Jumat, 22 Juli 2011

Seri Memimpin Diri; Ketika Harus Pindah

Bacalah dengan nama Tuhanmu,________
"Bukannya gunung yang kita taklukkan, melainkan diri kita sendiri" (Ermund Hillary)

Dear pembelajar,
Kemarin sore ketika saya sedang menulis, tiba-tiba melalui YM, salah seorang sahabat baik menyapa. Dia bercerita tentang sebuah kejadian di kantornya yang sangat tidak menyenangkan hatinya. Hasil Psiko-test_nya menyatakan bahwa ia perlu refresh/sesuatu yang fresh. Untuk itu, atasan paling tinggi mempunyai gagasan untuk memindahkannya ke departemen baru.

Atasannya berfikir, bahwa ia punya kapabilitas dan layak memimpin departemen baru tersebut. Tetapi ia tak sependapat. Ia justru berfikir ini tidak fair. Mengapa tidak fair? Sebab, pemindahan posisi ini tak diikuti dengan konsekwensi yang menyenangkan hatinya. Baik jabatan maupun salary (gaji), tetap, tidak berbeda dengan sebelumnya. Untuk lebih jelasnya, inilah doialog diantara kami: (I ; ia dan S ; saya)

I : “Have you a time?” (ada waktu?)

S :“Yes, need a hand?” (ya, perlu bantuan?)

I : “I need to tell you something..” (saya perlu bicara sesuatu..)

S : “Okay, just tell me” (okay, ceritalah…)

I : “I’ve just had a psychological test and I’ve read the result. There were some good and bad news. But the implementation of the result bothers me. It stated that I need to refresh. Unluckily that my top boss has an illogic idea. He created a new department and told me that I have to handle this new department. I refused of course. I don’t want to move to any new department except they pay me much more than before. They must give me a better salary , I want a position and my salary up, much more than before. Or… I won’t move to any other department I want to stay here in my department that I have been handling for years……”

(saya baru saja mengikuti test psikologi dan sudah membaca hasilnya. Ada berita bagus dan ada berita buruknya. Tapi implementasi dari hasil test itu mengganggu saya. Hasil test menyatakan bahwa saya perlu penyegaran. Malangnya, atasan saya mempunyai gagasan yang tidak masuk akal. Ia ciptakan departemen baru dan mengatakan bahwa saya layak memimpin di sana. Tentu saja saya keberatan dan menolak, sebab saya tidak naik jabatan dan gaji saya tetap. Saya ingin gaji yang lebih baik dan posisi yang lebih baik ATAU saya tetap berada pada posisi saya yang sekarang. Saya sudah mengurusnya selama bertahun-tahun…)

I : “Hi…!!.hello…!!! are you there?” (Hai ! apa kamu masih di situ?)

S ; “ Hi…!!! Yes!!! I am here, I am noticing…!” (Ya! Saya di sini menyimak)

I : “I don’t wanna leave my current department that I have built for many years, I do not move, except they give me a good payment. But seems that they mind doing that and told me that they will consider about my asking..”. “ Hi! Are you there….?”
(saya tidak ingin meninggalkan departemen yang sudah bertahun-tahun aku bangun, saya tak mau pindah kecuali mereka memberi jabatan yang lebih tinggi dan membayar saya dengan gaji yang bagus. Tapi nampaknya mereka keberatan, meskipun sempat mengatakan bahwa akan mempertimbangkannya. Hai! Apa kamu masih di situ?)

S : Yes, yes! I am here, I am listening and still noticing what you are telling about, I am paying attention to your story.., just go on!”
( Ya, saya di sini, mendengarkan dan memperhatikan apa yang kamu ceritakan)

I : “It ends!” (selesai!)

S : “ It ends? Okay, then, do you need my idea?”
(selesai? Okay, kamu memerlukan ide saya?)

I : “I don’t know..” (Entahlah..)

S :“Okay, never mind, if you just want me to hear, I have heard all of your story. I could understand you…but may I ask you something?”
(Okay, tidak apa-apa, jika kamu hanya ingin saya mendengarkan ceritamu. Saya mengerti…boleh saya bertanya satu hal?”

I : “please ask…” (silahkan..)

S : “By the way, how many years have you been handling the current department?”
(Omong-omong, berapa tahun kamu menjabat dalam posisi departemenmu yang sekarang?)

I : “eleven years” (sebelas tahun)

S : “Well, I got it” (okay, saya paham (problemnya) sekarang…)

I : “He..he..I thank you…! (He..he…, terima kasih)

S : “well, at least I like you are laughing, now”
(Baiklah, paling tidak, saya senang, kamu bisa tersenyum..)

I : “thank you so much” (terima kasih banyak)

Dia sahabat baik saya yang sedang dilanda masalah, tetapi lihatlah pada akhir dialog kami. Ketika saya menanyakan apakah ia butuh pemikiran saya, dia hanya bilang “I don’t know”. Dan saya tidak memaksa dia untuk mendengar pemikiaran saya. Bagi saya, cukup untuk melihat dia “lega”, menceritakan apa yang sedang dialaminya.

Sebelum perbincangan terakhir kami, saya tanyakan berapa tahun dia telah meng_handle departemen yang sangat-sangat ia pertahankan untuk dipimpin itu. Lalu dia menjawab, “sebelas tahun”. Dan ketika saya bilang “I got it/saya paham persoalannya”, dia hanya tertawa.

Anda paham beberapa hal? Mari kita bicara!
1. Kadang-kadang kita hanya diperlukan untuk mendengarkan saja dan tidak diminta pendapat karena pada situasi seperti itu tidak pas untuk “memasukkan” gagasan apapun. Dia hanya perlu bercerita.

2. Seorang spiritual leader, tidak seperti itu seharusnya. Coba ingat berapa tahun dia sudah bertahan dalam posisinya sekarang! Sebelas tahun! Dan dia masih ingin bertahan di sana sementara hasil test jelas menyatakan dia perlu refresh. Tidak mungkin hasil test menyatakan dia perlu refresh jika memang tidak ada sesuatu yang menunjukkan dia perlu refresh.

3. Dalam siklus kerja, saya curiga bahwa saat ini kinerja dia sudah berada pada tahap maturity ( jenuh). Tidak ada lagi peningkatan kinerja yang bermakna. Kinerjanya tidak mengalami peningkatan, atau mengalami peningkatan tetapi tidak begitu signifikan. Sebelas tahun, bayangkan!

4. Jika hal ini kebetulan menimpa anda, sekali lagi, saya ingin anda belajar lagi soal perhentian institusional, iritasi, insight dan integrasi.

5. Jika anda tidak pernah bersedia melepas, anda tidak akan pernah mendapat yang baru.

6. Segala sesuatu pasti berubah, jika anda tidak mau berubah, alam semesta akan memaksa anda untuk berubah, seberapapun kuatnya anda mempertahankan. Percayalah!

salam bahagia

1 komentar:

  1. saya suka yg point ke 5 bu
    itu sebabnya saya selalu mencari kolam yg lebih besar dr kolam saya saat ini, agar saya bisa terus tumbuh membesar
    beruntungnya saya bertemu dg bos yg sangat mengerti saya, dia tau saya tidak akan bisa bertahan dikolam yg sama selama lebih dr 2 thn
    jdi point ibu yg ke 5 itu sangat tepat sekali

    BalasHapus