Rabu, 06 Juli 2011

Seri Memimpin Diri : Merak di Negeri Pinguin

Bacalah dengan nama Tuhanmu,___________
"Orang yang tidak pernah mengerjakan lebih dari pada yang dibayarkan kepadanya, tidak pernah dibayar lebih dari pada yang dikerjakannya". (Elbert Hubbard)

Dear pembelajar,
Tulisan ini dikhususkan bagi anda yang sudah dan sedang bekerja di lautan organisasi di luar sana. Saya tidak tahu anda bekerja dimana. Saya hanya ingin mengajak anda sedikit saja mengerti diri anda. Sebab, tidak jarang dari pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke inbox fb saya, saya curiga jangan-jangan anda adalah seekor burung merak yang terjebak di negeri penguin dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Negeri penguin? Bagaimanakah ciri organisasi yang disebut sebagai negeri penguin itu?

Inilah ciri-ciri negeri penguin! (pastikan anda menelisik diri anda dan organisasi tempat anda bekerja!)

Eksekutif puncak dan manajer mengenakan “setelan penguin” yang berbeda. Sementara burung-burung pekerja dari berbagai jenis, mengenakan warna dan pakaian yang mencerminkan pekerjaan dan gaya hidup mereka.

Burung-burung yang berkeinginan menanjak dalam organisasi negeri penguin, didorong untuk sedapat mungkin agar menyerupai ‘penguin’, agar memperpendek langkah mereka dan mempelajari cara jalan penguin, mengenakan setelan penguin, dan mengikuti contoh dari pimpinan mereka.

Departemen pengembangan karyawan di negeri penguin, menawarkan program pelatihan yang luas, yang isinya adalah mengenai perilaku penguin yang seharusnya. Peraturan dan norma sudah jelas sejak hari pertama.

Penguin menasehati dengan cara yang halus/tidak begitu halus, “Beginilah cara kami melakukan segala hal di sini, kalau kalian ingin sukses di sini, jadilah seperti kami!”

Beberapa burung jenis lain (yg berada di negeri penguin), yang ingin meningkat dalam karirnya, berusaha meniru rupa dan perilaku penguin. Tetapi malangnya, mereka tidak pernah berhasil memperoleh kedudukan kunci.

Sudah merupakan aturan tak tertulis di negeri penguin, bahwa penguin merupakan pemimpin alami, serba teratur, loyal dan pemain tim yang baik. Penguin bisa dipercaya untuk meletakkan kepentingan organisasi di atas urusan pribadi dan keluarga. Burung lainnya, dianggap lebih suka pergi kemana-mana dan kurang bisa diandalkan.

Pinguin ingin dilihat sebagai burung yang berfikiran adil dan siap memberikan promosi berdasarkan bakat, kerja keras dan kontribusi. Siapapun tahu, penguin selalu memegang pimpinan dan penguin akan selalu memegang pimpinan di sana.

Penguin yang lebih senior akan mengambil beberapa penguin muda, di bawah sayap mereka dan melatih mereka tentang bagaimana cara menjadi sukses. Mereka akan mengajak penguin muda main golf di pagi hari. Mereka akan duduk bersama dalam ruang makan eksekutif dan membicarakan olah raga. Penguin merasa nyaman saling berdekatan dengan sesame penguin.
Kehidupan selalu serasi di negeri penguin, selama siapa saja bermain mengikuti peraturan penguin.

MERAK, ia seekor burung yang sangat jauh berbeda dengan penguin. Ia cerdas, berbakat dan mempunyai bulu indah berwarna-warni. Ketika ia ingin mencoba hidup di negeri penguin, ia menghadapi masalah. Sebab, penguin mempunyai iklim organisasi yang dingin, formal, birokratis dan diperintah oleh banyak sekali peraturan tertulis dan tidak tertulis. Walaupun bakat merak diakui di negeri ini, gayanya yang berbeda membuat penguin merasa tidak nyaman/tidak tenang.

Pinguin selalu “berbicara” bahwa mereka menghargai perbedaan dan keragaman tapi “bertindak sebaliknya” . 

Menghargai keragaman adalah memberikan apresiasi dan mendorong orang lain menjadi diri mereka sesungguhnya, membantu mereka mengembangkan potensi mereka, serta memanfaatkan bakat, keahlian, gagasan dan kreativitas mereka dengan istimewa. Tetapi lihatlah sikap penguin terhadap merak!

Di negeri penguin, merak harus menjaga bulu dan sayapnya tetap terlipat, hampir sepanjang waktu. Hanya kadang-kadang saja ia membukanya sekejap untuk membuat penguin silau dengan semua bakat dan warnanya. Ia ingin dipandang serius dan ingin sukses. Makanya ia tidak menonjolkan sifat meraknya untuk sementara, sampai dia bisa yakin bahwa penguin dapat menerimanya dengan sepenuhnya. Tetapi sesungguhnya ini tidak pernah terjadi di negeri penguin.

Untuk menjadi diri sendiri, bahwa merak adalah merak yang berkarakter dan eksotis, ia pergi ke negeri kesempatan. Di negeri kesempatan beragam jenis burung diberi kesempatan. Tidak peduli tekukur atau jalak, hantu atau peniru, semua berkesempatan mengekspresikan diri.

Apakah anda adalah merak yang hidup di negeri penguin?
Bukan saya lho yang ngomong! Tapi Hately & Smith in “A Peacock in The Land of Penguins!
Salam bahagia.

4 komentar:

  1. Imajinatif dan penuh inspirasi.. terima kasih telah menggambarkan dengan jelas kondisi yang seragam ini. Sungguh sulit melepaskan diri di negeri penguin ini kawan....

    BalasHapus
  2. bu, saya mau tanya pa penguin sesekali keras kepala thd peraturannya dan tidak mau mengakui kesalahannya thd si merak? padahal ia merasa telah melakukan kesalahan tdh si merak. tp da tetap menjaga imagenya. thx bu
    _ ajeng P. _

    BalasHapus
  3. @ bung Hendi! Jadi anda Merak? ha..ha..,ada merak yang masih bisa bertahan di negeri pinguin. tetapi jenis merak murni, akan meninggalkan negeri pinguin pada waktunya.

    @Ajeng, merak jangan pernah berharap banyak dari pinguin dan apalagi dari pimpinan pinguin. tidak akan terjadi. pinguin berbicara menghargai keragaman, tapi "bertindak" sebaliknya. camkan itu!
    salam bahagia

    BalasHapus
  4. www.http://kompasiana.com/sutanpangeran23 November 2011 17.25

    Saya ingin menjadi merak yang berketurunan dengan pinguin. Sehingga keindahan dan ketertiban menjadi milik sang keturunan itu sendiri. Biarlah kami yang tidak sempurna, asal dilanjutkan oleh yang lain yang lebih sempurna. Mensyukuri apa yang ada, baik menjadi indah atau menjadi tertib itu merupakan talenta masing-masing, dimana kelebihan bisa jadi adalah inti dari kelemahan itu sendiri.

    BalasHapus