Rabu, 21 Desember 2011

Team Work Effectiveness

Bacalah dengan nama Tuhanmu,_____
“Lahan yang paling suburpun, jika tidak dikembangkan, menghasilkan ilalang yang buruk” (Plutarch)

Dear pembelajar,
Tim atau kelompok kerja dalam organisasi, selalu menarik untuk dibicarakan. Utamanya soal efektivitasnya. Team work yang efektiv adalah dambaan dari setiap organisasi. Sebab, kinerja team work sangat berpengaruh terhadap kinerja organisasi secara keseluruhan.

Apakah variable yang dapat mempengaruhi efektivitas sebuah kelompok kerja? Stephen P. Robbins dalam bukunya The Truth about Managing People, mengemukakan ada empat kategori yang mesti dipertimbangkan dalam membentuk tim yang efektif.
1. work design
Work design diterjemahkan sebagai rancangan pekerjaan. Rancangan pekerjaan diperlukan untuk memilih orang-orang yang akan melaksanakan pekerjaan. Disinilah pentingnya the right man on the right place. Artinya, untuk suatu pekerjaan tertentu, siapakah orang yang tepat untuk melaksanakannya. Yang tepat adalah yang memiliki skill dan talenta sesuai rancangan pekerjaan.

Ketika the right man on the right place/job dapat dilaksanakan, serta kepada sebuah tim diberikan kebebasan dan otonomi, maka bekerja akan menjadi sangat menarik (menyenangkan). Dari sana kemudian timbul tanggung jawab dan rasa memiliki.

2. composition
Variable berikutnya yang mempengaruhi efektifitas kelompok kerja adalah komposisi dari sebuah tim. Untuk membentuk tim yang efektif, diperlukan, minimal 3 jenis skill. Tiga jenis skill tersebut antara lain adalah technical expertise, problem solving and decision making skills, dan interpersonal skill.

Tenaga teknis dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis/operasional.

Mereka yang memiliki skill dalam menyelesaikan masalah dan membuat keputusan pun harus ada dalam sebuah tim. Mereka yang memiliki skill ini, mampu mengidentifikasi masalah, menemukan alternative pemecahannya, mengevaluasi alternative solusi, memutuskan dan mengevaluasi.

Pada akhirnya, sebuah tim harus memiliki personal yang memiliki kemampuan interpersonal seperti menedengarkan, memberikan umpan balik dan mengatasi konflik yang terjadi.

Ketiga skill tersebut harus selalu dikembangkan apabila tim yang ada diharapkan bekerja dengan efektif.

Selain komposisi dalam hal skill, berapakah jumlah yang efektif dalam sebuah tim? Robbin mengemukakan bahwa tim akan bekerja efektif dalam rentang jumlah personal, minimal 4 orang dan maksimal 12 orang. Tim yang mempunyai terlalu sedikit anggota akan kurang sekali variasi pandangan/gagasan-gagasannya, sedang tim yang memiliki jumlah personal lebih dari 12 orang cenderung mengalami kesulitan dalam membuat keputusan. Terlalu banyak pendapat yang muncul.

3. contextual factors
terdapat tiga factor kontekstual yang dapat mempengaruhi kinerja suatu kelompok kerja, yaitu, kecukupan sumber daya, kepemimpinan yang efektif dan system evaluasi kinerja dan reward.

Kelangkaan (keterbatasan) sumber daya dapat menurunkan kemapuan tim untuk melaksanakan pekerjaannya secar efektif. Yang termasuk sumber daya pendukung antara lain adalah ketersediaan informasi yang tepat waktu, perlengkapan, staff yang memadai, dorongan/pemberian semangat dan tenaga administrasi.

Para anggota tim harus menyetujui siapa melakukan apa dan menjamin bahwa seluruh anggota akan memberikan kontribusi secara sama dalam melaksanakan pekerjaan. Tim juga perlu menentukan, bagaimana skedul ditetapkan, skill apa yang perlu dikembangkan, bagaimana tim akan menyelesaikan konflik dan bagaimana tim membuat dan memodifikasi keputusan.
Untuk itu semua diperlukan leadership/kepemimpinan.

Bagaimana agar kemudian anggota tim itu bisa bertanggung jawab? Disinilah peran performance evaluation and reward system. System penilaian kinerja dan system reward menjadi penting untuk memastikan adanya rasa tanggungjawab. 

Pelaksanaan evaluasi dan pemberian upah atas kontribusi individu, manajemen seharusnya juga mempertimbangkan penilaian berdasarkan kelompok, profit and gain sharing, dan modifikasi system lain akan menguatkan usaha dan komitmen dari tim.
4. process
terakhir variable proses. Termasuk dalam variable ini adalah komitmen dari anggota tim terhadap tujuan bersama, sasaran khusus yang ditetapkan dan tingkat konflik yang dikelola. 

salam bahagia

3 komentar:

  1. dear
    ibu aridha

    apakah yang harus kita lakukan sebagai ujung tombak perusahaan manakala perusahaan belum mampu untuk menjadi leader dari produk sejenis yang ada dipasaran ?

    saat kepuatusan managemen terlalu terlambat, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi serbuan trend pasar yang kita kidak miliki ?


    terimakasih
    nukeu

    BalasHapus
  2. bagus blognya, artikelnya banyak manfaat...

    BalasHapus
  3. Dear Nukeu, saya akan jawab melalui artikel dalam waktu dekat.
    @Nita, makasih banyak kunjungannya ya!

    salam bahagia

    BalasHapus