Rabu, 28 Maret 2012

Merumuskan Masalah Penelitian (2)


Bacalah dengan nama Tuhanmu,_______
"Hidup bagai memelajari sebuah buku, ada chapter yang mudah dikuasai dan ada pula chapter yang tidak mudah dipelajari. Saya menamakan chapter yang tidak mudah dipelajari sebagai chapter 13. Jika Anda mengalami kesulitan memelajari chapter 13, lanjutkan saja. 
Sebab, jawaban-jawabannya pasti ada dalam chapter berikutnya." (Aridha Prassetya)

Dear pembelajar,
Beberapa poin penting tentang rumusan masalah, telah kita pelajari di sini. sekarang kita akan memelajari kelayakan masalah penelitian. Tidak setiap masalah memerlukan penelitian untuk menyelesaikannya. Memilih masalah penelitian sering menjadikan bingung si peneliti.

Lalu, bagaimana memilih masalah penelitian, agar hasilnya dapat memberi kontribusi seperti yang diharapkan?

Marzuki, dalam bukunya Metodologi Riset, mengajarkan bahwa ada 4 kriteria dasar, yang perlu dipertimbangkan dalam memilih masalah penelitian.
  1. Manageable,
Topik harus dapat dijangkau oleh peneliti. Jika tidak, jangan! Masalah harus dikuasai oleh peneliti, dalam artian sesuai dengan kapasitas peneliti. Peneliti mempunyai latar belakang, kecakapan pengetahuan dan kemampuan.
Biaya dan waktu penelitian harus cukup. Pembimbing tidak sulit dicari.   
  1. Obtainable,
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membahas topic, cukup tersedia. Referensi/kepustakaan lengkap (tersedia) untuk pengembangan hipotesis. Teknik pengumpulan data dikuasai. Masalah pengumpulan data seperti letak daerah, penguasaan bahasa, larangan-larangan social budaya dsb, dapat diatasai. 
  1. Significance of topic
Significance of topic adalah tingkat kebermaknaan dari topic penelitian. Penelitian yang bermakna adalah penelitian yang topiknya merupakan problematic baru atau memberikan cara-cara penyelesaian baru. Orang menunggu-nunggu hasil penelitian (karena menarik). Memberi kontribusi kepada pengembangan ilmu pengetahuan tertentu.
  1. Interested topic 
Topic penelitian yang diambil menstimulasi/merangsang minat untuk dibahas dan diteliti. Timbul dari keinginan ilmiah (scientific truth). Bukan karena prasangka untuk membuktikan kebenaran pendapat pribadi. Sikap prasangka yaitu anggapan sebelum mengetahui duduk persoalan.

Jika penelitian bertujuan membuktikan kebenaran pribadi, maka (dikhawatirkan) data yang dikumpulkan hanyalah data yang mendukung pendapat pribadi, sedang yang melemahkan akan digelapkan/disembunyikan.

Pendapat lain dikemukakan oleh Nana Sujana dalam Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah. Menurutnya masalah harus tepat dari sisi keilmuan, metode keilmuan, serta dari sisi kepentingan dan kegunaannya.

Jonathan Sarwono dalam Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS, mengemukakan gagasan yang sedikit berbeda meskipun pada intinya, sama. Bedanya, Jonathan menyinggung soal variabel, yang sebelumnya tidak secara jelas dibahas oleh Marzuki. 

Jonathan mempunyai pendapat bahwa ada 5 (lima) pertimbangan dalam memilih masalah, yaitu:
  1. Dapat dilaksanakan; (apakah masalah tersebut dalam jangkauan kita?; apakah kita punya cukup waktu untuk melaksanakan penelitian tersebut?; apakah kita mampunyai akses untuk memperoleh sample yang akan kita gunakan sebagai responden untuk mendapat data dan informasi?; apakah kita memunyai alasan khusus, sehingga percaya akan dapat memperoleh jawaban dari masalah yang kita rumuskan?; apakah metode yang diperlukan, cukup kita kuasai?)   
  2. Jangkauan penelitian; (apakah masalahnya cukup memadai untuk diteliti?; apakah jumlah variabelnya sudah cukup?; apakah jumlah data cukup untuk dilaporkan secara tertulis?)
  3. Keterkaitan;(apakah kita tertarik dengan masalah tersebut dan pemecahannya?;apakah masalah yang kita teliti berkaitan dengan ilmu pengetahuan atau pekerjaan kita?; jika kita melakukan penelitian tersebut apakah kita akan mendapat nilai tambah bagi pengembanagn diri kita?)
  4. Nilai teoritis;(apakah masalah yang diteliti akan mengurangi kesenjangan teori yang ada?;apakah pihak lain seperti pembaca atau pemberi dana mengakui pentingnya studi tersebut?;apakah hasilnya akan memberi kontribusi pada ilmu pengetahuan yang sedang kita pelajari?;apakah hasilnya layak dipublikasikan?)
  5. Nilai praktis;(apakah hasil penelitian nantinya akan memiliki nilai-nilai praktis bagi para praktisi di bidang yangs esuai dengan masalah yang diteliti?) 
Itulah kriteria pemilihan masalah penelitian. Semoga bermanfaat.
(sources: Marzuki,  Metodologi Riset, 1977; Nana Sujana, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, 1987; Jonathan Sarwono, Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS, 2006) 

Terima kasih sudah membaca,

Salam bahagia dan terus berkarya!
CATATAN :
Kini BUKU Melawan Hantu Bernama Skrispsi, dapat DIPEROLEH LANGSUNG dengan HANYA Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).
Harga sudah termasuk:
  1. ONGKOS KIRIM dari Kantor Surabaya ke SELURUH WILAYAH Indonesia, 
  2. Konnsultasi Gratis Kegalauan Soal Skripsi yang meliputi judul/Topik, penentuan masalah penelitian, variabel penelitian, dan metoda/pendekatan yang digunakan dalam analisis (BUKAN jasa pengolahan data),
  3. Konsultasi dilakukan melalui Chatting  FB http://www.facebook.com/groups/skripsicepat/
Kontak via SMS: 0878 5320 1968

Tidak ada komentar:

Posting Komentar