Selasa, 10 Januari 2012

Seri Memimpin Diri : Letakkan Tangga Pada Dinding Yang Benar…!

Bacalah dengan nama Tuhanmu,---------
"Perempuan cantik, ia gemar "membungkus" rumahnya dalam doa" (Aridha Prassetya)

Dear pembelajar,______
Kegagalan mencapai tujuan dapat menimbulkan masalah. Demikian juga dengan keberhasilan mencapai tujuan. Berhasil mencapai tujuan pun dapat menimbulkan masalah. Mengapa bisa? 
Beberapa waktu lalu seorang sahabat bercerita bahwa ia sedang bersedih dan terluka. Satu sisi, ia berhasil dalam karir, dikenal oleh masyarakat luas sebagai perempuan hebat, sementara disisi lain, dirinya mengaku telah “kehilangan” anak-anaknya. Dua dari tiga anak-anaknya, menjadi liar dan sulit dikendalikan. Hasil studinyapun tidak menggembirakan mamanya.

Pada kali lain, seorang ibu muda mengaku dalam keadaan “limbung”. Satu sisi karir dalam perusahaan menanjak terus, namun di sisi lain, ia habiskan malam dengan menangis. Ia tersiksa karena harus terpisah dari anak-anaknya. Perusahaan tempatnya bekerja menantangnya untuk menjadi pimpinan Cabang, jauh di pulau lain.

Sebuah cerita lain lagi, tentang seorang laki-laki pengusaha, pecinta seminar motivasi. Dalam sebuah seminar yang diikuti, diajarkan kepadanya sebuah semboyan, “ berilah saya ide yang bagus dan saya dapat menjual sejuta”. Ia perbaiki produknya, ia kembangkan dan kemudian ia patenkan. Selanjutnya ia keliling negeri “menjual” produknya dan bertekad meraih sejuta dollar, pada akhir tahun. Sesekali ia mengajak anak-anaknya. Namun ketika kembali ke rumah, anak-anaknya menjadi liar. Lalu sang istri berkata, “sudahlah…anak-anak biar di rumah saja bersamaku….” Pada akhir tahun, ia mengumumkan bahwa sejuta dollar itu berhasil diraih berkat kerja kerasnya. Bersamaan dengan itu, ia juga memberitahukan bahwa telah terjadi perceraian antara dia dan istrinya.

Cerita di atas adalah contoh-contoh kisah kehidupan yang tragis akibat sebuah syndrome yang oleh Stephen R. Covey dinamakan sebagai meletakkan tangga pada dinding yang salah.

Berfokus kepada tujuan tunggal bagai mengenakan kaca mata kuda. Tak mampu melihat hal lain. Tidak jarang, kita tak sadar bahwa tujuan kita adalah tujuan yang hanya akan meninggalkan puing-puing sepanjang proses pencapaian tujuan tersebut. Kita berhasil mencapai satu tujuan tertentu tetapi gagal menghitung total biaya yang harus terkorbankan. Inilah yang dikatakan Covey sebagai meletakkan tangga pada dinding yang salah. Maka, sejak sekarang, alangkah baiknya evaluasi ulang. Letakkan tangga pada dinding yang benar!

Salam bahagia

(inspired by First Things First, Covey at al)

1 komentar: