Minggu, 11 September 2011

Seri Memimpin Diri; Tugas Berat


Bacalah dengan nama Tuhanmu,______
"Anda tak bisa mendorong seseorang untuk naik tangganya, kesuali ia juga bersedia sedikit mendaki" (Andrew Carnegie)

Dear pembelajar,
Suatu hari menjelang malam, kembali saya mendapat pesan dari seorang sahabat. Ia seorang perempuan, berkarakter, energik, tegas, cerdas dan sangat loyal terhadap perusahaan tempat ia bekerja. Kedengarannya, performansnya selalu bagus, sehingga ini mengantarnya kepada jenjang karir yang juga “menaik”, secara periodik. Ia tidak punya pilihan ketika perusahaan mengirimnya terbang ke luar pulau untuk membenahi pelaporan keuangan yang ada di cabang “sana”. Ini bunyi pesannya,
“Ibu, saya dalam tekanan. Saya hanya diberi waktu selama dua bulan untuk membenahi dan meluruskan laporan keuangan yang ada di perusahaan ini. Saya harus meluruskan laporan keuangan periode januari hingga sekarang (Juni). Kenyataan yang saya hadapi adalah, saya tidak menemukan seorang pun yang kompeten di sini. Saya tidak yakin pekerjaan ini akan selesai dalam kurun waktu dua bulan. Sedangkan saya sudah sangat kangen dengan ‘malaikat kecil saya’, dapatkah ibu memberikan advise untuk saya, apa yang harus saya lakukan?”


Saya memang merespon seketika, tetapi itu hanya untuk tujuan menggali data. Saya katakan kepadanya :
  1. Berusahalah untuk tenang, tidak panic, tarik nafas panjang, buang nafas, lakukan terus menerus sampai anda bisa mencapai keadaan tenang dan nyaman.
  2. Perhatikan orang-orang sekitar anda. Ambil beberapa yang bisa men-support dan bersedia membantu anda. Undanglah mereka dan ajak berdiskusi. Kemukakan dengan tulus soal pekerjaan yang anda emban. Selanjutnya, mintalah mereka memberikan masukan untuk tugas (berat) anda tersebut. Apa ada orang-orang yang tidak bisa menerima kehadiran anda?
Tidak lama kemudian ia merespon tulisan saya:
1.      Yang pertama sudah saya lakukan ibu. Bahkan jika saya sudah mau emosi, saya menarik diri, mencari air dingin untuk diminum, agar saya tetap dapat menjaga emosi saya.
2.      Prinsip, mereka semua menerima saya, ibu…, hanya saja mereka BUKAN orang yang KOMPETEN.
  1. Si A, background pendidikannya bukan accounting, tahu Cuma sedikit soal piutang dan jurnal kas. Kontribusi dia untuk saya sekitar 20%. 
  2. Si B, dia ini yang selama ini menertibkan laporan keuangan, tetapi tanpa pernah mau kroscek. Dia paling ngga mau susah-susah cari “selisih” (keuangan).
  3. Si C, dia dipercaya oleh Manager Operasional untuk pegang kasir padahal dia tidak tau apa itu jurnal dan debet kredit. Dia bingung, background nya SMK Administrasi perkantoran.
  4. Si D, saat ini dia semester 4 jurusan akuntansi tapi dia blank soal jurnal  dan  HPP.
Saya bahagia, sebab paling tidak, saya mendengar dia tidak panic. Selanjutnya, inilah pesan yang saya kirim kepadanya, pagi berikutnya:
  1. Saya sudah membaca pesan anda dan ingin saya jawab bahwa Tuhan sedang menunjukkan “ketidaksempurnaan” anda. Itulah sebabnya anda “dikirim” ke sini.
  2. Jika si A, hanya dapat berkontribusi sebesar 20%, itu kabar baik! Selebihnya 20 % dapat anda minta support dari B, 20% dari C dan 20% dari D. Nah, pikirkan secara kreatif, judul-judul bantuan apa yang anda inginkan dari mereka dan beritahu mereka soal ini.
  3. Selanjutnya yang 20% adalah tugas anda untuk menyempurnakan hingga tugas anda menjadi 100% selesai.
  4. Soal malaikat kecil itu? Itu adalah soal lain yang jika sempat, akan saya tulis kaitannya dengan sebuah “vocation (panggilan)”.
Saya cukup tahu dia dan ketika saya menyelesaikan menulis artikel ini, saya yakin dia sedang merenungkan kelebihan sekaligus kekurangannya. Begitu juga seharusnya saya. 
Salam bahagia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar