Jumat, 05 Agustus 2011

Seri Memimpin Diri; "Me" on "Guru Kematian_ku"

Bacalah dengan nama Tuhanmu,_______
"Hidup harus menjadi petualangan yang penuh keberanian, jika tidak, maka hidup adalah omong kosong". (Hellen Keller)

Dear pembelajar,_____
Aridha Prassetya, penulis "GURU KEMATIAN_ku", adalah perempuan biasa yang kebetulan dianugerahi kegemaran menulis. Ia terlahir 11 Juni 1968 di Kabupaten Gresik Jawa Timur_ Indonesia, yang kemudian, sejak 1982 tinggal di Surabaya. Kecintaanya mempelajari “ilmu tentang orang tua”, dimulai ketika Allah memanggilnya kembali “pulang” (setelah beberapa waktu, nasib mengharuskannya tinggal jauh dari kedua orang tuanya).

Hidup “bersama dan berdekatan” dengan orang tua, telah mengajarinya banyak hal dan satu hal paling utama yang menjadi tekanan dalam buku ini adalah:

Sebagai perempuan, jangan hanya mengejar pelajaran bagaimana menjadi ibu, tetapi PEREMPUAN juga harus belajar bagaimana menjadi seorang ANAK (yang mengerti orang tua).

Terinspirasi pengalaman kehidupan yang panjang bersama ibu bapaknya itulah, kemudian ia bercita-cita untuk berbagi lewat menulis sebuah buku tentang “pelajaran hidup”, yang itu diajarkan langsung oleh keduanya. Jadilah buku “GURU KEMATIAN_ku” ini, menyusul karya-karya sebelumnya. (Bahasa Inggris Itu Mudah, Healthy English, Manajemen Pemasaran, Guru Harus Menulis, Guru Kreatif, Karya Antologi “Moment Terindah” dan Being a Natural Mother).

Hingga buku ini selesai ditulis, Aridha, juga masih setia menemani para mahasiswa belajar di kampus tercinta Universitas 45 Surabaya. Secara parallel, ia pun rajin memberikan perkuliahan bebas secara on line tentang Kepemimpinan dan Organisasi, Manajemen Pemasaran, Bahasa Inggris dan Skripsi di www.papanputih.com, sebuah blog pribadi kesayangannya.

Tentang jurusan, spesialisasi dan kompetensi?

Jangan ditanya! Sebab itu adalah pertanyaan tersulit baginya untuk dijawab.

Yang jelas, selepas belajar dari SMAK Sancta Maria Surabaya, ia berkuliah pada Jurusan Manajemen Universitas Airlangga Surabaya, lantas …lagi-lagi melanjutkan belajar Ilmu Manajemen untuk Program Pascanya, juga di Universitas Airlangga Surabaya. Saat ini pun ia masih tercatat sedang menjadi mahasiswa program doctoral Universitas 17 Agustus Surabaya, jurusan Ilmu Ekonomi.

Jadi apa hubungan antara keilmuan yang dipelajarinya dengan tulisan-tulisannya?

Antara ADA dan TIADA!

Sulit ditemukan hubungan nyata (fisik) antara Ilmu Manajemen maupun Ilmu Ekonomi yang selama ini dipelajarinya dengan buku yang berjudul GURU KEMATIAN_ku yang insyaallah hadir di tangan pembaca jelang lepas ramadhan ini, tetapi bagi Aridha, apapun bisa saja dihubung-hubungkan, kalau mau.

Akhirnya, MENULIS adalah “memberi” dan MENULIS adalah “Panggilan Jiwa”. Itulah motivasi kuat yang mengantarkannya hingga menjadi mampu menulis apa saja yang orang pikir tidak ada hubungannya dengan keilmuan yang pernah dipelajarinya di bangku kuliah. Baginya, pendapat orang lain tetap harus diapresiasi dan beda pendapat itu bukanlah masalah.

Ia hanya tidak mau terbelenggu oleh garis-garis dan kotak-kotak keilmuan yang diciptakan manusia. Sesekali pandangan dan tindakannya bisa jadi out of box. Ini juga yang kadang menjadikannya “terlihat bodoh” dan “terkesan ngawur” di mata sebagian orang.

Masih banyak yang perlu digali sebab Ilmu Allah sangat luas, seluas langit dan bumi. Masih begitu banyak rahasia dan misteri (kehidupan), yang belum mampu diketahuinya dan masih akan terus dipelajari.

Baginya, apapun yang perlu ditulis dan dibagi, ya tinggal ditulis dan dibagi saja. Apa lagi? Ringan saja! Supaya hidup tidak dibebani oleh cita-cita mereka. Supaya hidup tidak dikendalikan oleh keinginan mereka yang berada diluar diri, yang terkenal paling gemar “membatas-batasi”. 

HIDUP akan menjadi lebih indah, jika kita mau ‘berjalan ke dalam’ dan BUKAN “keluar”. Itu keyakinannya. Selesai.
salam bahagia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar