Kamis, 24 November 2011

Sederhana Saja! Tinggal Bertanya!

Bacalah dengan nama Tuhanmu,_
"Perempuan cantik, ia mengerti perasaan Tuhan" (Aridha Prassetya)

Dear pembelajar
Semalam dalam sebuah tatap muka, kami bicara persoalan terkait dengan kepemimpinan dalam sebuah organisasi. Rakhmat, namanya. Ia menanyakan kasus yang dialaminya dalam bergabung dengan sebuah Ormas. Ia memulai pertanyaannya.

“…pimpinannya memang pintar ibu…, pendidikannya tinggi, saking tingginya pendidikannya, maka banyak dari anggota yang sering tak paham dengan apa yang diomongkan ..”

Saya lantas bertanya, “yang anda tanyakan bagaimana seharusnya sikap pemimpin atau bagaimana seharusnya sikap anggota?”

“Bagaimana sikap anggota bu…!”, jawabnya.

“Tinggal bertanya saja kan? Sampaikan apa yang tidak dimengerti, lalu dengarkan penjelasannya…, tanyakan jika belum paham…”, saran saya.

“Lha…kalau sikap sebagai pimpinannya, bu..?”, pertanyaannya dilanjutkan.

“Lha..he..he…anda ini di sana jelasnya sebagai apa? Pimpinan yang kesulitan karena anggotanya tidak juga paham maksud anda ataukah anda sebagai anggota yang tak paham-paham maksud pimpinan…?”, saya balik bertanya.

Kelas menjadi riuh gara-gara dia malu-malu mengakui sebenarnya untuk kasus siapa ia bertanya.

Rakhmat tersentak kaget mendengar pertanyaan saya. Namun segera saya jawab saja.

“Mudah saja! Ya sama! tinggal bertanya toh? Sebagai pimpinan Ormas, setelah penyampaian pesan (message), tinggal bertanya pada audience, apakah apa yang sudah disampaikan, sudah dipahami atau belum…”

“Sederhana saja…, paham kan?”

“Iya buuu…, terima kasih, saya paham sekarang!”

Check and recheck dalam komunikasi itu penting, supaya konflik dapat diminimisasi. Juga selama proses pelaksanaan. Ketika seseorang bilang paham (mengakui bahwa ia mengerti), maka secara implementasi (selama pelaksanaan), harus pula diperhatikan kalau-kalau terjadi penyimpangan. Pada akhirnya, harus diadakan evaluasi. Pada saat selama proses implementasi dan evaluasi inilah bisa dimungkinkan terjadi kreasi dan inovasi.

Salam bahagia!

1 komentar:

  1. Maaf, sekali-kali komentar di blog pribadinya Bu Aridha. Tidak apa-apa ya, Bu?

    Jadi, apakah yang penting adalah 'membangun komunikasi' ?
    Demikian pemahaman saya.

    Selamat malam, Bu Aridha.

    BalasHapus