak akan menyatu dengan sebuah pekerjaan, bila kita tidak menikmatinya. Menikmati sesuatu hanya bisa dilakukan jika kita menyukainya. Jangan hidup berdasarkan pengharapan orang lain. Jadilah diri sendiri. Perhatikan setiap lalu lalang depan mata Anda. Apa yang bisa Anda kerjakan untuk setiap kejadian yang tampak di depan mata?
  1. Bertekunlah
Tekun adalah bersabar mengubah sesuatu sebagai kebiasaan. Ketekunan merupakan pelajaran paling sulit dalam kehidupan. Banyak orang menyerah di tengah perjalanan.
“Tetapkan target, kejarlah dengan kekuatan keteguhan. Bila kita tekun, tak ada hal apapun di dunia ini, mampu menggagalkan pencapaian sasaran tinggi.
“Kau mungkin gagal sekali, dua kali, atau seratus kali. Namun pada akhirnya, kau akan peroleh sukses”, demikian nasehat Todd  pada Kevin.  
  1. Percaya diri sendiri
Jalan tepat agar berhasil keluar dari kesulitan adalah “memercayai diri sendiri”. Bila kepada diri sendiri saja tidak percaya, habislah sudah. Bila kau percayai dirimu, kau bisa melakukan apa saja.
  1. Gemar menolong dan memaafkan
Hapus segala kemarahan kepada siapapun yang tertuduh menjadikan Anda terpuruk. Maafkan mereka, maafkan juga diri sendiri. Tolonglah yang membutuhkan. Tersenyumlah. Lupakan semuanya. Bukankah, “Masa lalu sudah pergi”?
Jangan ragu berbuat baik. Karma akan selamanya berlaku. Sebagian orang menyebut karma dengan istilah lain seperti hukum “tabur-tuai” dan “sebab-akibat”. Yang menabur kebaikan dan keindahan, ia memetik buahnya.

Salam bahagia penuh karya!

2 komentar:

  1. aq suka bu nomor 2

    BalasHapus
  2. Terima kasih pencerahannya mbak Aridha..

    salam.

    BalasHapus