Jumat, 02 September 2011

Tugas MK MPL

Dear pembelajar,
Semester sebelumnya, pada MK Manajemen Pemasaran I, kita telah cukup belajar tentang teori pemasaran. Kali ini, pada MK MPL (Manajemen Pemasaran Lanjutan), saya ingin, kita belajar implikasinya. Mungkin kita agak berbeda dengan Perguruan Tinggi lain, tetapi saya pastikan ini tidak berbeda secara esensi. Agar kuliah kita tidak menjadi sebuah kegiatan yang omong kosong, marilah kita belajar membuat sendiri produk kita. Tentu saja, produk kita harus sebuah produk yang memiliki “nilai jual”. Kita akan belajar menjadi produsen yang mempunyai karakter dengan produk yang tetap mencirikan sebuah lembaga pendidikan tinggi.

Tahukah anda? Kita sudah terlanjur dicap oleh masyarakat sebagai “kalangan intelektual”? Ini adalah penghormatan dan kepercayaan yang luar biasa dari masyarakat yang tidak mudah perolehannya. Butuh waktu yang tidak sebentar bagi masyarakat untuk percaya bahwa PT adalah tempat berkumpulnya kaum intelektual. Namun,coba tengok! Apa yang terjadi belakangan pada lembaga ini adalah sebuah “kecelakaan”, sehingga Cap “ gudang intelektualitas” itu menjadi dipertanyakan kembali. Bagaimana bisa? Ya, sebagian hasil produksinya mencederai image almamaternya. Perusakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab terjadi di beberapa lapisan permukaan, seperti maraknya korup oleh produk berbagai perguruan tinggi, maraknya “lulusan karbitan” (mau cepat-cepat dapat ijazah), praktik jual beli nilai dan ijasah dan sebagainya.

Namun kali ini, saya tidak ingin berkutat bicara soal “kecelakaan” itu. Saya hanya ingin mengajak anda kembali kepada tri dharma PT, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Insan PT haruslah sadar tri dharma. Saya sedang berusaha menemukan relevansi antara mata kuliah kita dengan misi yanga da dalam tri dharma. Itulah yang akan kita lakukan dalam MK MPL, kali ini.

Saya ingin memulainya dari MPL semester ini. Apa yang telah kita pelajari di kelas tentang produk dan jasa adalah produk dan jasa orang lain. Mulai hari ini, kita akan belajar menciptakan produk kita sendiri. Produk apakah itu? Ide atau gagasan yang akan kita tuangkan dalam bentuk proposal program. Produk ini punya pasar dan sangat potensial untuk dijual nantinya. Ia memiliki “pasar”nya sendiri (pemerintah) dan strategi pemasaran yang agak berbeda dengan produk pada umumnya, karena perilaku pasarnya juga beda. Saya sangat berharap ini akan terealisasi secara bertahap.

Kita akan membuat proposal program, tetapi mulai dari mana? Sebelum melangkah lebih jauh, saya ingin mengingatkan bahwa produk kita haruslah relevan dengan nilai-nilai PT. Relevan dengan nilai-nilia PT artinya harus terkait dengan kewajiban melaksanakan tri dharma itu sendiri.

Saya yakin anda masih ingat definisi produk kan? Ya, product is anything that can be offered to the market….Produkadalah segala sesuatu dan ide atau gagasan, ia adalah produk yang mempunyai pasarnya sendiri dan ia mempunyai “nilai jual” pada pasar yang bersangkutan.
Dalam kelas diskusi kita minggu lalu, kita sepakati bahwa kita akan mengambil topic sampah yang berserakan di Kabuputen X, terinspirasi dari survey awal telah saya lakukan di sana. Saya melihat, ketika pemerintah kota sibuk merencanakan dan memperbaiki system pengelolaan sampah, justru di pedesaan, di sebuah Kabupaten (Kabupaten X), justru baru memulai kecenderungan berperilaku “buruk” dalam hal membuang atau pun mengelola sampah. Saya melihat telah terjadi perubahan perilaku. Dulu penduduk desa dengan sadar membuat pembuangan dan membakar sampahnya sendiri. Namun, saat ini hanya tinggal beberapa saja, yang mau melakukannya. Yang lain? mereka membungkusnya dalam plastic (kresek), lalu membuangnya ke beberapa lokasi yang dinilai “aman”, seperti makam, rel kereta api, jalan-jalan raya, sungai-sungai kecil yang melintas di sepanjang area pedesaan, di bawah hamparan pohon bamboo yang tumbuh di atas sungai,

Satu sisi, pabrik yang banyak berdiri di area pedesaan memberi dampak positif pada penyerapan tenaga kerja. Namun disisi lain, terserapnya tenaga kerja (khususnya perempuan) dan kehadiran penduduk pekerja dari luar daerah, “sangat mengganggu” budaya kelola sampah yang mestinya diwarisi dari penduduk lawas. Kini dengan dalih menjadi “perempuan karir”, perempuan seluruhnya seolah “sibuk”, tak lagi punya waktu untuk memperhatikan sampah dan memahami bahaya kekeliruan pembuangannya. Mereka cukup membuangnya dalam tas kresek, lalu sembari berangkat kerja membawa sampahnya itu dan membuangnya ke tempat-tempat yang tidak resmi. Bahkan mereka membuangnya pada tumpukan sampah yang bertuliskan “Dilarang membuang Sampah di sini”. Mereka sama sekali tidak memikirkan bahaya bagi orang lain dan dirinya sendiri di masa yang akan datang. Pemerintah desa, memang ada sosoknya, namun nampaknya mereka sudah kewalahan “mencegah”nya. (ketika ini ditulis, salah satu tempat pembuangan sampah yang ditulisi “Dilarang Buang Sampah di sini”, telah hilang dari peredaran, tiba-tiba saja sampah itu lenyap terbakar, setelah berbulan-bulan tidak terperhatikan, entah karena kesadaran pemdes, ataukah karena mendapat kabar/menemui para mahasiswa sedang berburu barang bukti, dengan membawa kamerea, masuk kepelosok-pelosok desa menemukan perilaku buang sampah yang buruk tersebut…)

Saya ingin, kelas terbagi menjadi beberapa kelompok yang anda tentukan sendiri ketua dan anggotanya. Tugas anda adalah :
  1. Menentukan Kecamatan mana yang hendak anda pilih sebagai objek yang menarik untuk diteliti dan kemudain dibuat proposal program pengelolaannya.
  2. Datang ke lokasi, potret dan stimulasi mind (rangsanglah pikiran) anda untuk memikirkan jalan keluarnya.
  3. Menentukan program penanganannya
  4. Menulis proposal dengan format yang sudah disepakati di kelas

Selamat bekerja!

5 komentar:

  1. dear
    ibu aridha...

    bu... tugas ini deadline nya kapan ya..?


    terimakasih,
    nukeu

    BalasHapus
  2. dear Nukeu,
    yang sudah jelasm ini untuk angkatan 17 Reg B, saya belum tahu untuk Reg A dapat diterapkan kapan. Nanti kita ketemu di kalas, saat perkuliahan baru.Okay? keep spirit!

    salam bahagia

    BalasHapus
  3. bu aridha...saya mahasiswa tingkat akhir di universitas di jakarta sedang mencari referensi skripsi tentang variabel opersional Perilaku konsumen terhadap keputusan penggunaan jasa,,,,apakah ibu punya referensinya??thank's before

    BalasHapus
  4. panji mahasiswa jakarta

    BalasHapus
  5. @ Panji, coba baca buku Fandy Ciptono, Pemasaran Jasa dan coba merujuk pada Henry Assael, Consumer Behavior, moga-moga ketemu!
    terima kasih.

    BalasHapus